Anthony Jacoby: Perjalanan Berliku Sang Veteran Octagon
Perjalanan karier Anthony Jacoby di dunia seni bela diri campuran (MMA) ibarat roller coaster, penuh pasang surut yang menguji ketangguhannya sebagai seorang veteran. Ia memulai kiprahnya dengan gemilang, memenangkan turnamen satu malam yang membawanya meraih kontrak profesional. Selama beberapa tahun berikutnya, Jacoby mengukir namanya dengan menghadapi beberapa petarung elit di olahraga tersebut, termasuk juara kelas berat ringan UFC saat ini, Alex Pereira, dan petarung terkemuka asal Kanada, Simon Marcus.
Kembali ke MMA dan Ajang Dana White’s Contender Series
Pada musim panas 2019, Jacoby membuat langkah besar dengan kembali ke kancah MMA. Ia berhasil mengalahkan mantan petarung kelas berat UFC, Cody East, dalam seri heavyweight King of Sparta. Kemenangan tersebut membukakan pintu baginya untuk berkompetisi di musim keempat Dana White’s Contender Series, sebuah ajang penting untuk mendapatkan kontrak di UFC.
Di Contender Series, Jacoby menunjukkan kelasnya dengan meraih kemenangan mutlak atas prospek asal Colorado, Ty Flores. Kemenangan ini sontak mengantarkannya kembali ke Octagon. Sejak saat itu, Jacoby berhasil mengukuhkan posisinya di daftar roster UFC, memulai periode keduanya dengan promosi tersebut melalui rekor tak terkalahkan dalam tujuh pertarungan beruntun. Performa impresif ini membawanya masuk ke dalam peringkat 15 besar, sebelum kemudian mengalami masa sulit yang membuatnya terlempar dari daftar peringkat.
Cedera dan Tantangan di Jalur Kembali
Meski menghadapi rintangan, Jacoby tidak menyerah. Ia berhasil kembali ke jalur kemenangan dengan kemenangan knockout brutal atas Vitor Petrino pada kartu pertarungan penutup akhir tahun 2023. Momentum positif tampaknya mulai terbentuk ketika ia kembali mencetak kemenangan knockout cepat di ronde pertama pada akhir Mei (melawan Bruno Lopes). Namun, nasib berkata lain. Sebuah patah tangan yang dialaminya memaksanya menepi dari Octagon untuk sisa tahun 2025, menghentikan momentum yang baru saja ia bangun.
“Menjadi seorang veteran memang membuatnya lebih mudah. Saya sudah melalui segalanya, melihat segalanya. Tapi, itu sangat disayangkan,” kata Jacoby.
“Ketika saya bertarung di bulan Mei [melawan Bruno Lopes], itu adalah knockout hebat di ronde pertama, hanya butuh beberapa menit. Tapi saya mematahkan tangan kiri saya, dan itu merepotkan saya sepanjang tahun. Crute [Jimmy Crute] sudah menantang saya beberapa pertarungan sebelumnya dan saya seperti, ‘Ayo kita lakukan di bulan November di Madison Square Garden.’ Tapi kemudian bulan Oktober tiba dan saya berpikir, ‘Tangan saya tidak akan siap untuk Madison Square Garden.’ Mereka lalu punya kartu pertarungan Perth yang mereka inginkan dia [Crute] ada di sana. Itu tidak pernah sejalan, tapi saya punya kesempatan untuk melawannya sekarang karena kami akan kembali ke Australia akhir bulan ini.”
Kisah Jacoby adalah bukti nyata dari ketahanan seorang atlet profesional. Meskipun dihadapkan pada cedera yang menghentikan lajunya, ia tetap menunjukkan semangat juang tinggi dan keyakinan untuk kembali. Pengalamannya sebagai veteran memberinya perspektif unik dalam menghadapi tantangan, dan para penggemar tentu menantikan kembalinya Jacoby dengan performa terbaiknya setelah pulih sepenuhnya dari cedera.
(OL/GN)
sumber : www.ufc.com
Leave a comment