Suporter Tottenham Tuntut Klarifikasi Klub: Ambisi Memudar?
Kelompok suporter utama Tottenham Hotspur, Tottenham Hotspur Supporters’ Trust (THST), secara terbuka menuduh klub mengalami “penurunan ambisi yang dramatis” setelah pertemuan dengan jajaran petinggi klub.
Performa Buruk dan Kekecewaan Fans Memuncak
Klub berjuluk Spurs ini hanya berhasil meraih satu kemenangan dari enam pertandingan terakhir mereka di Premier League. Saat ini, mereka terdampar di posisi ke-14 klasemen dengan 27 poin, hanya unggul tiga poin dari raihan mereka pada tahap yang sama musim lalu.
Pertemuan THST dengan “perwakilan klub di level senior” pada hari Jumat digelar untuk membahas berbagai kekhawatiran yang disampaikan oleh para suporter. Keresahan ini mencapai puncaknya setelah kekalahan 3-2 dari Bournemouth pada hari Rabu, di mana beberapa pemain terlihat bersitegang dengan para penggemar yang marah.
Situasi semakin panas ketika manajer Thomas Frank, yang sedang dalam tekanan, mendapat cemoohan dari sebagian suporter tandang. Ia juga dikritik karena terlihat meminum kopi dari cangkir berlogo rival abadi, Arsenal, sebelum kick-off pertandingan.
Pernyataan Tegas dari THST
Dalam pernyataannya, THST menyoroti minimnya aktivitas transfer klub pada bulan ini sebagai bukti berkurangnya ambisi. Mereka juga menyinggung komentar-komentar terbaru yang disampaikan Frank. Pernyataan tersebut menyebutkan, “[Dia mengingatkan] suporter bahwa klub finis ke-17 di Premier League musim lalu, bahwa klub hanya berpartisipasi di Liga Champions melalui kemenangan Liga Europa, dan bahwa Bournemouth (tim yang tanpa kemenangan dalam 11 pertandingan) adalah ‘tim yang selalu sulit’ serta bahwa dia ‘tidak menikmati pekerjaan itu’.
THST juga menuduh para pemain “langsung menghadapi” para penggemar yang “menjalankan hak mereka untuk berekspresi”. Selain itu, mereka menyebut aktivitas media sosial kapten klub, Cristian Romero, sebagai “memalukan”. Setelah kekalahan dari Bournemouth, Romero sempat mengunggah status di Instagram yang menyatakan “orang lain” seharusnya tampil berbicara dan menambahkan bahwa mereka “hanya muncul ketika semuanya berjalan baik, untuk mengatakan beberapa kebohongan.” Unggahan tersebut kemudian dihapus dan diunggah ulang dengan keterangan yang diubah.
“Meskipun insiden-insiden ini mungkin memiliki penjelasan yang bisa kami pahami dan bahkan bersimpati, mereka menunjukkan kurangnya pemahaman dan kurangnya kepedulian terhadap persepsi klub sepak bola,” kata THST.
Tuntutan Suporter untuk Kepemimpinan Klub
THST menegaskan kepada klub bahwa kepemimpinan harus mengatasi masalah-masalah ini secara publik dan melalui komunikasi langsung dengan para penggemar. “Kami menekankan bahwa penggemar perlu mendengar langsung dari kepemimpinan klub mengenai ambisi untuk klub sepak bola musim ini, untuk musim depan, dan untuk masa depan yang dapat diprediksi,” tambah THST.
Hal ini, menurut THST, “dimulai, namun tentu saja tidak terbatas pada, jendela transfer mendatang, di mana semua upaya harus dikerahkan untuk menunjukkan bahwa Tottenham Hotspur adalah klub sepak bola yang serius dan bahwa kami benar-benar ingin ‘menang lebih banyak, lebih sering’.”
Respons dari Manajemen Klub
Dalam konferensi persnya pada hari Kamis, Frank menyatakan, “Saya pikir sangat penting untuk menekankan bahwa meskipun ada kegaduhan, klub sangat selaras. [Direktur Olahraga] Johan [Lange], [Chief Executive] Vinai [Venkatesham], dan saya sangat selaras. Kepemilikan juga sangat selaras. Kami tahu ini adalah masa sulit yang perlu kita lewati.”
Krisis kepercayaan antara basis suporter dan manajemen klub ini menjadi tantangan serius bagi Tottenham. Bagaimana klub merespons tuntutan tegas dari para penggemar dan apakah akan ada langkah konkret di jendela transfer mendatang akan sangat menentukan arah dan ambisi mereka di sisa musim, bahkan untuk jangka panjang.
(LC/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment