Atalanta Terus Meroket: Palladino Bangga dengan Mentalitas Tim Usai Kalahkan Torino
Atalanta sukses memetik kemenangan ketiga beruntun mereka di Serie A setelah menundukkan Torino 2-0 di Gewiss Stadium pada 10 Januari 2026. Hasil ini membuat pelatih Raffaele Palladino merasa sangat bangga, terutama melihat mentalitas dan semangat bermain anak asuhnya di lapangan.
Komentar Penuh Kebanggaan Raffaele Palladino
Charles De Ketelaere membuka keunggulan La Dea dengan sundulan memantul dari sepak pojok Lorenzo Bernasconi, mengakhiri paceklik golnya di Serie A selama 118 hari. Meski demikian, pertandingan tetap terbuka hingga detik-detik terakhir sebelum Mario Pasalic memastikan kemenangan melalui skema serangan balik.
Ada sedikit kekhawatiran terkait Berat Djimsiti yang harus ditarik keluar sebelum babak pertama usai karena cedera. Beruntung, hasil rontgen di rumah sakit menunjukkan tidak ada mikrofraktur serius.
“Saya sangat puas. Seperti yang saya katakan kepada tim, saya ingin performa yang berkarakter, dan saya melihat mereka menginjakkan kaki di lapangan dengan mentalitas yang tepat. Mereka ingin menang dan juga menikmati permainan mereka, jadi itu membuat saya menjadi pelatih yang bangga,” ujar Palladino kepada Sky Sport Italia.
Palladino mengakui ada sedikit penyesalan karena timnya tidak mampu mencetak gol kedua lebih awal, yang membuat pertandingan tetap ketat. Namun, ia tetap memuji keinginan kuat timnya untuk meraih kemenangan. Ia juga secara khusus bahagia atas gol Pasalic, yang merayakan dengan emosional setelah kehilangan ayahnya sebelum Natal. Seluruh rekan satu timnya langsung memeluk Pasalic di akhir pertandingan.
Momentum Positif La Dea
Rangkaian tiga kemenangan beruntun ini merupakan pencapaian yang belum pernah dirasakan Atalanta sejak era Gian Piero Gasperini. Menariknya, kemenangan ini diraih dari lawan-lawan tangguh, yakni Roma, Bologna, dan kini Torino. Selain itu, lini pertahanan Atalanta juga tampil solid, hanya kebobolan satu gol dalam lima pertandingan terakhir.
“Pertandingan tersulit adalah pertandingan berikutnya, karena Pisa kuat di kandang, Parma memiliki banyak kualitas. Kami harus menghadapi setiap lawan dengan mentalitas yang sama, karena itulah satu-satunya cara kami bisa terus naik di klasemen,” tegas Palladino.
Palladino juga memuji etos kerja timnya. “Anak-anak ini telah memberikan begitu banyak dalam dua bulan terakhir dan setiap pemain yang bermain memberikan segalanya. Saya melihat mereka menikmati diri mereka sendiri, bekerja sebagai tim, dan para penyerang adalah yang pertama membantu pertahanan, jadi saya hanya bisa senang dengan itu.”
Strategi dan Target Palladino
Kemenangan ini membuat Atalanta terus merangkak naik di klasemen setelah awal musim yang kurang memuaskan di bawah pelatih sebelumnya, Ivan Juric. Mereka kini berada di atas Bologna di posisi ketujuh, bahkan dengan Rossoblu masih memiliki satu pertandingan tunda, selisih empat poin.
“Sejak saya tiba, saya membawa metodologi latihan yang berbeda, tetapi saya meminta tim untuk bekerja dengan intensitas tinggi, karena tidak banyak waktu antar pertandingan,” jelas Palladino.
Palladino menambahkan bahwa intensitas tersebut diperlukan untuk meningkatkan tingkat kebugaran para pemain. Meski demikian, ia merasa timnya masih bisa lebih klinis di depan gawang. “Kami menciptakan peluang mencetak gol, jadi kami harus lebih khawatir jika kami tidak menciptakannya. Kami juga masih tanpa pemain penting seperti Lookman, Kossounou, dan Bellanova, tetapi kami harus mendapatkan gol dari lebih banyak area tim dan tidak hanya dari para penyerang. Kami tentu bisa meningkat dalam hal itu.”
(SA/GN)
sumber : football-italia.net
Leave a comment