Mohamed Salah Gemilang, Mesir Depak Pantai Gading 3-2 di Perempat Final Piala Afrika
Penyerang Mesir #7 Mahmoud Trezeguet, penyerang Pantai Gading #15 Amad Diallo, dan gelandang Mesir #19 Marwan Ateiia berebut bola dalam laga perempat final Piala Afrika (CAN) antara Mesir dan Pantai Gading di Grand stadium, Agadir, pada 10 Januari 2026. (Foto oleh FRANCK FIFE / AFP)
Mohamed Salah menunjukkan performa terbaiknya saat Mesir sukses menyingkirkan juara bertahan Pantai Gading dengan kemenangan dramatis 3-2 di babak perempat final Piala Afrika pada Sabtu malam. Hasil ini membawa Firaun selangkah lebih dekat ke tangga juara turnamen paling bergengsi di benua hitam itu.
Gol-gol kemenangan Mesir dicetak oleh Omar Marmoush dan Ramy Rabia, sebelum Ahmed Aboul-Fetouh melakukan gol bunuh diri jelang jeda. Salah kemudian memperlebar keunggulan Mesir di awal babak kedua, sebelum Guela Doue memperkecil ketertinggalan untuk Pantai Gading.
Mesir kini bersiap menghadapi Senegal pada Rabu, 14 Januari 2026, di Tangiers. Pemenang dari laga ini akan bertemu tuan rumah Maroko atau Nigeria empat hari kemudian, pada Minggu, 18 Januari 2026, di partai final. Untuk informasi penayangan di Indonesia, penggemar disarankan untuk memantau pengumuman resmi dari stasiun televisi atau platform streaming olahraga yang memiliki hak siar Piala Afrika mendekati tanggal pertandingan.
Kemenangan di Agadir ini menegaskan dominasi Mesir atas Pantai Gading di ajang AFCON sejak pertemuan pertama mereka 56 tahun lalu. Hingga kini, Mesir telah mengoleksi 11 kemenangan, sementara Pantai Gading baru sekali. Dengan hasil ini, Pantai Gading menjadi juara bertahan kedelapan berturut-turut yang gagal mempertahankan gelar, sejak Mesir terakhir kali melakukannya pada tahun 2010.
Jalannya Laga Penuh Drama
Mesir membuka keunggulan hanya 182 detik setelah kick off melalui penyerang Manchester City, Omar Marmoush. Memanfaatkan kehilangan bola dari Pantai Gading, Emam Ashour memberikan umpan terobosan ciamik, dan Marmoush, yang memanfaatkan slip Odilon Kossounou, berhasil menaklukkan kiper Yahia Fofana.
Keunggulan Mesir bertambah pada menit ke-32. Berawal dari sepak pojok Mohamed Salah, bek tengah Ramy Rabia melompat lebih tinggi dari Ibrahim Sangare di tiang jauh dan sundulan melambungnya mengoyahkan jala Fofana.
Pantai Gading yang terkejut membutuhkan gol balasan. Gol yang dinanti akhirnya tiba pada menit ke-40 melalui gol bunuh diri Ahmed Aboul-Fetouh. Yan Diomande, penyerang RB Leipzig berusia 19 tahun, melepaskan tendangan bebas ke area kotak enam meter, Kossounou menanduk bola ke arah gawang, dan bola masuk setelah mengenai badan Aboul-Fetouh.
Mohamed Salah mengembalikan keunggulan dua gol Mesir hanya tujuh menit memasuki babak kedua. Kembali, Emam Ashour dari raksasa klub Afrika Al Ahly menjadi kreator. Sang gelandang menguasai bola di sayap kiri, dan umpan silang rendah melengkungnya sangat akurat untuk diteruskan Salah ke dalam gawang, meskipun mendapat tekanan dari Ghislain Konan.
Pantai Gading, yang sebelumnya berhasil membalikkan ketertinggalan dua gol saat melawan Gabon di fase grup, kembali memperkecil selisih gol pada menit ke-73. Mesir gagal menyapu bersih bola hasil sepak pojok, dan Doue dengan cerdik menyontek bola melewati kiper Mohamed El Shenawy yang berusia 37 tahun, sekaligus menciptakan suasana akhir pertandingan yang semakin menegangkan.
Ambisi Mohamed Salah di Kancah Afrika
Mohamed Salah telah membantu Liverpool memenangkan Premier League, Piala FA, Piala Liga, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub (dalam format sebelumnya), namun medali Piala Afrika yang paling berharga masih belum berhasil diraihnya.
Pemain berusia 33 tahun ini telah dua kali menjadi runner-up setelah kalah di final AFCON dari Kamerun pada 2017 dan Senegal lima tahun kemudian. Ia juga pernah menjadi bagian dari tim Mesir yang secara tak terduga tersingkir di babak 16 besar sebanyak dua kali.
Kini, Salah hanya berjarak dua pertandingan dari mewujudkan impian lamanya untuk membantu Mesir memenangkan AFCON untuk kedelapan kalinya, memperpanjang rekor mereka.
Salah tiba di Maroko untuk ajang olahraga paling bergengsi di Afrika ini di tengah ketidakpastian masa depannya di Liverpool, menyusul insiden setelah pertandingan imbang melawan Leeds United. Pemain Mesir itu, yang sempat diturunkan ke bangku cadangan setelah serangkaian hasil buruk yang dicatat tim Anfield, mengklaim bahwa ia telah “dikorbankan”.
Namun, ia telah kembali ke performa terbaiknya di AFCON kali ini, mencetak gol penentu kemenangan melawan Zimbabwe dan Afrika Selatan di babak grup, kemudian gol yang memastikan kemenangan di babak 16 besar atas Benin. Kontribusi krusialnya kini membawa Mesir selangkah lebih dekat meraih trofi.
(LC/GN)
sumber : guardian.ng
Leave a comment