UFC Menyongsong Era Baru di Paramount+: Sinyal Kekerasan dan Finis Memukau di Oktagon
Ultimate Fighting Championship (UFC) bersiap menyambut era baru dalam waktu dekat dengan debutnya di Paramount+. Momen ini disebut akan ditandai oleh gelaran UFC 324, yang dipuncaki pertarungan antara Justin Gaethje dan Paddy Pimblett di T-Mobile Arena, Las Vegas. Dengan mitra siaran baru dan potensi menarik jutaan penonton kasual, satu hal menjadi sangat jelas: UFC tidak bisa lagi menoleransi pertarungan yang membosankan.
Sinyal Pemberantasan Pertarungan Membosankan
Ada banyak spekulasi yang berkembang bahwa UFC mulai memperketat aturan bagi petarung yang secara konsisten gagal menyajikan hiburan. Promosi ini baru-baru ini memutus kontrak petarung yang belum terkalahkan, Rinat Fakhretdinov — meskipun ia baru saja mencetak knockout 54 detik — sebagian besar karena reputasinya yang sering tampil membosankan. Bahkan, juara kelas ringan Islam Makhachev secara terbuka mendorong para petarung (khususnya dari Rusia) untuk tampil lebih menghibur dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Ini mengindikasikan bahwa daya tarik di luar pertarungan juga mulai diperhatikan.
Prediksi Laura Sanko: Lebih Banyak “Kekerasan” di Ring
Tren ini semakin diperkuat oleh komentator UFC, Laura Sanko. Ia mengisyaratkan bahwa para penggemar harus bersiap melihat lebih banyak “kekerasan” di oktagon pada tahun 2026.
“Saya pikir trennya akan terus mengarah pada kekerasan,” kata Sanko. “Ada begitu banyak pembicaraan sekarang tentang memberi penghargaan kepada petarung yang agresif, memberi penghargaan pada finis, dan petarung yang berusaha untuk meraih finis. Ada perasaan di atmosfer bahwa dengan mitra siaran baru ini, kita perlu menunjukkan kepada orang-orang ini apa sebenarnya pertarungan itu.”
Daya Tarik Bintang Baru dan Penonton Kasual
Sanko percaya bahwa dengan potensi jangkauan yang lebih luas, UFC akan kembali menekankan apa yang membuat olahraga ini meledak di awal kemunculannya.
“Kita akan memiliki audiens baru,” tambahnya. “Yang membuat orang terpukau di awal adalah alur cerita yang dipadukan dengan apa yang sebenarnya dilakukan para petarung di sana. Para petarung yang muncul sebagai bintang adalah mereka yang mampu memberikan finis-finis luar biasa.”
Filosofi ini sebenarnya bukan hal baru bagi UFC. Namun, dengan kepindahan ke Paramount+, sorotan terhadap UFC akan semakin terang. Hal terakhir yang diinginkan promosi ini adalah penonton baru yang menyetel siaran hanya untuk menyaksikan lima ronde “lay-and-pray” (gulat pasif di lantai) daripada aksi-aksi penuh baku hantam dan finis mendebarkan. Pergeseran ini diharapkan akan menciptakan lebih banyak bintang dan pengalaman menonton yang lebih memuaskan bagi penggemar baru maupun lama.
(OL/GN)
sumber : www.mmamania.com
Leave a comment