Scudetto Bersejarah AC Milan: Hasil Imbang Krusial Lawan Como di Musim 1987/88
Pada 15 Mei 1988, pertandingan Como melawan AC Milan berakhir imbang 1-1. Sekilas, hasil seri ini mungkin terlihat biasa. Namun, bagi AC Milan, hasil imbang tersebut setara dengan sebuah kemenangan. Tepatnya, kemenangan yang berujung pada raihan gelar Scudetto. Sejarah mencatat beberapa hasil imbang yang begitu manis karena berhasil mengamankan trofi Tricolore, seperti yang terjadi pada tahun 2011 (Roma vs Milan 0-0). Namun, kisah di tahun 1988 ini memiliki tempat spesial dalam ingatan para Rossoneri.
Era Baru Milan: Berlusconi, Sacchi, dan Trio Belanda
Musim 1987/88 menandai dimulainya era Silvio Berlusconi sebagai presiden klub, dengan Arrigo Sacchi mengambil alih kursi pelatih kepala. Lini serang Milan diperkuat oleh duet maut Ruud Gullit dan Marco Van Basten, membentuk fondasi tim legendaris. Stadion Sinigaglia menjadi saksi puncak dari kampanye Serie A yang penuh intrik dan ketegangan. Hasil pertandingan ada di tangan Rossoneri, yang tampil tanpa henti dalam mengejar Napoli. Mereka berhasil mengalahkan tim Diego Maradona baik di kandang maupun tandang, dengan skor 4-1 di San Paolo dan 3-2 di San Siro. Setelah serangkaian hasil mengecewakan di UEFA Cup dan Coppa Italia, para penggemar Milan sudah tak sabar untuk merayakan. Segala harapan kini tertumpu pada laga melawan Como.
Jalannya Laga Penuh Ketegangan di Sinigaglia
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi, seolah tak sabar untuk memulai perayaan. Hanya dua menit setelah kick off, Daniele Virdis berhasil mencetak gol pembuka. Gol tersebut berawal dari assist cerdik Ruud Gullit. Setelah melewati dua defleksi, Virdis melepaskan tembakan kaki kanan dari tepi kotak penalti yang bersarang ke sudut jauh gawang, tak mampu dijangkau kiper Paradisi. Sinigaglia pun bergemuruh dalam lautan merah dan hitam.
Babak pertama terus berlangsung dengan peluang-peluang dari Gullit, Virdis, dan Carlo Ancelotti. Sementara itu, Como hanya sesekali mengancam melalui tembakan spekulatif dari Mattei. Namun, di awal babak kedua, tim tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan. Mattei mengirimkan bola kepada Viviani, yang kemudian meneruskannya kepada Giunta. Dengan sentuhan pertama yang presisi dari jarak dekat, Giunta berhasil membobol gawang Milan. Momen itu sempat memicu ketegangan, namun tidak lebih dari sekadar kejutan singkat. Rossoneri tetap tenang dan mengontrol pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan. Setelah sembilan tahun penantian, AC Milan akhirnya dinobatkan sebagai Juara Italia untuk kesebelas kalinya dalam sejarah klub.
Menanti Pertemuan Kembali di Serie A
Setelah sekian lama, seperti yang terlintas dalam pikiran para penggemar Milan di masa lalu, pertemuan penting antara kedua tim akan segera terulang. Dengan promosi Como ke Serie A untuk musim 2024/2025, persaingan sengit ini akan kembali menghiasi kalender sepak bola Italia. Para penggemar dari kedua kubu tentu sudah menantikan jadwal resmi pertandingan, terutama laga yang mungkin tersaji sebelum Natal, mengingat sejarah dan potensi rivalitas yang kembali bangkit di kasta tertinggi.
(SA/GN)
sumber : www.acmilan.com
Leave a comment