Awal Buruk Cristiano Ronaldo di 2026: Terjebak Tiga Kekalahan Beruntun, Bagaimana Perbandingan dengan Rekor Lionel Messi?
Tahun 2026 diawali dengan catatan kurang menyenangkan bagi Cristiano Ronaldo. Kapten Al Nassr itu belum merasakan kemenangan di tahun kalender baru ini, justru mencatatkan tiga kekalahan beruntun usai takluk 3-1 dari rival sekota Al-Hilal dalam pertandingan Derby Ibu Kota. Saat superstar Portugal ini menghadapi titik terendah yang jarang terjadi, para penggemar mulai bertanya-tanya: berapa kekalahan beruntun terpanjang yang pernah dialami Lionel Messi sepanjang kariernya yang gemilang?
Performa Buruk Ronaldo di Awal 2026
Meskipun sempat memuncaki Liga Pro Saudi pada tahun 2025, momentum Al Nassr seolah menguap. Skuad yang dipimpin Ronaldo ini menelan tiga kekalahan beruntun—jatuh ke tangan Al Ahli, Al Qadisiyah, dan Al Hilal—sebuah kemunduran yang membuat mereka harus menyerahkan posisi puncak kepada Al-Hilal, yang kini unggul tujuh poin.
Kemerosotan ini terasa sangat berat bagi Ronaldo secara pribadi. Ini hanyalah kedua kalinya sepanjang karier profesionalnya, pemenang lima Ballon d’Or itu menderita tiga kekalahan berturut-turut. Kondisi ini menempatkannya hanya satu pertandingan lagi dari rekor terendah dalam kariernya yaitu empat kekalahan beruntun.
Satu-satunya kekalahan tiga pertandingan beruntun Ronaldo lainnya terjadi saat tugas keduanya di Manchester United. Di tengah kekacauan musim 2022 di bawah Ralf Rangnick, kekalahan dari Brighton, Brentford, dan Liverpool menjadi “hat-trick” kekalahan pertama dalam kariernya. Namun, rentetan kekalahan saat ini adalah kali pertama ia membuka tahun kalender dengan tiga kekalahan berturut-turut, sebuah catatan kaki bersejarah yang pasti ingin dilupakan oleh pencetak gol terbanyak sepanjang masa ini.
Rekor Negatif Lionel Messi
Karier Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo memang seringkali mencerminkan satu sama lain selama dua dekade, dan catatan negatif mereka pun tidak terkecuali. Sama seperti rivalnya, kekalahan beruntun terpanjang dalam karier pemain Argentina itu juga berjumlah tiga pertandingan.
Berbeda dengan Ronaldo, Messi telah mencapai rekor yang tidak diinginkan ini tiga kali secara terpisah. Yang pertama terjadi pada tahun 2014 saat bersama Barcelona di bawah asuhan Gerardo “Tata” Martino, di mana tersingkirnya dari Liga Champions oleh Atletico Madrid diikuti dengan kekalahan di liga dari Granada dan kekalahan di final Copa del Rey dari Real Madrid.
Contoh kedua terjadi pada tahun 2016 di bawah Luis Enrique, dengan tersandung berturut-turut melawan Real Sociedad, Atletico Madrid (lagi-lagi di UCL), dan Valencia. Baru-baru ini, Messi mengalami “triple” kekalahan di lintas kompetisi pada bulan November 2024. Saat menjadi kapten Inter Miami, ia menderita kekalahan playoff berturut-turut dari Atlanta United sebelum dikalahkan Paraguay di Kualifikasi Piala Dunia CONMEBOL saat membela Tim Nasional Argentina.
Meskipun dua pemain legendaris ini dikenal dengan segudang prestasi dan rekor gemilang, fakta bahwa mereka juga pernah mengalami fase sulit seperti kekalahan beruntun menunjukkan bahwa dalam sepak bola, bahkan pemain terbaik dunia pun tidak luput dari tantangan dan hasil yang kurang memuaskan. Ini memberikan perspektif menarik tentang naik turunnya perjalanan karier mereka.
(SA/GN)
sumber : bolavip.com
Leave a comment