Home Sepakbola Inggris Premier League Pahlawan Rangers menolak tawaran £10 ribu per minggu untuk tetap di Skotlandia.
Premier League

Pahlawan Rangers menolak tawaran £10 ribu per minggu untuk tetap di Skotlandia.

Share
Pahlawan Rangers menolak tawaran £10 ribu per minggu untuk tetap di Skotlandia.
Share

Marvin Andrews: Kisah Luar Biasa Seorang Bek Legenda

Mantan bek Rangers, Marvin Andrews, dikenal sebagai sosok yang tidak biasa dalam sepakbola. Kisah yang dibagikan pekan ini oleh agen sepakbola terkemuka, John Viola, mengungkapkan pandangannya yang berbeda terhadap permainan dan kehidupan.

Kesepakatan yang Ditepis

Viola mengungkapkan, saat Andrews bermain di Raith Rovers pada tahun 2008, ia membantu mendapatkan tawaran menggiurkan dari klub Liga Utama Inggris, Reading, yang bernilai sekitar £10,000 per minggu. Ini adalah jumlah yang benar-benar mengubah hidup, mengingat Andrews saat itu hanya mendapatkan £500 per minggu.

Namun, mengejutkan bagi Viola, Andrews menolak tawaran tersebut. “Saya memberitahunya tentang klub dan uangnya,” kata Viola. “Setelah ada jeda, ia berkata dengan tenang, ‘John, saya senang di sini.’”

Prioritas yang Berbeda

Alasan penolakan bukan terkait sepakbola. Andrews tengah berlatih menjadi seorang pendeta, sangat mencintai kehidupan rumahnya, dan merasa puas bermain di Raith.

Pengalaman tersebut mengubah cara pandang Viola tentang makna kesuksesan bagi berbagai pemain. “Tidak semua pemain menginginkan lebih banyak uang. Beberapa hanya ingin bahagia,” ujarnya.

Pemainan dan Keamanan di Ibrox

Untuk para pendukung Rangers, cerita ini sejalan dengan sosok Andrews yang menjadi pahlawan di Ibrox pada pertengahan 2000-an — seorang pemain yang dipandu oleh iman, keyakinan, dan rasa tujuan yang kuat.

Sebelum bergabung dengan Rangers, Andrews telah dikenal sebagai favorit penggemar di Livingston, di mana ia membuat lebih dari 120 penampilan dan membantu klub meraih posisi ketiga yang luar biasa di SPL setelah promosi pada 2001/02.

Performa melawannya terhadap klub-klub besar Skotlandia membuatnya semakin dikenal, hingga Almondvale menjadi tempat yang memiliki arti emosional baginya.

Baca juga:  FPL | Tetapkah kamu percaya pada Antoine Semenyo, bintang baru Man City?

Keputusan Berani

Masalah keuangan di Livingston memaksa beberapa pemain kunci untuk pindah, dan Andrews ditawari kontrak menggiurkan di Dundee United. Sekali lagi, keyakinan membimbing keputusannya. “Saya berdoa dan bertanya kepada Tuhan apakah Ia ingin saya pergi ke Dundee United dan Tuhan berkata ‘tidak’,” terangnya.

Cerita ini segera menjadi berita, dan beberapa minggu kemudian, Livingston mencapai final Piala Liga melawan Hibs. Tak lama setelah itu, Rangers memanggilnya.

Keberhasilan Bersama Rangers

Pada musim panas 2004, Andrews tiba di Murray Park, memasuki dunia yang jauh berbeda dari fasilitas sederhana yang ia kenal sebelumnya. “Mata saya terbuka,” jelasnya.

Langsung menghadapi tuntutan tinggi, Andrews menyadari bahwa ia harus meningkatkan performa. Ungkapan tegas dari manajer Alex McLeish saat sesi latihan pertama juga menjadi pengingat: “Kamu bukan di Livingston lagi, Marv.” Namun, Andrews tetap berpegang pada etos kerja, kepercayaan, dan komitmen.

Keunggulan tersebut dengan cepat mencuri hati para pendukung Rangers. Andrews menjadi bagian penting dari tim yang berhasil meraih salah satu gelar liga paling dramatis dalam sejarah sepakbola Skotlandia pada musim 2004/05.

“Helicopter Sunday adalah hari yang luar biasa,” ujarnya mengenang momen tersebut, dimana Rangers merebut gelar di hari terakhir liga.

Tanggapan Luar Biasa di Tengah Cidera

Kisah Andrews di Rangers tidak hanya ditandai oleh trofi, tetapi juga tanggapannya yang luar biasa terhadap cedera. Pada Maret 2005, ia mengalami masalah ligamen cruciatum yang diyakini dokter memerlukan pembedahan. Namun, Andrews menolak, percaya Tuhan akan menyembuhkannya.

Setelah berlatih sendiri selama beberapa minggu dan menandatangani dokumen pernyataan untuk melindungi klub, McLeish membuat keputusan berani untuk memainkannya dalam pertandingan Old Firm melawan Celtic.

Baca juga:  Prediksi Man City vs Leeds: Siapa yang bakal menang?

“Saya merasa gugup,” akui Andrews. “Saya belum bermain selama enam minggu. Tapi saya bermain selama 80 menit dan tampil baik.”

Meskipun Rangers kalah pada pertandingan itu, pesan yang diucapkan Andrews kepada fans dan media menjadi legendaris: “Terus percaya, Tuhan berkata ini belum berakhir.”

Karier Setelah Rangers

Kisah karier Andrews di Rangers berakhir di bawah Paul Le Guen pada 2006/07, tetapi ia melanjutkan bermain di liga bawah Skotlandia dan Inggris hingga 2016, memperkuat Clyde di bawah mantan kapten Rangers, Barry Ferguson, di usia 40 tahun.

Di level internasional, Andrews berperan penting dalam membawa Trinidad dan Tobago ke Piala Dunia perdana mereka pada tahun 2006, meskipun dengan nasib buruk saat ia mengalami cedera lutut sebelum turnamen dimulai.

“Saya menangis seperti bayi malam itu,” kenang Andrews tentang kualifikasi tersebut. “Hanya untuk ada di sana adalah sebuah berkah bagi saya.”

Makna Sejati di Balik Prestasi

Kesadaran ini mencerminkan nilai yang disoroti dalam cerita Viola. Sementara banyak pemain mengejar kontrak dan prestise, Andrews selalu memilih jalan yang berbeda. “Saya memiliki banyak rasa hormat pada Marvin,” tulis Viola. “Ia adalah manusia yang luar biasa.”

Bagi para penggemar Rangers, Marvin Andrews tetap menjadi simbol keyakinan, ketahanan, dan keaslian — seorang pemain yang memberi segalanya di lapangan, tetap setia pada keyakinan di luar lapangan, dan meninggalkan warisan unik dalam sejarah modern klub ini.

“Dengan keyakinan, Anda dapat melakukan segala-galanya. Jika bukan karena Tuhan, dunia tidak akan mengenal Marvin Andrews,” tutup Andrews.

(PL/GN)
sumber : insideibrox.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Inilah gol paling aneh di Premier League yang harus kamu ingat!

Dalam sejarah Premier League, beberapa gol aneh menciptakan momen tak terlupakan, dari...

Bruno Fernandes: Kunci Kesuksesan Manchester United di Premier League!

Bruno Fernandes menjadi pilar utama kesuksesan Manchester United di Premier League, dengan...

Menggali Kekuatan Liverpool U21 di Premier League 2!

Liverpool U21 menunjukkan potensi luar biasa di Premier League 2, dengan permainan...

Nonton Liverpool vs Qarabag FK: Streaming, TV, dan waktu kick-off!

Saksikan pertarungan seru antara Liverpool dan Qarabag FK! Dapatkan info streaming, siaran...