VAR: Janji Teknologi yang Belum Sepenuhnya Terwujud
Tanggal 14 Januari – Video Assistant Referee (VAR) diperkenalkan sebagai solusi untuk mengurangi kesalahan besar dalam pertandingan sepak bola. Teknologi ini diharapkan dapat menciptakan permainan yang lebih adil dengan mengurangi sejumlah kesalahan yang sering terjadi. Namun, tampaknya harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud.
Statistik Kesalahan VAR Meningkat
Data terbaru menunjukkan bahwa kesalahan VAR justru meningkat pada paruh pertama musim ini. Menurut informasi dari BBC Sport yang dikumpulkan dari Panel Insiden Kunci Pertandingan Premier League, terdapat 13 kesalahan VAR sejauh ini, meningkat dari 10 kesalahan pada waktu yang sama tahun lalu, atau meningkat sekitar 30%. Meskipun begitu, jumlah ini masih lebih baik dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya, di mana jumlah kesalahan mencapai 20 pada musim 2023-24 dan 23 pada musim sebelumnya.
Jenis-jenis Kesalahan
Banyak kesalahan yang terjadi tergolong dalam kategori yang sama: intervensi yang terlewat. VAR tidak melakukan intervensi pada 11 kesempatan, padahal panel merasa seharusnya VAR turun tangan. Angka ini meningkat dibandingkan dengan 7 kesalahan di tahun lalu. Sementara itu, intervensi yang salah, di mana VAR campur tangan saat seharusnya tidak, mengalami penurunan dari 3 menjadi 2.
Satu angka penting lainnya adalah total keputusan yang dibatalkan. Angka ini turun dari 57 menjadi 47, atau hampir 18%. VAR kini lebih jarang melakukan intervensi, yang dapat dianggap sebagai langkah yang direncanakan, tetapi tampaknya lebih banyak kesalahan yang tidak terdeteksi.
Pandangan Panel KMI
Panel KMI bertemu setiap pekan dan terdiri dari mantan pemain dan pelatih serta perwakilan dari Premier League dan PGMOL. Panel ini didirikan pada tahun 2022 untuk mengambil alih penilaian wasit dari tangan petugas sendiri. Mereka tidak menilai insiden seperti yang dilakukan oleh penonton atau pelatih, melainkan berdasarkan hukum permainan dan bagaimana liga ingin pertandingan diwasiti. Oleh karena itu, daftar kesalahan mereka sering terasa lebih pendek dibandingkan dengan apa yang dianggap salah oleh para pendukung.
Siapa yang Paling Dirugikan?
Beberapa tim yang paling dirugikan sejauh ini adalah Bournemouth, Brentford, dan Manchester United, yang masing-masing merasakan dua kesalahan VAR. Di sisi lain, Chelsea menjadi tim yang paling diuntungkan, di mana kemenangan mereka atas Fulham dan hasil imbang dengan Bournemouth bisa jadi berbeda jika keputusan lebih jelas.
Kesimpulan
Semuanya tidak berarti bahwa VAR telah gagal sepenuhnya. Angka-angka masih lebih baik dibandingkan dua tahun lalu. Namun, janji untuk memberikan kejelasan dan keadilan masih belum terwujud sepenuhnya. VAR seharusnya mengakhiri perdebatan, tetapi nyatanya hanya menghadirkan perdebatan baru dalam jagat sepak bola.
(PL/GN)
sumber : www.insideworldfootball.com
Leave a comment