Arsenal Taklukkan Chelsea 3-2 di Leg Pertama Semifinal Piala Liga, Diwarnai Blunder Kiper
Arsenal berhasil memetik kemenangan penting 3-2 atas Chelsea di leg pertama semifinal Piala Liga Inggris yang berlangsung di Stamford Bridge. Kemenangan The Gunners ini tak lepas dari dua kesalahan fatal yang dilakukan kiper Chelsea, Robert Sanchez.
Jalannya Laga Penuh Drama
Pada menit ketujuh, sebuah sepak pojok melambung di atas Sanchez, memungkinkan Ben White untuk dengan mudah menanduk bola ke gawang yang tidak terjaga. Skor 1-0 untuk Arsenal.
Keunggulan Arsenal bertambah di menit ke-49, lagi-lagi berkat blunder Sanchez. Kali ini, umpan silang rendah terlepas dari tangannya saat mencoba menangkap bola, membuat Viktor Gyokeres mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol tap-in.
Chelsea sempat memperkecil ketertinggalan melalui pemain pengganti, Alejandro Garnacho, namun Arsenal berhasil memulihkan keunggulan dua gol mereka. Martin Zubimendi sukses menyarangkan bola ke gawang lawan pada menit ke-70.
Garnacho kembali mencetak gol keduanya di menit ke-83, memberikan harapan bagi Chelsea menjelang leg kedua. Gol tersebut membuat skor akhir menjadi 3-2.
Harapan Masih Terbuka
Meski kalah di leg pertama, gol telat Garnacho memberi Chelsea secercah harapan untuk membalikkan keadaan di leg kedua. Pertandingan penentuan akan digelar pada tanggal 4 Februari 2024 dini hari WIB di Emirates Stadium, markas Arsenal.
Tim asuhan Mikel Arteta tetap menjadi favorit untuk melaju ke final pada 22 Maret 2024 mendatang di Wembley Stadium. Musim ini memang menjadi musim yang menjanjikan bagi The Gunners, yang saat ini memimpin Premier League dengan selisih enam poin dan juga menduduki puncak klasemen di Liga Champions.
Sorotan pada Pelatih dan Statistik
Kekalahan ini menandai pertandingan kandang pertama yang mengecewakan bagi pelatih Chelsea, Liam Rosenior, yang baru ditunjuk pekan lalu dengan kontrak enam tahun dan sebelumnya meraih kemenangan di Piala FA pada akhir pekan. Kemenangan tersebut diraih saat bertandang melawan tim divisi dua, Charlton Athletic, menjadikan laga melawan Arsenal ini sebagai ujian sesungguhnya bagi Rosenior.
“Kami membiarkan mereka memberi kami lebih banyak tekanan dan begitulah kami kebobolan gol. Tidak sesuai standar kami,” ujar Ben White usai pertandingan.
Sebelumnya, Rosenior bersikeras bahwa Arsenal tidak seharusnya dicap sebagai “Set Piece FC” – merujuk pada keunggulan tim dalam situasi bola mati. Namun, gol pembuka Arsenal memang berasal dari skema tersebut.
Sanchez salah perhitungan saat mencoba menghalau bola sepak pojok yang diayunkan Declan Rice, sementara striker Chelsea Joao Pedro secara aneh tidak melompat untuk mencoba menyapu bola. Ini membuat White dengan mudah mencetak gol. Menurut BBC, gol tersebut adalah gol ke-24 Arsenal dari bola mati di semua kompetisi musim ini, dengan 18 di antaranya berasal dari sepak pojok.
Kesalahan Sanchez yang pertama sudah ceroboh, namun yang kedua lebih parah. Bola White yang menyusur di depan kotak enam yard seharusnya bisa dengan mudah diamankan oleh sang kiper, namun bola justru melewati tangannya saat ia menjatuhkan diri. Gyokeres tidak mungkin melewatkan kesempatan untuk mencetak gol keduanya sejak 1 November.
Semifinal Lain dan Potensi Final
Di semifinal lainnya, Manchester City berhasil menang 2-0 atas Newcastle di leg pertama pada hari Kamis, 1 Februari 2024 dini hari WIB. Pertandingan leg kedua antara kedua tim ini akan berlangsung pada tanggal 5 Februari 2024 dini hari WIB.
Dengan hasil ini, laga final yang paling mungkin adalah antara Manchester City melawan Arsenal, dua tim teratas di liga. Ini akan menjadi ulangan final tahun 2018 – final Piala Liga terakhir yang berhasil dicapai Arsenal – yang kala itu dimenangkan oleh City dengan skor 3-0.
(LC/GN)
sumber : sportnation.nz
Leave a comment