Home Olahraga Lainnya DC Balas Jones: “Nggak Bakal Temenan!”
Olahraga Lainnya

DC Balas Jones: “Nggak Bakal Temenan!”

Share
DC Balas Jones: "Nggak Bakal Temenan!"
Share

Daniel Cormier Tegaskan Tak Perlu Akrab dengan Jon Jones, Cukup Profesional

Meskipun mereka baru saja terlibat dalam sebuah proyek bersama, Daniel Cormier menegaskan bahwa ia tidak berusaha untuk menjalin persahabatan dengan Jon Jones. Baginya, hubungan profesional sudah lebih dari cukup.

Rivalitas Abadi dan Reuni Terbaru

Cormier dan Jones dikenal sebagai rival terpanas dalam sejarah MMA, sebuah perseteruan yang bahkan setelah hampir satu dekade sejak pertarungan terakhir mereka, api dendamnya masih membara. Belum lama ini, kedua mantan juara UFC tersebut kembali bersaing, kali ini sebagai pelatih dalam sebuah reality show di Thailand. Hasilnya? Tidak banyak yang berubah.

“Mungkin saya adalah semua hal itu bagi dirinya,” kata Cormier. “Begini saja: kami bersama setiap hari. Kami bersikap ramah. Ada saat-saat di mana Jon dan saya benar-benar tertawa. Kami tertawa bersama karena beberapa hal. Tetapi jika saya tidak harus berada di dekatnya, saya tidak akan secara sukarela berada di dekatnya. Untuk apa saya menginginkan itu?”

Profesionalisme Tanpa Keakraban

Cormier menjelaskan bahwa meskipun ia tidak lagi menyimpan emosi negatif sedalam dulu, sejarah mereka terlalu kelam untuk bisa menjadi teman dekat. Pertengkaran pribadi yang menyeret keluarga hingga tuduhan kecurangan dari pihak Jones menjadi alasan utama.

“Saya tidak menyimpan emosi masa lalu seperti yang saya rasakan padanya. Sungguh tidak. Tapi kami saling berbicara negatif tentang keluarga masing-masing; kami memiliki hal yang sangat buruk. Dia curang, terus-menerus. Saya tidak harus memaafkannya dan menjadi temannya. Itu sama saja saya bilang, ‘Semua yang kamu lakukan itu baik.’ Padahal tidak. Itu tidak baik. Jadi ya, saya bisa bersikap ramah, saya bisa bekerja bersamanya, saya bisa melakukan tugas saya, tapi saya tidak harus menjadi temannya. Saya seorang pria. Begitulah adanya. Saya tidak akan berteman dengannya.”

Sejarah Penuh Drama

Bukan hal yang mengejutkan jika Cormier tidak ingin berhubungan lebih akrab dengan Jones. Jones adalah orang yang memberikan kekalahan pertama bagi Cormier di MMA. Rematch yang dijadwalkan di UFC 200 dibatalkan setelah Jones gagal melewati tes zat terlarang.

Baca juga:  Manel Kape: Joshua Van Cuma Samsak, Aku Libas Habis!

Keduanya akhirnya bertemu kembali di UFC 214, di mana Jones menang melalui head kick knockout. Namun, kemenangan itu kemudian dibatalkan setelah Jones kembali gagal dalam tes doping.

Mengingat sejarah panjang dan sifat serangan personal di antara mereka, Cormier merasa nyaman dengan menjaga jarak dalam hubungannya dengan Jones.

Filosofi ‘Bukan Dongeng’ dari Cormier

Cormier memiliki pandangan realistis tentang hubungan mereka, jauh dari bayangan ‘happy ending’ yang sering digambarkan dalam cerita.

“Saya tidak perlu menjadi temannya,” kata Cormier. “Saya selalu mengatakan itu padanya. Saya bilang, ‘Hei kawan, happy ending dan dongeng itu untuk anak-anak yang membutuhkan hal-hal ini untuk tidur di malam hari. Gadis-gadis kecil yang percaya pada putri dan pangeran.’ Kamu tidak perlu berteman dengan semua orang. Kamu tidak harus berteman dengan setiap orang yang pernah bermasalah denganmu. Tidak apa-apa. Lakukan saja urusanmu, saya akan melakukan urusan saya, dan kita akan baik-baik saja.”

Bagi Cormier, kesempatan bekerja bersama Jones dalam sebuah acara televisi hanyalah bagian dari pekerjaan, terutama jika ada imbalan finansial yang menarik.

“Kalian ingin membayar kami untuk melakukan acara ini? Oke. Uang yang sangat banyak? Saya bisa melakukan acara dengannya, dan saya ingin mengalahkannya (dalam konteks coaching). Tapi kami tidak perlu berteman. Kami tidak perlu minum-minum bersama dan makan malam dan melakukan semua hal gila ini. Kamu tidak perlu memiliki akhir dongeng untuk setiap hal dalam hidup. Hidup itu tidak adil, kawan. Dan jika adil itu berarti saya harus menjadi temanmu, maaf, kamu punya kehidupan di depan yang tidak akan adil. Tapi apakah saya akan menyerang Jon Jones dan bertengkar dengannya setiap kali saya melihatnya? Tidak. Jika dia menyapa saya, saya akan menyapanya, tapi mengapa kita harus berteman?”

Pernyataan Daniel Cormier ini menggarisbawahi kompleksitas hubungan antara rival berat di dunia olahraga. Mereka mungkin dapat bekerja berdampingan secara profesional, tetapi ikatan persahabatan adalah batasan yang tidak ingin ia langgar, menegaskan bahwa tidak semua konflik harus berakhir dengan rekonsiliasi total dan setiap orang memiliki hak untuk memilih dengan siapa mereka akan menjalin hubungan pribadi.

Baca juga:  UFC 2025: Ini Dia Tahunnya Para Juara!

(OL/GN)
sumber : www.mmafighting.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Masvidal Bakal Gebrak UFC, Siap Tantang McGregor?

Masvidal siap gebrakan UFC! Rumor kencang menyebut ia incar tantangan McGregor. Akankah...

Mendadak! Kuzmin Tantang Battbootti di ONE Fight Night 39!

Mendadak! Kuzmin secara mengejutkan menantang Battbootti. Duel seru siap ramaikan ONE Fight...

Resmi! Chiesa vs. Harris di UFC Fight Night 271.

Resmi! Chiesa vs. Harris siap beradu di UFC Fight Night 271. Jangan...

Kayla Harrison Mundur dari UFC 324, Pasca Operasi Leher Penuh Haru.

Kayla Harrison mundur dari UFC 324 pasca operasi leher. Keputusan penuh haru...