Liverpool Terkendala dalam Pertandingan Melawan Burnley di Anfield
Kemampuan Liverpool untuk mendominasi pertandingan tanpa sepenuhnya mengontrol hasilnya semakin menjadi tema yang familier. Hasil imbang terbaru di Anfield menjadi contoh lain bagaimana margin kecil terus menyakiti mereka.
Jalannya Pertandingan
Meskipun Liverpool mencatatkan 32 tembakan, dengan xG mencapai 2.95 dan 76 sentuhan di kotak penalti lawan, mereka harus puas dengan hasil 1-1 melawan Burnley. Satu kesalahan defensif lagi-lagi menjadi penyebab kehilangan poin.
Analisis Pasca Pertandingan
Dalam analisa pasca pertandingan di Premier League Productions, mantan bek Inggris, Joleon Lescott, memberikan perhatian khusus pada pasangan bek tengah Liverpool, dengan Ibou Konate menjadi sorotan utama. Pemain asal Prancis ini terlibat dalam momen yang membawa gol penyama dari Marcus Edwards, meskipun masalah yang lebih besar melampaui satu insiden tersebut.
Lescott menyampaikan, “Melihat gol tersebut, saya rasa Konate bisa bergerak lebih ke samping, membuatnya lebih sulit untuk mendapatkan tembakan, namun tampaknya tidak ada keberuntungan dan terlihat kurang percaya diri.”
Lescott juga berhati-hati dalam menyalahkan satu individu, dan lebih memilih untuk mengevaluasi kemitraan bersama Virgil van Dijk secara keseluruhan. Ia menambahkan, “Bukan hanya Konate… mereka bermain sebagai pasangan dan tampaknya tidak sejalan.”
Pentingnya Koordinasi Defensif
Kekurangan sinergi ini menjadi semakin disayangkan mengingat seberapa sedikit Liverpool sebenarnya kebobolan dalam permainan terbuka. Burnley hanya berhasil menciptakan sejumlah serangan berarti, tetapi mampu menghukum Liverpool dengan satu di antaranya, menegaskan mengapa konsentrasi defensif tetap sangat penting di level atas liga.
Lescott menjelaskan bahwa kepercayaan diri memiliki peran yang halus namun krusial, mengatakan bahwa para bek dapat menjadi “lebih ragu-ragu dalam posisi” dan memilih opsi yang lebih aman daripada berani.
Hal ini selaras dengan kekhawatiran yang diungkapkan oleh Lewis Steele setelah pertandingan, yang menyebutkan bahwa Liverpool “17 poin lebih buruk dibanding musim lalu,” sembari menggambarkan permainan mereka sebagai “sulit untuk disaksikan selama berbulan-bulan.” Selain itu, Steven Gerrard juga menyatakan bahwa hasil imbang di rumah melawan tim seperti Burnley adalah “tidak dapat diterima,” meski dalam rangkaian pertandingan tanpa kekalahan.
Menyoroti Momen Krusial
Kekhawatiran bukan terletak pada banyaknya peluang yang kebobolan, tetapi pada waktu dan ketepatan. Laporan pertandingan BBC menyoroti bagaimana Burnley mencetak gol di saat yang tepat, beberapa menit setelah tanda-tanda peringatan sudah muncul.
Polarisasi dari momen individu yang melibatkan Konate atau Van Dijk terasa lebih besar, meskipun performa keseluruhan tetap dominan. Komentar Lescott menambah dimensi lain, menunjukkan bahwa masalah ini kurang terkait dengan upaya dan lebih kepada kohesi.
Dengan jadwal pertandingan Liga Champions dan liga yang padat di depan, memperbaiki detail kecil dalam pertahanan bisa menjadi perbedaan antara tekanan yang meningkat dan kembalinya momentum. Saat ini, Konate berada di pusat perbincangan yang mencerminkan masalah lebih luas di Liverpool, bukan hanya satu kesalahan tunggal.
(PL/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment