Real Madrid Mengamuk, Pertahanan Lawan Rapuh Ditempa Kecepatan Mbappé
Real Madrid kembali menunjukkan dominasinya di lapangan hijau. Kecepatan bintang mereka, Kylian Mbappé, terbukti terlalu sulit diatasi bagi barisan pertahanan lawan pada Selasa malam. Para penyerang Real Madrid berkali-kali menemukan celah yang bisa dimanfaatkan, yang berujung pada pesta gol.
Analisis Pertahanan yang Rapuh
Di bawah mistar gawang, Philipp Köhn memang tidak melakukan kesalahan fatal, namun ia tetap kebobolan enam gol tanpa penyelamatan krusial yang menonjol. Di sisi pertahanan, Vanderson awalnya tampil solid, tetapi kemudian kehilangan Vinicius Junior yang berujung pada gol kedua, dan gol keempat juga berasal dari sektornya. Ia akhirnya ditarik keluar pada menit ke-61, digantikan oleh Ouattara yang sempat melakukan recovery berani di akhir pertandingan.
Eric Dier nyaris mencetak gol bunuh diri pada menit ke-21 dan berulang kali terekspos, terutama pada gol ketiga dan kelima Madrid. Sementara itu, Kehrer bermain cukup tenang hingga babak pertama usai, namun penampilannya menurun drastis setelahnya, melakukan dua operan berisiko dan sebuah gol bunuh diri.
Lini Tengah dan Sayap yang Kewalahan
Di lini tengah, Caio Henrique mengalami “rough duel” melawan wonderkid Argentina berusia 18 tahun, Mastantuono, dan lambat dalam recovery pada gol ketiga. Denis Zakaria awalnya mencoba menutup celah pemain lain sebelum akhirnya “fading” dan digantikan oleh Bamba pada menit ke-73.
Bermain di depan lini pertahanan, Teze terlibat dalam empat gol pertama Real Madrid karena “poor positioning” atau “turnovers” yang ia lakukan. Namun, ia kemudian berhasil mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan. Maghnes Akliouche menunjukkan peningkatan setelah jeda dan menjadi salah satu dari sedikit pemain yang mampu merepotkan pertahanan Madrid.
Upaya Minim dari Lini Serang
Aleksandr Golovin minim kontribusi dan dengan mudah dilewati oleh Camavinga yang berujung pada gol kedua. Ansu Fati gagal menyambut umpan silang pada menit ke-19, serta tidak menunjukkan “end product” yang berarti, sebelum akhirnya digantikan oleh Coulibaly pada menit ke-61. Coulibaly sendiri terlihat “jogged back” saat gol kelima Madrid tercipta.
Di lini depan, Folarin Balogun cukup baik dalam “holding the ball up” dan sempat memaksa kiper melakukan penyelamatan di babak pertama, namun itu tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Evaluasi Pelatih dan Pertandingan
Sang pelatih hanya diberi rating dua, menunjukkan masalah pertahanan yang masih terus menghantui tim. Penilaian ini menyoroti pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan, terutama dalam meracik strategi dan mengorganisir lini belakang. Sementara itu, pertandingan secara keseluruhan dan kinerja wasit masing-masing mendapatkan rating tujuh, menunjukkan jalannya laga yang menarik dan adil meskipun hasil akhirnya berat sebelah.
Kekalahan telak ini menjadi sinyal keras bagi tim untuk segera berbenah. Masalah fundamental di lini pertahanan harus segera diatasi agar tidak terus menjadi celah yang dimanfaatkan lawan dalam kompetisi mendatang.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment