Reformasi Tim Brighton di Bawah Pelatih Fabian Hurzeler
Fabian Hurzeler menghadirkan pendekatan unik di Brighton & Hove Albion dengan mengandalkan angkatan tua dalam susunan timnya. Pada laga melawan Bournemouth yang berakhir imbang 1-1, ia menurunkan empat pemain di atas 34 tahun.
Pemain Veteran yang Menyemarakkan Tim
Keempat pemain berpengalaman tersebut adalah Danny Welbeck (35 tahun), Pascal Gross (34), Lewis Dunk (34), dan Joel Veltman (34). Brighton menjadi tim pertama yang memiliki setidaknya empat pemain di atas 34 tahun dalam starting XI Premier League sejak Wolves menghadapi Aston Villa pada Desember 2003.
Pada laga tersebut, pelatih Wolves saat itu, Dave Jones, menempatkan Denis Irwin (38), Paul Ince (36), Oleg Luzhny (35), dan Alex Rae (34) di lapangan.
Komposisi Tim yang Menarik
Di bangku cadangan, Hurzeler juga menyimpan kiper cadangan Jason Steele (35) dan veteran berusia 40 tahun, James Milner. Di sisi lain, terdapat 11 pemain berusia 25 tahun ke bawah, satu pemain berusia 26 tahun, dan dua pemain berusia 28 tahun dalam skuat. Satu-satunya pemain di rentang usia ‘puncak’ adalah Ferdi Kadioglu yang berusia 26 tahun. Dengan demikian, jelas bahwa Brighton lebih banyak memiliki pemain muda dan veteran, dengan sedikit pemain di antara keduanya.
Kebijakan Rekrutmen yang Jelas
Profil usia tim ini bukanlah kebetulan. Kebijakan rekrutmen Brighton berfokus pada perekrutan pemain muda yang dianggap memiliki nilai pasar yang layak dan bisa berkembang, seperti Charalampos Kostoulas yang mencetak gol penyama kedudukan dengan tendangan bicycle kick yang spektakuler. Brighton membayar £30 juta (sekitar Rp 700 miliar) untuk pemain berusia 18 tahun itu dari Olympiacos, lebih dari yang biasanya mereka belanjakan untuk pemain muda.
Pentingnya Pengalaman Pemain Senior
Pemain muda memang membutuhkan bimbingan agar dapat berkembang. Di sini, keberadaan pemain veteran berpengalaman sangat penting untuk membantu mereka memahami tantangan yang dihadapi dalam karier sepak bola mereka. Contohnya, Welbeck dengan pengalaman bermain di Manchester United, Arsenal, dan tim nasional Inggris tentu memberikan pelajaran berharga bagi Kostoulas.
Persaingan Pecahan Usia
Nah, sangat sedikit pemain di skuat Brighton yang berusia 24 hingga 28 tahun. Para pemain yang berkualitas di usia tersebut biasanya memiliki rekam jejak yang terbukti, sering kali dengan harga transfer yang mahal dan peluang keuntungan saat dijual kembali yang lebih sedikit. Ini membuat Brighton menghadapi kompetisi yang lebih ketat untuk merekrut pemain di usia tersebut.
Misalnya, Brighton berusaha membeli Kiernan Dewsbury-Hall yang berusia 25 tahun dari Leicester City pada jendela transfer musim panas 2024, tetapi ia akhirnya bergabung dengan Chelsea.
Contoh Pemain Usia 24 hingga 28
Jan Paul van Hecke (25 tahun), yang direkrut dari NAC Breda saat berusia 20 tahun, telah berkembang menjadi bek tengah yang kuat. Sementara Kaoru Mitoma (28) adalah contoh transaksi yang cerdas, di mana Brighton merekrutnya dari Kawasaki Frontale seharga sekitar £3 juta saat usianya 24 tahun, dan kini memiliki nilai lebih tinggi setelah diminati Al Nassr.
Kadioglu dan Mats Wieffer, masing-masing berusia 26 tahun, merupakan bagian dari investasi besar Brighton di jendela transfer musim panas 2024, dengan total mendatangkan sembilan pemain baru.
Kesimpulan
Hurzeler kini dihadapkan pada tantangan keseimbangan antara pemain muda dan veteran. Skuat yang terlalu tua bisa kehilangan kecepatan dan energi, sementara pemain muda cenderung kurang konsisten. Dengan tetap berpegang pada kebijakan rekrutmen yang telah terbukti berhasil, Brighton harus menemukan cara untuk memadukan pengalaman dan potensi dalam upaya mereka di Premier League.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment