Nabilai Kibunguchy: Berharap Kembali Memperkuat Timnas Kenya
Singapura – Dua tahun yang lalu, Nabilai Kibunguchy sempat merasakan pengalaman bermain untuk tim nasional Kenya, yang semakin memotivasi bek berusia 28 tahun ini untuk berkarir di tingkat internasional. Lahir di Amerika Serikat dari orang tua asal Kenya, ia memutuskan untuk beralih dari membela timnas AS ke Kenya, serta tampil singkat sebagai pemain pengganti dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 pada November 2023.
Pengalaman di Hougang United
Saat ini, Kibunguchy berharap pengalaman bermain di Hougang United di Liga Primer Singapura dapat membawanya kembali ke pangkuan Tim Harambee Stars. “Selalu menjadi tujuan saya untuk mewakili Kenya. Ini adalah akar saya, tempat orang tua saya berasal. Kebanggaan mewakili tempat asal sangat berarti bagi saya, jadi ketika saya membuat keputusan itu, saya sangat bahagia,” ungkap Kibunguchy.
Meniti Karir di Singapura
Dengan tinggi badan 1,91 m, Kibunguchy menjadi pemain Afrika pertama yang tampil di SPL sejak Joel Tshibamba dari Republik Demokratik Kongo yang bermain selama empat bulan dengan Warriors FC pada 2017. Ia menemukan cinta pada sepak bola melalui tayangan tim Premier League Inggris, Arsenal, yang ditontonnya bersama ayahnya. Kibunguchy pun pernah dipanggil ke tim nasional U-19 AS pada 2016, di mana ia berbagi ruang ganti dengan pemain masa depan seperti Weston McKennie dari Juventus.
“Pemain-pemain itu sudah profesional dan memiliki banyak pengalaman pada saat itu. Setelah mengikuti pelatihan itu, saya merasa, ‘Ya, saya bisa menjadi profesional dan bekerja untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi’,” ujarnya.
Sebelum bergabung dengan Hougang, Kibunguchy bermain di tim cadangan Orlando City di MLS. Dia menandatangani kontrak dengan Hougang pada Agustus lalu melalui agen asal Thailand, kesempatan pertamanya untuk berkarir di luar negeri dan mencoba hal baru, baik di lapangan maupun di luar lapangan.
Ada Tantangan di Singapura
Sejak bergabung, Kibunguchy telah beradaptasi dengan kehidupan di Singapura dengan baik, meskipun awalnya mengalami beberapa kejutan budaya, termasuk harus menggunakan transportasi umum untuk berlatih dan beradaptasi dengan cuaca setempat. Ia kini menikmati permainan di bawah asuhan pelatih asal Thailand, Pannarai Pansiri.
“Dia bekerja keras untuk kami, baik di malam hari maupun sesi pagi, jadi kami juga memberikan yang terbaik untuknya. Kami semua menyukai bermain untuknya,” kata Kibunguchy. Ia percaya, berkat kerja keras Pannarai, tim kini memiliki struktur yang lebih baik. Dia berharap rekan-rekannya bisa menjaga disiplin taktis saat menghadapi Lion City Sailors di Stadion Bishan pada 24 Januari mendatang.
Persiapan Menghadapi Lion City Sailors
Kibunguchy menekankan pentingnya untuk tetap bersatu sebagai tim. “Kami harus tetap kuat dan tidak membiarkan lawan melewati kami dengan mudah. Kami perlu mempertahankan blok pertahanan yang solid, terutama di lini tengah, dan membuat mereka bermain melewati kami, bukan melalui kami,” ujarnya.
Pelatih Sailors, Aleksandar Rankovic, tetap waspada dan mengakui kualitas pemain Hougang, mengatakan bahwa timnya tidak boleh meremehkan lawan. “Mereka memiliki pemain berkualitas, dan kami perlu mempersiapkan diri dengan maksimal,” tambahnya.
Jadwal Pertandingan
Bradon tim Hougang kini berharap untuk mempertahankan semangat dan performa baik saat melawan Lion City Sailors. Pertandingan ini dijadwalkan pada 24 Januari 2023 pukul 19.30 WIB, dan dapat disaksikan secara langsung melalui platform Vidio.
Dampak pada Tim dan Kompetisi
Pertandingan ini menjadi penting bagi kedua tim, terutama bagi Hougang yang ingin memperbaiki posisi di klasemen, sementara Sailors berambisi mempertahankan catatan kemenangan mereka. Dengan performa yang baik dari Kibunguchy, harapan untuk kembali memperkuat timnas Kenya tentunya semakin besar.
(PL/GN)
sumber : www.straitstimes.com
Leave a comment