Home Sepakbola FIFA world cup 2026 Offside Wenger Tak Mati! Meski Ditolak, Siap Tes Kejutan di CONCACAF.
FIFA world cup 2026

Offside Wenger Tak Mati! Meski Ditolak, Siap Tes Kejutan di CONCACAF.

Share
Offside Wenger Tak Mati! Meski Ditolak, Siap Tes Kejutan di CONCACAF.
Share

Aturan Offside “Daylight” Arsene Wenger: Ditolak Eropa, Kini Siap Diuji di Liga Kanada Menuju Piala Dunia 2026

Jelang Piala Dunia 2026, salah satu ide paling radikal dalam aturan sepak bola modern terus menjadi perdebatan hangat. Meski menghadapi resistensi kuat dari para pemangku kekuasaan di Eropa, Arsene Wenger tetap kukuh dengan proposal yang bisa mengubah secara fundamental cara offside ditentukan. Apa yang awalnya tampak sebagai penolakan tegas, kini diam-diam berkembang menjadi sesuatu yang lebih menarik: sebuah lahan uji coba baru telah muncul, menawarkan kesempatan kedua bagi ide kontroversial ini.

Bagi FIFA, waktu adalah hal yang krusial. Bagi klub dan negara di seluruh dunia, implikasinya bisa sangat besar. Dan bagi Wenger, perjuangan panjang untuk mengembalikan kebebasan menyerang mungkin belum berakhir. Di tengah pertemuan tahunan International Football Association Board (IFAB) di London, kejelasan akhirnya tiba—setidaknya di permukaan. IFAB menolak proposal aturan offside Arsene Wenger dan memastikan tidak akan menambahkannya ke dalam Laws of the Game untuk musim depan.

Keputusan itu secara luas dipandang sebagai kemunduran besar bagi FIFA, yang secara terbuka mendukung ide tersebut. Meskipun FIFA memiliki empat suara dalam IFAB, mereka kalah jumlah oleh oposisi dari UEFA dan empat asosiasi Inggris Raya—Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Para pemangku kepentingan tersebut menggambarkan proposal itu sebagai “terlalu radikal” dan memperingatkan bahwa hal itu dapat “menciptakan kekacauan” dalam organisasi pertahanan, terutama di level elite. Akibatnya, tidak ada kompetisi besar yang akan mengadopsi aturan tersebut dalam waktu dekat. Namun, cerita tidak berhenti sampai di situ.

Memahami Aturan Offside “Daylight”

Proposal Wenger, yang sering disebut sebagai aturan offside “daylight”, sangat sederhana. Seorang penyerang hanya akan dihukum offside jika ada celah yang jelas—”daylight”—antara mereka dan pemain bertahan kedua terakhir. Setiap tumpang tindih, sekecil apa pun, akan menguntungkan penyerang. Tujuannya adalah untuk menghilangkan keputusan offside yang sangat tipis yang menjadi umum di era VAR, di mana gol dianulir karena milimeter—sebuah lutut, bahu, atau ujung sepatu.

Baca juga:  Adidas Hadirkan Desain Starball Ikonik, Rayakan 25 Tahun UCL!

Wenger, yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, telah lama berpendapat bahwa VAR telah melucuti semangat menyerang dalam permainan. Berbicara setelah pertemuan di London, ia mengakui kontroversi tersebut tetapi tetap teguh. “Kita harus mencoba solusi radikal terlebih dahulu dan melihat apakah kita perlu kembali dari itu,” kata Wenger.

Lahan Uji Coba Baru Muncul

Sementara Eropa menekan tombol rem untuk adopsi segera, IFAB diam-diam setuju bahwa ide tersebut harus terus diuji—dan tidak hanya di level pemuda. Dengan demikian, sebuah liga papan atas CONCACAF telah dipilih sebagai kompetisi uji coba potensial untuk aturan offside Wenger menjelang Piala Dunia 2026.

Liga misterius itu adalah Canadian Premier League (CPL), yang bisa menjadi kompetisi senior profesional penuh pertama yang menguji sistem offside “daylight”, menurut laporan BBC Sport. Jika disetujui secara resmi pada pertemuan umum tahunan IFAB di Cardiff pada 28 Februari mendatang, uji coba akan dimulai pada awal musim 2026 di bulan April. Ini merupakan peningkatan signifikan dari eksperimen sebelumnya, yang terbatas pada sepak bola usia muda dan lingkungan tingkat bawah.

Mengapa Liga Ini Penting

Salah satu aspek paling menarik dari uji coba ini adalah konteks di mana ia akan berlangsung. Liga ini tidak menggunakan VAR, yang berarti semua keputusan akan sepenuhnya bergantung pada keputusan wasit di lapangan. Bagi IFAB, ini menawarkan kontras berharga dengan presisi tinggi di kompetisi elite Eropa. Dengan menguji aturan tanpa VAR, pembuat aturan dapat menilai bagaimana para bek beradaptasi, bagaimana penyerang memanfaatkan ruang, dan apakah permainan benar-benar menjadi lebih cair—atau justru lebih kacau.

IFAB juga diharapkan untuk mendorong liga-liga lain bergabung dalam uji coba, membangun kumpulan data yang lebih luas di berbagai negara dan gaya bermain. Temuan akan ditinjau pada akhir tahun. Jika hasilnya positif, perubahan aturan global masih dapat dipertimbangkan paling cepat pada musim Eropa 2027-28.

Baca juga:  Tiket Leg Kedua Inter Miami Concacaf Champions 2026, Buruan Amankan!

Keputusan IFAB untuk membuka pintu bagi uji coba di Canadian Premier League ini menunjukkan bahwa meskipun ada penolakan awal, semangat inovasi dalam sepak bola masih sangat hidup. Ini bisa menjadi langkah awal menuju perubahan besar dalam cara kita memahami dan menikmati permainan di masa depan.

(WC/GN)
sumber : worldsoccertalk.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Piala Dunia 2026: Bayang-bayang Kartel Mengintai?

Piala Dunia 2026: Mungkinkah bayang-bayang kartel benar-benar mengintai? Kekhawatiran ancaman kejahatan terorganisir...

Gimana India Bisa Lolos Semifinal T20 WC 2026? Cek Skenarionya!

Peluang India lolos semifinal T20 WC 2026 masih terbuka. Namun, ada skenario...

Geger! Piala Dunia Meksiko Pindah Gara-gara Kartel? Ini Faktanya.

Geger! Rumor Piala Dunia Meksiko pindah gara-gara kartel menyebar cepat. Benarkah? Jangan...

Neymar: ‘Jalanin Aja Dulu’, Pensiun 2026?

Neymar memilih 'jalanin aja dulu' soal karir. Pensiun 2026 masih tanda tanya,...