Kemenangan Sulit Chelsea atas Pafos: Rosenior Siap Hadapi Napoli di Laga Penentu
Chelsea meraih kemenangan yang tidak mudah saat menjamu tim Siprus, Pafos, dalam lanjutan Liga Champions pada Kamis dini hari WIB, 22 Januari 2026. The Blues hanya mampu menang tipis 1-0 di Stamford Bridge berkat gol tunggal Moises Caicedo pada menit ke-78.
Kemenangan ini sangat vital bagi The Blues yang berambisi mempertahankan posisi di delapan besar klasemen Liga Champions untuk lolos otomatis ke fase gugur. Namun, mereka masih menyisakan satu pertandingan krusial melawan tim kuat Napoli pekan depan. Nasib Chelsea akan ditentukan di Naples, apakah mereka bisa melaju langsung atau harus melalui babak playoff.
Rosenior Tatap Napoli: Kami Tidak Takut
Menyikapi situasi ini, manajer Chelsea, Liam Rosenior, menyatakan timnya tidak akan gentar menghadapi Napoli, meskipun ia menyadari bahwa meraih kemenangan di sana tidak akan mudah. Napoli juga membutuhkan kemenangan agar tidak terjerembap di fase liga. Rosenior berharap posisi I Partenopei yang sedang genting — berada di luar 24 besar klasemen — justru bisa menjadi bumerang bagi mereka.
“Saya pikir klub ini tidak pernah takut pada pertandingan apa pun. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit.”
“Antonio Conte adalah pelatih yang luar biasa. Mereka harus menang, dan itu sedikit mengubah dinamika permainan,” ujar Rosenior.
Gol Tunggal Caicedo dan Laga Penuh Tekanan
Chelsea sebenarnya cukup tertekan menjelang pertandingan terakhir di Diego Armando Maradona Stadium. Awalnya, posisi mereka nyaris di ujung tanduk jika gol tunggal dari Caicedo, yang menyambar bola dari kemelut situasi tendangan sudut, tidak tercipta.
Sundulan Caicedo datang di menit-menit akhir, tepat ketika tampaknya malam yang mengecewakan akan berakhir dengan hasil imbang yang merugikan melawan tim kecil dari Siprus tersebut.
Sebelumnya, para penggemar tuan rumah sempat lega ketika Enzo Fernandez mencetak gol di babak pertama. Namun, gol tersebut dianulir karena sang pemain dinilai melakukan pelanggaran dengan mendorong bek lawan. Setelah itu, pertandingan menjadi pertarungan antara serangan dan pertahanan. Pertahanan disiplin Pafos tidak berhasil ditembus hingga tim London barat itu mengalami 76 menit yang menegangkan.
“Anda harus terus mengetuk pintu (pertahanan lawan). Anda ingin mendapatkan terobosan di awal untuk membuka permainan. Keputusan terhadap Enzo terlalu keras.”
Di Premier League, itu mungkin sudah dianggap gol. Terkadang Anda harus terus maju, terus mengetuk pintu, tetapi Anda juga harus menjaga pintu belakang (pertahanan) tetap tertutup.”
“Ada hal-hal yang membuat saya senang, ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Namun, bahasa tubuh tim, mereka terus berjuang. Saya senang Moises mencetak gol dan mendapatkan hasil yang pantas kami dapatkan.”
“Moises adalah pemain yang luar biasa, seorang gelandang kelas dunia. Kami selalu menjadi ancaman dalam situasi bola mati. Dia adalah pemain top.”
“Ketika Anda bermain melawan pertahanan yang ketat, pemain pivot Anda bisa lebih tinggi di lapangan. Dia telah mencetak beberapa gol dari luar kotak penalti musim ini dan semoga dia bisa terus mencetak gol.”
“Anda selalu ingin mencetak lebih banyak gol, ingin menang dengan margin yang lebih besar,” tambah Rosenior.
Tekad Chelsea di Diego Armando Maradona Stadium
Lebih lanjut, Rosenior menegaskan bahwa timnya akan tetap berjuang meraih kemenangan di kandang Napoli untuk memastikan tempat di delapan besar klasemen Liga Champions.
“Kami berada di delapan besar. Jika kami menang (melawan Napoli), kami memiliki peluang fantastis untuk lolos,” tutup Rosenior.
Pertandingan krusial melawan Napoli ini akan menjadi penentu apakah Chelsea bisa langsung mengamankan tiket ke fase gugur atau harus melewati jalur yang lebih sulit. Kemenangan atas Pafos memberikan sedikit momentum, namun tantangan sesungguhnya menanti di Naples.
(LC/GN)
sumber : voi.id
Leave a comment