Ancaman Donald Trump Bayangi Persiapan Piala Dunia 2026 di Tiga Negara
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengeluarkan ancaman keras terhadap dua negara yang akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2026, yakni Kanada dan Meksiko. Ancaman ini muncul hanya beberapa bulan sebelum turnamen akbar tersebut dijadwalkan berlangsung.
Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar di 11 kota di Amerika Serikat, termasuk Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Kansas City, Los Angeles, Miami, New York/New Jersey, Philadelphia, San Francisco Bay Area, dan Seattle. Selain itu, pertandingan juga akan diselenggarakan di kota-kota Kanada seperti Vancouver dan Toronto, serta kota-kota Meksiko yaitu Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey.
Turnamen dijadwalkan kick off pada 11 Juni 2026. Meksiko akan memainkan pertandingan pembuka mereka pada tanggal tersebut, sementara Kanada akan bertanding pada hari berikutnya, 12 Juni. Amerika Serikat sendiri akan menghadapi Paraguay pada 13 Juni. Perlu dicatat bahwa lawan-lawan lainnya untuk negara tuan rumah dan detail siaran resmi di Indonesia akan diumumkan mendekati turnamen.
Ancaman untuk Kanada dan Meksiko
Meski ketiga negara ini bersatu sebagai tuan rumah Piala Dunia, Trump telah melontarkan ancaman serius terhadap Kanada dan Meksiko. Setelah mengambil tindakan militer terhadap Venezuela dan Nigeria bulan lalu, Presiden AS ini juga mengancam Meksiko, mengklaim bahwa “kartel narkoba mengendalikan” negara tersebut.
“Sangat menyedihkan melihat apa yang terjadi pada negara itu,” kata Trump saat berbicara kepada FOX pada 9 Januari lalu.
Kemudian, pada Sabtu (24 Januari) kemarin, presiden berusia 79 tahun itu mengancam akan memberlakukan tarif 100 persen pada barang-barang Kanada jika Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menyetujui kesepakatan dagang dengan Tiongkok.
Trump mengunggah di Truth Social: “Jika Kanada membuat kesepakatan dengan Tiongkok, itu akan segera dikenakan Tarif 100% terhadap semua barang dan produk Kanada yang masuk ke AS.”
Ancaman ini muncul setelah Justin Trudeau mengumumkan bahwa Kanada dan Tiongkok telah mencapai kesepakatan dagang mengenai kendaraan listrik, menyusul pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai tarif yang diusulkan.
Sebelumnya, Trump juga pernah mengumumkan pajak 35 persen untuk barang-barang dari Kanada yang tidak termasuk dalam perjanjian perdagangan bebas antara kedua negara.
Konteks Hubungan AS-Kanada
Hubungan antara Justin Trudeau dan Donald Trump saat ini tampaknya sedang dingin. Perdana Menteri Kanada itu tidak diundang untuk bergabung dengan ‘Dewan Perdamaian’ baru yang dibentuk oleh Presiden AS pada Kamis (22 Januari) lalu. Dewan tersebut, yang diketuai oleh Trump, bertujuan untuk menjadi organisasi internasional baru dalam menyelesaikan konflik dunia.
“Kanada hidup karena Amerika Serikat,” kata Trump pada Kamis. “Ingat itu, Justin, lain kali Anda membuat pernyataan.”
Pada hari yang sama, Justin Trudeau menjelaskan bagaimana AS dan Kanada memiliki “kemitraan yang luar biasa” sebelum menambahkan bahwa “Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat.”
Trump sebelumnya pernah menggambarkan Kanada sebagai “negara bagian ke-51” Amerika dan menuduh negara tersebut bergantung pada AS. Kekhawatiran juga muncul terkait pembekuan visa dan pembatasan perjalanan oleh pemerintahan Trump yang dapat berdampak pada penggemar dari beberapa negara peserta Piala Dunia, termasuk Brasil, Kolombia, dan Haiti.
Apa itu Tarif Dagang?
Menurut Gov.uk, tarif dagang adalah pajak yang dikenakan pada produk yang masuk ke suatu negara dari luar negeri. Tarif ini digunakan untuk melindungi perusahaan domestik dari persaingan asing dengan menaikkan harga produk impor. Sebagai contoh, tarif 100 persen pada produk seharga £10 secara efektif akan membuatnya menjadi £20. Hal ini dapat menyebabkan perusahaan pengimpor memutuskan untuk mengurangi jumlah produk yang diimpor ke negara yang memberlakukan tarif.
Dampak Potensial
Tensi politik antara Donald Trump dengan Kanada dan Meksiko ini berpotensi menciptakan suasana kurang harmonis menjelang Piala Dunia 2026. Meskipun sepak bola sering kali menjadi jembatan perdamaian, pernyataan keras dan ancaman ekonomi dapat mengganggu semangat kebersamaan yang seharusnya terjalin di antara negara-negara tuan rumah. Para penggemar dan penyelenggara berharap isu-isu ini tidak sampai membayangi kemeriahan turnamen empat tahunan tersebut.
(WC/GN)
sumber : www.sportbible.com
Leave a comment