Kisah Inspiratif Caleb Love dan Damian Lillard di Trail Blazers
PORTLAND, Ore. – Dalam tim Trail Blazers, bintang franchise Damian Lillard memiliki julukan khusus untuk rookie Caleb Love.
“Tanya dia apa yang selalu aku panggil dia,” kata Lillard dengan ceria. “Tanya dia…”
Lillard pertama kali menggunakan julukan tersebut pada bulan November saat melawan Golden State, ketika Love mencetak enam tembakan 3-pointer dan mengumpulkan 26 poin dalam kemenangan Blazers 127-123.
Top-10 pick! teriak Lillard. Top-10 pick!
“Dengar dia bilang itu membuatku sangat bersemangat… seperti, dia bahkan tidak tahu,” ungkap Love. “Aku masih merasa seperti anak kecil di depannya. Aku masih mengaguminya.”
Latihan dan Kesempatan yang Diberikan Lillard
Ada latar belakang menarik tentang julukan Lillard yang memiliki makna lebih mendalam daripada penampilan Love di Golden State. Musim panas lalu, Love menyewa ruang pribadi di restoran Tucson, Arizona, untuk merayakan pencapaian besar dalam hidupnya: terpilih dalam NBA Draft. Sebuah televisi besar dipasang agar keluarganya, teman-teman, serta rekan-rekannya dari University of Arizona bisa menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Namun, pada hari pertama draft, 30 pemain dipilih, dan Love tidak termasuk di antaranya. Di hari kedua, keluarganya kembali ke restoran yang sama dan hasilnya sama: Love belum terpilih.
“Aku ingin menangis,” kata Love. “Aku tidak meneteskan air mata pada saat itu. Tapi setelahnya, ketika aku pulang, aku merasa hancur.”
Love, yang dulunya merupakan salah satu pemain terbaik di sekolah menengah, memiliki pencapaian luar biasa, namun akan segera menyadari bahwa prestasi tersebut tidak serta merta membawanya sukses di level perguruan tinggi.
Formula Zero: Peluang yang Mengubah Segalanya
Dalam perjalanan kariernya yang tidak mulus, pada tahun 2022, Love diundang untuk mengikuti camp Formula Zero yang diadakan oleh Lillard. Ini adalah kesempatan yang sangat berarti bagi Love karena Lillard adalah idolanya. Meskipun mengalami kesulitan, Love terus berjuang dan beradaptasi selama camp tersebut.
Lillard memperhatikan Love dan sangat terkesan dengan sikapnya yang berani mengatasi tantangan. “Ia mengalami hari-hari yang sulit, tetapi terus mencari cara untuk beradaptasi,” kata Lillard.
Pada saat itu, Love tidak hanya meninggalkan camp dengan nomor telepon Lillard, tetapi juga dengan trofi MVP yang diubah maknanya menjadi “Most Valuable Person”.
Perubahan dan Kebangkitan di Arizona
Sayangnya, meskipun mendapatkan trofi MVP, Love tidak segera berhasil. Untuk musim ketiga di North Carolina, dia mencetak persentase tembakan 3-point yang sangat rendah. Akhirnya, Love memutuskan untuk pindah ke Arizona dan memulai perjalanan baru.
Dia mulai mengubah rutinitasnya dengan lebih disiplin, mengikuti nasihat Lillard tentang menjaga kesehatan fisik dan mental. Sebagai simbol dedikasinya, Love mencukur habis rambutnya.
Keberhasilan di Trail Blazers
Love meraih musim yang mengesankan di Arizona dan mendapatkan gelar Pac-12 Player of the Year. Namun, saat draft berakhir dan namanya tidak disebut, ia kembali merasakan sakitnya pengabaian.
Namun, Blazers menawarkan kontrak dua arah, yang memungkinkan Love bermain di NBA sambil terus berkembang. Lillard menyatakan keyakinannya bahwa Love akan berhasil di tim tersebut.
Setelah beberapa cedera yang melanda tim, Coach Tiago Splitter memberikan kesempatan kepada Love untuk tampil di pertandingan-pertandingan penting. Kini, Love telah menunjukkan performa mengesankan dengan rata-rata 15.8 poin per pertandingan di bulan Januari, menjadikannya salah satu rookie paling menonjol.
“Ia telah menunjukkan peningkatan yang signifikan,” puji Splitter. “Usahanya dalam bertahan juga sangat impressive.”
Dengan batas waktu untuk menyempurnakan kontraknya semakin dekat, Love bertekad untuk memanfaatkan kesempatan yang ada. “Aku hanya berusaha untuk mengambil setiap kesempatan,” kata Love. “Jika kontrakku dikonversi, itu adalah pencapaian yang sangat aku banggakan.”
Dampak dan Harapan ke Depan
Dengan dukungan dari Lillard dan perkembangan pesatnya, Love kini merasa kembali seperti remaja yang bersemangat bermain basket. Lillard terus mendorongnya agar tetap konsisten dan bertanggung jawab dalam setiap latihan.
“Apa langkah selanjutnya?” tanya Lillard, menandakan bahwa perjalanan Love masih panjang. “Kamu harus terus menjawab panggilan itu.”
Perjalanan Caleb Love hanya baru dimulai. Dengan semangat dan dedikasi, ia berpeluang besar untuk membuat namanya bersinar lebih terang di kompetisi NBA.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment