Revolusi Analitis di NBA dan Pentingnya Elemen Manusia
Seperti banyak olahraga lainnya, NBA telah mengalami revolusi statistika dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terlihat dari meningkatnya volume tembakan tiga poin dan hampir hilangnya tembakan midrange. Meskipun ada beberapa pengecualian, fokus ini pada analisis telah menciptakan semacam homogenitas dalam cara banyak tim bermain.
Faktor Manusia yang Sering Terabaikan
Satu hal yang sering diabaikan oleh analisis, setidaknya dalam cara orang biasanya memahami istilah ini, adalah elemen manusia. Dalam NBA, hanya ada lima pemain di lapangan untuk masing-masing tim pada satu waktu.
Setiap pemain memiliki perasaan dan motivasi masing-masing. Meskipun mudah untuk melihat seseorang dengan statistik rata-rata 20 poin dan 10 rebound, banyak faktor yang mempengaruhi alasan mengapa pemain tersebut bisa mencetak 30 poin pada satu malam, atau hanya 12 poin dan 7 rebound pada malam lainnya.
Pernyataan Menarik dari Pelatih Lakers
Pelatih kepala Lakers, JJ Redick, baru-baru ini menekankan pentingnya timnya, terutama bintang Luka Doncic, untuk lebih sering mengoper bola. Namun, ada elemen tersembunyi dalam pernyataannya yang diakui dengan cerdas oleh Tim MacMahon dari ESPN dalam episode terbaru The Hoop Collective.
“Ketika JJ Redick menyatakan bahwa ‘Luka harus percaya pada operan,’ dia sebenarnya tidak khawatir soal strategi ofensif. Kenyataannya, Luka yang terlalu mendominasi bola adalah strategi ofensif yang baik dan efisien,” kata MacMahon.
“Dia khawatir bahwa jika bola tidak bergerak dan pemain lain tidak terlibat, itu akan menguras energi mereka di sisi pertahanan. Operan Luka lebih berpengaruh pada pertahanan mereka, bukan hanya pada serangan,” jelasnya.
Pentingnya Kerjasama dalam Tim
Pandangannya mungkin terbuka lebar, tetapi sebenarnya sangat masuk akal. Cobalah lihat permainan pickup di lapangan. Jika seseorang tidak mengoper kepada rekan timnya, maka rekan-rekannya tidak akan memberikan usaha terbaik mereka dalam bertahan, karena mereka tahu tidak akan mendapatkan bola.
Argumen bisa diajukan bahwa setiap pemain Lakers adalah profesional dan seharusnya memberikan usaha maksimal terlepas dari apakah mereka mendapatkan bola atau tidak. Namun, Redick dan MacMahon benar bahwa ini adalah sifat manusia. Sebagai pemimpin tim, Luka memiliki tanggung jawab untuk melibatkan rekan-rekannya dan membangun kebersamaan, terutama ketika banyak pemain berada di tahun terakhir kontrak dan khawatir untuk tampil baik demi kontrak berikutnya.
Statistik yang Mendukung Pendekatan Ini
Statistik mendukung cara berpikir ini. “Jumlah operan tidak berkorelasi dengan keberhasilan ofensif mereka, secara statistik,” ungkap MacMahon. “Namun, dalam pertandingan di mana mereka melakukan banyak operan, mereka memiliki efisiensi pertahanan yang lebih baik.”
MacMahon menunjukkan bahwa Lakers meraih kemenangan 7-0 saat mereka mencapai 30 assist, dan setelah mengalahkan Mavericks pada hari Sabtu, mereka juga mencatat 21-4 ketika memiliki setidaknya 25 assist.
Kondisi Pertahanan Lakers
Banyak orang menyadari bahwa Lakers tidak memiliki banyak bakat individu di sisi pertahanan. Secara tim, mereka berada di peringkat ke-25 dalam rating pertahanan, dan bahkan pemain dengan reputasi defensif yang cemerlang seperti Marcus Smart dan LeBron James sudah tidak berada di puncak performa mereka.
Jika berbagi bola dalam serangan dapat menghasilkan usaha pertahanan yang layak, misalnya, setara dengan rata-rata liga, maka ofensif L.A. cukup baik untuk membawa mereka jauh. Luka, LeBron, dan Austin Reaves dapat mencetak 80 angka setiap malam ketika dalam keadaan sehat. Dengan ditambah sedikit pergerakan bola untuk meningkatkan chemistry tim, ini bisa menjadi kunci untuk menjalani kompetisi yang lebih baik.
(BA/GN)
sumber : thesportsrush.com
Leave a comment