Perjalanan Karier Stephen Curry dalam NBA
Stephen Curry telah mencatatkan prestasi yang luar biasa dalam karier NBA-nya. Sebelum menjadi juara NBA sebanyak empat kali, banyak yang meragukan kemampuannya untuk melakukan tembakan dari jarak jauh. Namun, dalam satu dekade terakhir, ia berhasil mengubah cara pandang terhadap tembakan jarak jauh ini. Kini, pertanyaannya adalah, seberapa baikkah Curry mampu bersaing dengan para pemain hebat dari generasi sebelumnya?
Awal Mula Karier di Davidson
Curry mencuri perhatian di tingkat universitas saat menjalani periode singkatnya di Davidson. Dia menjadi sorotan publik saat Wildcats mencapai babak Elite 8 pada tahun 2008. Banyak yang meragukan apakah gaya bermainnya akan relevan di NBA.
Prestasi di NBA
Saat ini, Curry dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah NBA. Dengan empat gelar juara dan dua penghargaan MVP, ia berhasil merevolusi permainan dengan kemampuan melempar tiga poin yang sangat efektif. Tembakan dari jarak jauh kini menjadi ancaman utama dalam strategi menyerang tim-tim di liga.
Era Permainan yang Berbeda
Curry memasuki NBA pada saat yang tepat, ketika liga mulai lebih mengutamakan pemain menyerang dengan penghapusan aturan hand-checking. Ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana performa Curry dalam era di mana pertahanan lebih ketat. Dalam wawancara eksklusif dengan Nickeem Khan dari The SportsRush, Rashad McCants mencoba menguraikan hal ini.
“Steph mungkin akan mengalami kesulitan. Dulu, kita tidak bermain basket dimana seorang pemain bisa dengan mudah melepaskan tembakan dari setengah lapangan. Itu dianggap sebagai tembakan buruk, bisa saja kamu akan dipukuli di ruang ganti oleh teman setim,” ungkap McCants.
Perkembangan Gaya Permainan
Kenyataannya, struktur tim pada pertengahan 2000-an berbeda jauh dengan saat ini. Jika tidak ada pelatih yang mengontrol permainan, veteran tim pasti akan mengambil tindakan. Filosofi permainan saat itu lebih mementingkan para pemain pos untuk mendapatkan bola di setiap serangan. Kini, hanya beberapa pemain besar elite yang memiliki hak istimewa untuk bermain dengan punggung menghadap keranjang.
Namun, McCants juga mengakui bahwa meremehkan kemampuan Curry hanya berdasarkan gaya permainannya adalah keliru. Sebelumnya, meskipun gaya heboh pada awalnya mungkin tidak diakui, metode bermain Curry tetap memiliki tempat di dunia NBA.
“Meskipun itu selalu dianggap sebagai tembakan buruk, dia bisa memasukkannya. Memiliki satu pemain yang terus bergerak seperti Allen Iverson dan harus dikejar untuk mendapatkan tembakan tiga poin, itu merupakan keuntungan baginya. Allen tidak banyak melakukan tembakan tiga poin tetapi tetap bisa mencetak rata-rata 30 poin per pertandingan. Itulah keuntungan Steph untuk bisa bermain di era kami,” lanjut McCants.
Pengaruh Allen Iverson
Banyak orang tidak menyadari keterkaitan antara gaya permainan Iverson dan keberhasilan Curry. Iverson meng弾弾弾弾弾弾弾弾々替品的 maneuvering untuk melakukan tembakan mid-range. Sementara itu, Curry melakukan hal serupa namun dengan intensitas yang jauh lebih tinggi untuk tembakan tiga poin. Keduanya memiliki kemiripan yang cukup mencolok.
Kesimpulan
Apakah Curry akan menghadapi tantangan akibat gaya bermainnya yang berbeda? Itu mungkin akan tetap menjadi misteri. Namun, bahkan McCants tidak dapat membantah bahwa kemampuan Curry sangat luar biasa dan melampaui berbagai era permainan.
(BA/GN)
sumber : thesportsrush.com
Leave a comment