Pulisic Terima ‘Peringatan’ dari Rekan Setim AC Milan Jelang Piala Dunia 2026
Christian Pulisic terbiasa mengemban ekspektasi tinggi, baik di level klub maupun negara. Namun, seiring hitungan mundur menuju Piala Dunia 2026, kapten USMNT ini menerima sebuah “peringatan” tak terduga dari rekan setimnya di AC Milan. Di ruang ganti Milan, di mana ikatan persahabatan terbentuk setiap hari, seorang rekan Pulisic secara terbuka mengakui bahwa persahabatan akan dikesampingkan jika mereka saling berhadapan di panggung sepak bola terbesar. Ini mencerminkan seberapa dalam rivalitas nasional masih terasa, bahkan di antara teman dekat.
Pentingnya pemain Amerika itu di San Siro tak perlu diragukan lagi. Ia telah menjadi salah satu figur paling diandalkan dan berpengaruh di klub, mengubah konsistensi menjadi kontribusi nyata berupa gol dan assist, serta menunjukkan kepemimpinan. Musim lalu, Pulisic terlibat dalam 29 gol (17 gol, 12 assist), dan dampaknya terus berlanjut di musim ini. Nilainya yang begitu tinggi membuat manajemen klub dan pelatih Massimiliano Allegri secara aktif sedang mengupayakan kontrak baru yang berpotensi menjadikannya salah satu pemain bergaji tertinggi di AC Milan.
Kehadiran Pulisic juga sangat dihormati di ruang ganti. Ia diakui bukan hanya karena performa, tetapi juga karakternya. Salah satu rekan terdekatnya adalah seorang striker yang tiba di Italia dengan ekspektasi besar, namun justru mengalami masa-masa sulit. Meski berjuang dengan performa dan kebugaran, striker tersebut banyak bersandar pada Pulisic di masa-masa sulit, membentuk ikatan persahabatan yang melampaui lapangan hijau. Namun, persahabatan itu punya batas waktu.
Peringatan itu bukan datang dari bisikan, melainkan disampaikan langsung dan secara terbuka. Dalam sebuah wawancara, penyerang Milan, Santiago Gimenez, menjelaskan bagaimana dinamika hubungan berubah ketika warna klub diganti dengan warna negara. “Jika kami bermain untuk negara masing-masing, kami adalah musuh, kami adalah rival,” ujarnya kepada ESPN, sebelum melontarkan kalimat yang memicu kehebohan di dunia sepak bola. “Tetapi jika ia bermain melawan Meksiko, tentu saja, jika saya harus ‘membunuhnya’, saya akan ‘membunuhnya’!”
Kata-kata Gimenez memang sengaja provokatif, namun ia segera memberikan konteks yang meredakan ketegangan. Striker Meksiko itu menambahkan bahwa Pulisic adalah “salah satu teman terbaiknya” dan “teman yang sangat baik di masa sulit pemulihan cedera.” Meskipun begitu, pesannya jelas: loyalitas klub berakhir saat Piala Dunia dimulai.
Santiago Gimenez Menatap Piala Dunia dan Rivalitas USMNT di Tengah Cedera
Striker internasional Meksiko itu bergabung dengan Milan pada Januari 2025 setelah periode produktif di Feyenoord. Transfernya, senilai $38 juta, dimaksudkan untuk mengangkat lini serang Rossoneri. Namun, cedera dan inkonsistensi telah menghambat perkembangannya. Gimenez baru mencetak tujuh gol dalam 30 penampilan, dan masalah pergelangan kaki yang persisten akhirnya memerlukan operasi, membuatnya absen selama berbulan-bulan.
Saat Gimenez menepi, tim Serie A itu mengandalkan Pulisic, Rafael Leao, dan pemain lain, sehingga tetap tak terkalahkan di kompetisi domestik sejak hari pembukaan musim. Allegri telah mengatur beban kerja dengan hati-hati, dengan jadwal pertandingan yang menguntungkan di depan yang bisa bertepatan dengan kembalinya Gimenez—kemungkinan tepat waktu untuk sebuah derby penting.

Christian Pulisic dan Santiago Gimenez dari AC Milan.
Bagi Gimenez, sepak bola klub hanyalah separuh cerita. Striker ini adalah figur sentral bagi ambisi El Tri (julukan timnas Meksiko) di Piala Dunia, berbagi beban mencetak gol saat negaranya bersiap menjadi tuan rumah pertandingan di kandang sendiri. “Bermain di Piala Dunia di negara Anda sendiri sungguh luar biasa,” katanya.
Tekanan yang besar diiringi dengan motivasi yang tak kalah kuat. Ambisi itu tak terhindarkan kembali tertuju pada Pulisic. Rivalitas antara Amerika Serikat dan Meksiko tetap menjadi salah satu yang paling emosional dalam sepak bola internasional, dan Gimenez tidak menghindarinya. “Jika ia mengenakan seragam timnas AS, ia adalah rival,” tegasnya.
(WC/GN)
sumber : worldsoccertalk.com
Leave a comment