Mbappé Pimpin Real Madrid, Tapi Sebut Kekalahan dari Benfica ‘Aib’
Kylian Mbappé memang memimpin Real Madrid dengan mencetak dua gol krusial, namun itu belum cukup menyelamatkan tim dari kekalahan telak di Lisbon. Setelah malam yang sulit melawan Benfica, di mana golnya dan penyelamatan Thibaut Courtois hanya sedikit meredakan pil pahit kekalahan, Mbappé tak sungkan melontarkan kritik pedas. Ia bahkan menyebut gol terakhir yang bersarang ke gawang timnya sebagai “aib” bagi tim.
Reaksi Keras Kylian Mbappé
Berbicara di mixed zone Estadio da Luz, Mbappé mengkritik keras kurangnya konsistensi permainan Real Madrid. Menurutnya, penampilan tim sangat berbeda jauh dari saat melawan Villarreal. Ia mengakui bahwa posisi mereka saat ini dan kemenangan Benfica adalah hal yang memang pantas terjadi.
“Gol terakhir itu tetap memalukan bagi kami, bahkan saat Madrid bermain dengan sembilan pemain. Ini bukan hanya masalah sikap, setiap detail sangat berarti di Liga Champions dan Benfica menghukum setiap kegagalan kami untuk tampil maksimal,” ujar Mbappé.
Ia secara khusus menyoroti gol terakhir yang tercipta, yang disebutnya tetap memalukan bagi tim, bahkan saat Madrid bermain dengan sembilan pemain. Mbappé menegaskan bahwa ini bukan sekadar masalah sikap, melainkan setiap detail sangat berarti di Liga Champions dan Benfica mampu menghukum setiap kegagalan mereka untuk tampil sesuai harapan.
Tanggung Jawab Arbeloa
Arbeloa, yang sepertinya menjabat posisi penting di tim, juga tak kalah kritis terhadap diri sendiri. Ia menerima tanggung jawab penuh atas hasil tersebut, mengulang sentimen yang pernah disampaikannya di Albacete.
“Kami belum tersingkir dari Liga Champions, masih ada dua pertandingan tersisa untuk mencapai babak 16 besar. Saya teguh dengan pesan-pesan saya dan menolak anggapan bahwa kegagalan dua penyerang di lini depan untuk berlari adalah penyebab kekalahan ini,” kata Arbeloa.
Ia menekankan bahwa Madrid belum tersingkir dari Liga Champions, dengan dua pertandingan tersisa untuk mencapai babak 16 besar. Arbeloa menyatakan tetap berpegang pada pesannya dan menolak anggapan bahwa kegagalan dua penyerang di lini depan untuk berlari menjadi penyebab kekalahan.
Kekecewaan Jude Bellingham
Jude Bellingham juga merasakan kepedihan atas kekalahan ini. Menurutnya, kekalahan tersebut terasa sangat buruk dan tak terduga, sehingga tim harus segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kekalahan ini terasa mengerikan dan tidak terduga, kami harus meninjaunya. Intensitas kami kurang, Benfica memenangkan sebagian besar duel 50-50, bahkan hal-hal mendasar pun luput dari kami. Kami tidak bisa membalikkan keadaan malam itu dan harus terus meningkatkan diri,” ungkap Bellingham.
Ia mengakui bahwa intensitas permainan tim kurang, Benfica memenangkan sebagian besar duel 50-50, dan bahkan hal-hal mendasar pun luput dari tim Madrid. Bellingham menambahkan bahwa mereka tidak bisa membalikkan keadaan malam itu dan harus terus meningkatkan performa.
Kekalahan ini menempatkan Real Madrid dalam posisi yang sulit di Liga Champions. Dengan hanya dua pertandingan tersisa untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar, tekanan akan semakin berat bagi skuad dan staf pelatih. Evaluasi mendalam dan perbaikan mendesak menjadi kunci untuk bisa bangkit dan memastikan kelanjutan kiprah mereka di kompetisi paling bergengsi Eropa tersebut.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment