Nama Jorge Martin disebut-sebut bakal jadi pemicu riuhnya bursa pembalap MotoGP musim depan. Juara Dunia Moto2 2020 itu kini tengah menanti kepastian untuk kembali ke lintasan di Buriram, Thailand.
Aprilia telah mengumumkan Martin dijadwalkan hadir di Thailand pada 21 dan 22 Februari mendatang. Namun, ia wajib melewati pemeriksaan medis FIM di sirkuit terlebih dahulu. Pembalap Spanyol itu diketahui telah berlatih dengan sepeda jalan raya, menandakan ia tidak akan absen di awal musim 2025.
Jorge Martin Menuju Yamaha?
Martinator, julukan Martin, tak pelak menjadi salah satu tokoh sentral di bursa transfer pramusim ini. Kabar kepergiannya dari Aprilia di akhir musim ini nyaris dipastikan, dengan Yamaha kemungkinan besar menjadi pelabuhan berikutnya.
Dalam sebuah video yang dibuat untuk kanal resmi MotoGP, Martin sempat memprediksi susunan pembalap 2027. Ia menggambarkan dirinya menunggangi M1 bersama Pecco Bagnaia, sembari berujar, “Menurut rumor, saya akan berada di sini.” Meski belum ada kontrak resmi, rumor kuat di paddock menyebut kesepakatan untuk musim 2027 dan 2028 sudah di ambang finalisasi.
Prioritas Pemulihan dan Kembali ke Lintasan
Pada musim panas lalu, Martin sempat berusaha pisah jalan dengan pabrikan Noale (Aprilia) untuk bergabung dengan Honda, namun upaya itu tak membuahkan hasil. Ketika ditanya tentang masa depannya, pembalap Spanyol itu memberikan beberapa petunjuk.
Martin mengakui timnya “sedang bekerja” dan menyebut bursa pembalap “selalu menyenangkan”. Namun, saat ini, prioritas utamanya adalah pulih 100% agar bisa “kembali berjuang di posisi terdepan” dalam waktu dekat. Membuktikan kondisi fisik optimal menjadi kunci sebelum ia bisa menorehkan masa depannya secara hitam di atas putih.
Aprilia Bergerak Cepat Mencari Alternatif
Di sisi lain, Aprilia tidak tinggal diam. Mereka sudah mengamankan Marco Bezzecchi untuk dua musim ke depan. Kursi pembalap di tim Aprilia sangat menggiurkan, dan pabrikan di Noale itu menginginkan pembalap yang handal.
Dalam wawancara dengan MotoGP.com, CEO Massimo Rivola menegaskan, “Aprilia tidak pernah tidur, selalu ada rencana B, rencana C… bahkan rencana D.” Motor RS-GP terbukti kompetitif dan mampu menarik banyak talenta. Beberapa nama masuk daftar incaran, seperti Pecco Bagnaia, Enea Bastianini, Fabio Di Giannantonio, dan Franco Morbidelli.
“Jika kami bisa membuktikan diri membangun motor cepat, mungkin rencana B akan lebih mudah daripada rencana Z,” tambah Rivola.
Pergerakan Jorge Martin menuju Yamaha, ditambah dengan upaya Aprilia untuk mengamankan talenta terbaik, menjanjikan bursa pembalap MotoGP yang sangat menarik. Langkah Martin akan menjadi domino pertama yang akan memicu serangkaian transfer besar lainnya, membentuk formasi tim untuk beberapa musim mendatang.
(SA/GN)
sumber : www.corsedimoto.com
Leave a comment