Jalur Tak Terduga Manchester United Menuju Liga Champions: Bukan Chelsea Atau Liverpool, Tapi Aston Villa?
Dengan 10 pertandingan tersisa di musim Premier League, narasi yang berkembang menyebutkan Manchester United sebagai ‘favorit’ dalam perebutan posisi lima besar, yang pada akhirnya akan menentukan tiket Liga Champions. Prospek tersebut bahkan tidak ada dua bulan lalu saat Michael Carrick mengambil alih kemudi tim.
Namun, sulit untuk menyatakan United sebagai favorit mutlak dalam pertarungan melawan tim sekelas Chelsea yang sarat pengalaman Liga Champions dan juara Premier League, Liverpool. Meskipun demikian, kemenangan 2-1 atas Crystal Palace pada Minggu lalu menempatkan Setan Merah di posisi terdepan, menempati peringkat ketiga Premier League untuk pertama kalinya sejak tahun 2023.
Jalur Tak Terduga ke Liga Champions
Kemenangan atas Palace, ditambah kejadian dua malam sebelumnya, menguatkan satu hal: jalur United menuju kembali ke Liga Champions tidak seperti yang kita duga. Di sinilah peran Aston Villa menjadi penting.
Selama berbulan-bulan, Aston Villa, bersama Arsenal dan Manchester City, dianggap sebagai tiga tim teratas yang tak tersentuh. Asumsi ini cukup beralasan, mengingat pasukan Unai Emery sempat unggul 11 poin dari United ketika Carrick mengambil alih tim.
Pergeseran Fokus Persaingan
Debat selama ini berpusat pada siapa yang akan terlempar dari enam besar antara United, Liverpool, dan Chelsea. Namun kini, tantangan itu terasa tidak lagi semenakutkan dulu.
Jika United mampu menjaga posisinya di atas Aston Villa, tanpa mempedulikan bagaimana performa Chelsea dan Liverpool, sepak bola Liga Champions diyakini akan kembali ke Old Trafford.
Penurunan Performa Aston Villa
Setelah mencatat performa luar biasa dengan 12 kemenangan dari 13 pertandingan yang melambungkan mereka ke puncak persaingan, Aston Villa kini hanya meraih tiga kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir.
Sepanjang musim, para analis data statistik xG (expected goals) telah menunjukkan bahwa Villa tampil jauh di atas ekspektasi berdasarkan kualitas peluang yang mereka ciptakan. Banyaknya pertandingan yang mereka menangkan dengan selisih satu gol juga mengindikasikan hal serupa. Kini, performa tersebut mulai ‘menyeimbangkan diri’, dan Manchester United memanfaatkan situasi ini.
Keuntungan bagi Manchester United
Akan tiba saatnya ketika Unai Emery tidak dapat menghentikan kemerosotan di Premier League dan semua fokus akan beralih ke Liga Europa.
Di Liga Europa, tidak hanya ada trofi yang diperebutkan, tetapi juga tiket menuju Liga Champions. Ini akan menjadi keuntungan besar bagi Manchester United yang tidak berkompetisi di Eropa musim ini. Saat ini, United berada di atas ketiga rivalnya tersebut, dan cukup sulit membayangkan Aston Villa, setidaknya, akan mampu merebut kembali keunggulan mereka menjelang akhir musim Mei nanti.
Dengan sisa pertandingan yang semakin menipis, setiap poin akan sangat berharga bagi Manchester United. Mampu mempertahankan momentum dan memanfaatkan penurunan performa rival langsung akan menjadi kunci bagi Setan Merah untuk mengamankan tempat di kompetisi elit Eropa musim depan, sekaligus menegaskan kembali status mereka di kancah domestik.
(LC/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment