Giuseppe Rossi: Skuad Inter Milan Tak Cukup Kuat untuk Juara Liga Champions Musim Ini
Mantan bintang Manchester United dan tim nasional Italia, Giuseppe Rossi, yakin Inter Milan belum memiliki kedalaman skuad yang memadai untuk memenangkan Liga Champions musim ini. Rossi berpendapat, meskipun tersingkir dari kompetisi Eropa menjadi sebuah kekecewaan, musim 2025/2026 tetap dapat dianggap sukses besar bagi Nerazzurri.
Prioritas Scudetto di Atas Liga Champions
Menurut Giuseppe Rossi, yang berbicara dalam sebuah wawancara dengan SempreInter.com dan The Italian Football Podcast, keberhasilan Inter Milan akan diukur dari pencapaian mereka di kompetisi domestik. “Musim ini tetap sukses (meski tersingkir dari Liga Champions melawan Bodo/Glimt). Jika Anda bisa memenangkan Scudetto, itu tetap sebuah kesuksesan,” ujar Rossi.
Ia menambahkan, memenangkan Scudetto bukanlah hal yang mudah. “Memenangkan apa pun bukanlah hal yang mudah. Apakah Inter memiliki skuad untuk memenangkan Liga Champions? Saya rasa tidak,” tegasnya.
Mengingat Inter saat ini unggul 10 poin di puncak klasemen Serie A, Rossi meyakini bahwa target utama mereka, yaitu meraih gelar Liga Italia, sudah hampir dalam genggaman. “Jadi, tujuan untuk memenangkan Scudetto, akan tercapai tahun ini. Seperti yang Anda katakan, mereka unggul 10 poin, jika mereka sampai kehilangan ini, itu akan menjadi salah satu yang terburuk. Tapi saya pikir mereka sudah mengamankannya (gelar Serie A),” jelas Rossi.
Pelajaran dari Kekalahan Tak Terduga
Meskipun Inter Milan menunjukkan performa dominan di Serie A, kekalahan mereka dari Bodo/Glimt di Liga Champions menjadi sorotan. “Kami tidak pernah menyangka mereka akan kalah dari Bodo. Kami tidak pernah menyangka mereka akan kalah dua pertandingan,” ungkap Rossi.
Rossi mengakui ketidakpastian mengenai penyebab kegagalan di Eropa. “Mengapa mereka (gagal di Liga Champions)? Saya tidak tahu. Kami tidak tahu, hanya para pemain dan pelatih yang sepenuhnya mengerti dan tahu. Mereka selalu bersama 24/7,” katanya.
Ia menduga, masalahnya mungkin terkait dengan pendekatan mental atau cara latihan selama seminggu. “Bisa jadi pendekatan mental, cara mereka berlatih selama seminggu, persiapan. Saya tidak tahu. Itu adalah hal-hal yang akan mereka cari tahu,” tambah Rossi.
Kepercayaan pada Cristian Chivu
Meskipun kekalahan dari Bodo/Glimt terasa mengecewakan, Rossi optimistis Inter akan belajar dari pengalaman tersebut. “Ya, tentu saja mengecewakan melihat mereka kalah dari Bodo. Meskipun, mereka memiliki rekor bagus mengalahkan tim-tim besar tahun ini,” katanya.
Rossi menekankan pentingnya pengalaman di kompetisi besar. “Tetapi begitu Anda mendekati final, segalanya mulai mengencang. Oleh karena itu, pendekatan terhadap pertandingan juga harus mengencang,” tuturnya.
Ia memiliki keyakinan penuh pada pelatih Inter Milan saat ini, Cristian Chivu, yang pernah merasakan tekanan sebagai seorang pemain. “Tapi hal-hal ini adalah hal-hal yang akan mereka pelajari. Ini adalah hal-hal yang akan membuat mereka menjadi lebih baik, untuk tahun depan. Saya yakin akan hal itu,” kata Rossi. “Chivu pernah menjadi pemain, dia memahami tekanan dan cara mendekati hal-hal ini. Dan saya yakin dia akan mampu menyampaikan hal ini kepada para pemain.”
Secara keseluruhan, pandangan Giuseppe Rossi menggarisbawahi bahwa kesuksesan sebuah musim tidak selalu hanya diukur dari satu kompetisi. Bagi Inter Milan, meraih Scudetto setelah dominasi yang kuat di Serie A dianggap pencapaian fundamental, sembari menjadikan kegagalan di Eropa sebagai pembelajaran berharga untuk musim-musim mendatang.
(LC/GN)
sumber : ca.sports.yahoo.com
Leave a comment