Performa Daniss Jenkins dan Implikasinya bagi Detroit Pistons
Pembukaan musim yang mengesankan bagi Detroit Pistons sangat dipengaruhi oleh penampilan mengejutkan dari Daniss Jenkins. Dari seorang pemain dua arah, Jenkins berhasil menjadi andalan di bangku cadangan dengan rata-rata hampir 10 poin per pertandingan.
Performa gemilang ini membawanya pada kontrak baru berdurasi dua tahun senilai $8 juta, yang menjamin posisinya dan masa depannya di dalam tim.
Kemunduran Setelah Kontrak
Namun, setelah penandatanganan kontrak tersebut, kontribusi Jenkins dianggap menurun. Efisiensinya menurun drastis dan ia kini hanya mencetak kurang dari 5 poin per pertandingan. Ini memunculkan pertanyaan apakah Jenkins bisa kembali ke bentuk permainan terbaiknya seperti di awal musim.
Persepsi Penggemar Detroit
Dengan penurunan produksi seperti ini, apakah penggemar Detroit patut khawatir? Mari kita lima lebih dalam.
Sebelum Kontrak
Musim ini, Jenkins memulai dengan ekspektasi yang sangat rendah setelah sebelumnya menjadi rookie tidak terpilih. Ia berhasil mengejutkan Detroit dengan permainan energiknya dari bangku cadangan, mengisi posisi untuk calon MVP Cade Cunningham saat bermain.
Ia mampu mencetak rata-rata 8 poin per pertandingan dan 3 assist dengan akurasi tembakan yang efisien. Jenkins bahkan pernah menjadi starter dalam tujuh pertandingan, selalu memberikan kontribusi untuk tim.
Pada bulan November, Jenkins tampil mencolok dengan mencetak 24 poin, 8 rebound, dan 4 steal dalam pertandingan melawan Wizards. Ia juga mengukir rekor 15 assist dalam pertandingan melawan Chicago pada 8 Januari.
Bahkan di G-League, Jenkins menunjukkan performa yang luar biasa, termasuk mencetak 33 poin dan 18 assist dalam satu pertandingan, yang mengamankan tempatnya di roster utama NBA.
Penurunan Produksi Saat Ini
Sejak menandatangani kontrak, persentase tembakan Jenkins merosot ke angka 28%, dengan persentase tiga angka hanya 17%. Ia kini rata-rata mencetak 4.9 poin per pertandingan dan kurang dari satu assist. Perannya sebagai pengganti kunci tidak lagi terlihat, bahkan sulit untuk memberikannya banyak menit bermain.
Pada pertandingan terakhir melawan Spurs, Jenkins hanya bermain selama 15 menit dan mencetak 0 poin dari 6 percobaan tembakan, dengan satu assist serta mencatatkan -15 +/- yang merupakan yang terburuk kedua di tim, meskipun ia bermain terbatas. Pistons kalah dengan selisih 15 poin.
Jenkins perlu berusaha keras agar dapat menemukan kembali ritme permainannya sebelum ia kehilangan lebih banyak waktu bermain kepada rekan-rekannya seperti Caris LeVert, Kevin Huerter, dan Marcus Sasser.
Kesimpulan
Konsistensi Jenkins sepanjang musim ini dapat dibilang berfluktuasi. Ia telah menunjukkan potensi yang mengesankan, namun saat ini mengalami masa-masa sulit yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meskipun penandatanganan kontrak mungkin berkontribusi pada penurunannya, ini kemungkinan hanya kebetulan yang buruk. Dengan percaya diri yang dimiliki, Jenkins diharapkan dapat kembali dengan permainan terbaiknya.
Tim Pistons perlu menemukan cara agar Jenkins dapat kembali dalam performa terbaik sebelum akhir musim, karena kehadirannya sebagai pemain pengganti yang efektif sangat penting untuk harapan playoff tim.
Jika Jenkins tidak segera kembali ke ritme permainan, hal ini mungkin sedikit menurunkan potensi tim untuk mencapai kesuksesan musim ini.
(BA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment