Home Sepakbola Inggris Premier League Pemain Afrika di Tottenham: Kisah Penuh Rasa Kehilangan dan Harapan.
Premier League

Pemain Afrika di Tottenham: Kisah Penuh Rasa Kehilangan dan Harapan.

Share
Pemain Afrika di Tottenham: Kisah Penuh Rasa Kehilangan dan Harapan.
Share

Pepatah Matar Sarr dan Dua Rekan Afrika di Tottenham: Mempertahankan Harapan di Tengah Kesulitan

Pape Matar Sarr: Pilar di Tengah Krisis

Pape Matar Sarr, gelandang asal Senegal, menjadi salah satu kapten Tottenham Hotspur selama musim 2024/25 yang sukses membawa Spurs meraih gelar Liga Europa. Dalam 55 pertandingan, Sarr mencatatkan 6 gol dan 3 assist, berkontribusi signifikan atas gelar yang telah lama ditunggu oleh klub London ini. Di bawah kepemimpinan pelatih baru, Thomas Frank, Sarr tetap menjadi pemain kunci, bahkan setelah kepergian Frank dan masuknya Igor Tudor.

Namun, Spurs sedang terpuruk dengan rentetan 11 pertandingan tanpa kemenangan di Premier League (4 seri, 7 kekalahan). Kini, Tottenham berada di peringkat 16 dan akan bertandang ke markas Liverpool pada hari Minggu, 15 Maret, pukul 23:30 WIB. Pertandingan ini sangat penting bagi Spurs untuk mengamankan tempat di Premier League. Di musim ini, Sarr telah tampil sebanyak 29 kali dengan 2 gol dan 3 assist. Namun, masa depan sang pemenang Afrika tahun 2025 bisa berisiko jika tim terdegradasi ke Divisi 2 di akhir musim.

Yves Bissouma: Situasi Tak Menentu

Yves Bissouma, gelandang Mali, tidak banyak mendapatkan perhatian di Tottenham musim ini, terutama setelah terpinggirkan oleh Thomas Frank. Meskipun demikian, Bissouma mulai mendapatkan kembali menit bermain pasca kembalinya dari AFCON 2025. Namun, dengan hanya 8 pertandingan yang dilakoni dan tidak mendapatkan kesempatan di Liga Champions, Bissouma yang kontraknya berakhir pada bulan Juni ini berpotensi hengkang dari Tottenham secara gratis di bursa transfer musim panas mendatang.

Mohammed Kudus: Menanti Kepulangan

Mohammed Kudus juga menjadi bagian dari daftar panjang pemain cedera di tim Tottenham. Setelah bergabung musim panas lalu dengan banyak harapan, Kudus harus absen sejak pertengahan Januari karena cedera paha. Diperkirakan, ia akan kembali pada bulan April, namun jika Spurs belum juga meraih hasil positif, masa depan gelandang asal Ghana ini, yang merupakan wakil kapten tim nasional Ghana, bisa dipertanyakan meskipun ia terikat kontrak hingga 2031.

Baca juga:  Jesse Lingard siapkan comeback mengejutkan di Premier League!

Kudus mencetak 3 gol dan 6 assist dalam 26 pertandingan sebelum cedera, menunjukkan potensi besar yang ia miliki. Namun, jika timnya tak bisa menghindari degradasi, sangat mungkin ia akan mencari kesempatan baru di luar Tottenham musim depan.

Dampak Degradasi terhadap Tim

Dengan perolehan 29 poin dari 29 pertandingan, Tottenham semakin mendekati kemungkinan terdegradasi ke Divisi 2, sesuatu yang belum pernah mereka alami sejak musim 1977-78. Keputusan ini tidak hanya berpengaruh pada tim secara keseluruhan, tetapi juga masa depan tiga pemain Afrika di skuad mereka. Tottenham harus berjuang keras untuk memperbaiki performa dan menjamin kelangsungan di Premier League.

(PL/GN)
sumber : sportnewsafrica.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Jadwal Transfer Musim Panas 2026: Kapan Batas Waktu untuk Klub?

Jadwal Transfer Musim Panas 2026 semakin dekat! Ketahui batas waktu penting bagi...

Joao Pedro posisi 15 di EPL: Siap tingkatkan performa tahun depan!

Joao Pedro, kini di posisi 15 EPL, bertekad untuk meningkatkan performa di...

Bukan Hanya Soal Set-Pieces, Arteta Tonjolkan Gaya Uniknya!

Di balik kesuksesan timnya, Arteta menghadirkan gaya unik yang melampaui set-pieces, mengutamakan...

Pickford raih penghargaan Coca-Cola Save of the Season!

Jordan Pickford meraih penghargaan Coca-Cola Save of the Season berkat penyelamatan gemilangnya...