Evaluasi Tim Williams di Grand Prix Australia
Grand Prix Australia akhir pekan lalu menandai berakhirnya fase pemanasan pra-musim Formula 1, ketika performa tim-tim yang selama ini menyembunyikan kekuatan mereka mulai terbuka. Dari hasil balapan tersebut, tim Williams tidak muncul sebagai tim yang bersaing, sehingga hasilnya kecewa, bukan mengejutkan. Tim ini sudah tertinggal jauh sejak mereka terpaksa membatalkan kehadiran di sesi prabalap di Barcelona, di mana muncul berita bahwa mobil mereka gagal tes keamanan dan beratnya lebih dari 20 kg dari batas yang ditentukan.
Kendala Berat Mobil dan Target Tim
Masalah berat ini menjadi penyebab utama kekurangan kecepatan FW48 mereka dibandingkan dengan para pembalap terdepan. Selain itu, tim ini juga mengalami kesenjangan pengetahuan dalam memaksimalkan potensi unit mesin Mercedes yang mereka gunakan. Manajer tim, James Vowles, sebelumnya menyebut posisi kelima di klasemen konstruktor sebagai target baru. Namun, melihat performa saat ini, sangat sulit bagi mereka untuk meraih finis di posisi 10 besar untuk mempertahankan target tersebut.
Mengatasi Masalah Berat Mobil
“Tidak sulit untuk mengurangi berat mobil ini,” ujar Vowles pada akhir pekan di Australia. “Hari ini, saya sudah menerima semua langkah rekayasa untuk tidak hanya menguranginya, tetapi juga agar bisa berada di bawah batas berat yang diinginkan. Itu sudah ada dalam rencana kami.”
Vowles menjelaskan bahwa dalam konteks batasan biaya saat ini, lebih efisien untuk menerapkan langkah-langkah penghematan berat melalui pembaruan yang telah direncanakan selama musim, ketimbang melakukannya sekaligus. Ini menunjukkan bahwa pengurangan berat adalah proses bertahap yang akan dilakukan di seluruh bagian mobil, bukan hanya satu komponen yang terlalu berat.
Rencana Pengembangan Tim
Di sisi lain, ada juga implikasi biaya terkait pengiriman komponen baru, karena biaya logistik kini masuk dalam batasan yang telah ditentukan. “Ini memang kompleks, namun kompleksitas yang baik,” tambah Vowles. “Batasan biaya tetap memberikan dampak positif.”
Menjadi terlalu berat sekarang membawa dampak yang lebih besar daripada sebelumnya akibat regulasi baru pada unit mesin, karena mempengaruhi kecepatan memasuki tikungan dan pengumpulan energi, yang berpengaruh pada distribusi tenaga di seluruh lap. “Kami punya rencana agresif untuk kembali ke jalur yang benar,” ungkap Alex Albon. “Semua ini tetap membutuhkan waktu, tetapi tim bekerja keras.”
“Ada dorongan besar di pabrik untuk membawa kami kembali ke posisi yang seharusnya. Dengan data yang ada, jelas terlihat bahwa ada potensi waktu lap yang dapat kami peroleh dengan mengurangi berat.”
Masalah Keandalan
Salah satu masalah lain yang mungkin bisa segera diselesaikan oleh tim adalah keandalan. Mobil Carlos Sainz berhenti di area pit saat latihan bebas ketiga di Australia dan tidak bisa diperbaiki tepat waktu untuk sesi kualifikasi. Hal ini menjadi titik kritis bagi pelanggan Mercedes untuk membandingkan strategi daya listrik mereka dengan tim pabrikan.
“Kami baru menyadari seberapa tertinggal kami dalam hal manajemen unit mesin,” kata Vowles. “Kami kehilangan sekitar tiga persepuluh detik karena hal tersebut. Ketika hanya satu mobil yang berjalan, kami perlu kedua mobil agar bisa saling berbagi data dan belajar bagaimana mendistribusikan tenaga.”
Dalam situasi ini, beban berat menjadi faktor utama dalam keterlambatan mereka di trek. Tim Williams harus berfokus dan berupaya keras untuk mengubah kondisi ini agar dapat bersaing lebih baik di balapan selanjutnya, dengan harapan untuk meraih hasil yang lebih positif di hadirnya inovasi dan peningkatan performa di tim mereka.
(SA/GN)
sumber : id.motorsport.com
Leave a comment