Menilai Dampak Pemain di Luar Statistik: Lebih dari Sekadar Angka
Setiap penggemar sepak bola tentu menyukai momen menegangkan di lapangan yang mampu menggetarkan suasana. Gol yang mengguncang dan assist yang cermat seringkali mencuri perhatian, namun ada banyak pemain yang bekerja keras tanpa disadari pada hari pertandingan. Di lini belakang, tackle yang tegas atau tantangan terakhir mungkin memicu semangat tim, tetapi ada juga nilai besar dari pemain yang berhasil mengarahkan lawan ke area yang tidak diinginkan tanpa harus menyentuh bola.
Kesulitan Mengukur Dampak Defensif
Dalam hal data, mengukur kontribusi ini bisa menjadi tantangan. Beberapa tindakan defensif mungkin tidak terdaftar sebagai “event” ketika bukan merupakan rangkaian kegiatan yang nyata dalam permainan. Namun, kita harus ingat bahwa 21 pemain lainnya tetap memengaruhi jalannya pertandingan meskipun hanya satu yang memegang bola.
Contohnya adalah “Dilema Virgil van Dijk” — salah satu bek tengah terbaik di Eropa dalam beberapa tahun terakhir, yang jarang muncul dalam statistik defensif karena lawan sering kali enggan menghadapinya dalam situasi satu lawan satu.
Peran Pemain Tengah yang Signifikan
Pemain tengah yang mampu mengontrol permainan dengan “kehadiran” mereka juga sulit diukur, tetapi profil seperti ini adalah impian bagi pelatih. Dengan semakin meningkatnya pemahaman tentang strategi tim saat tidak menguasai bola, alat untuk mengukur tindakan defensif ini kian tajam.
Data dari SkillCorner menunjukkan siapa saja pemain yang aktif dalam mengganggu lawan, memaksa mereka untuk menjauh dari gawang tanpa harus melakukan tekel.
Contoh menarik adalah Florian Wirtz dari Liverpool. Meskipun ia membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan intensitas Premier League, posisinya dan kecerdasan dalam pergerakan telah terbukti memengaruhi lawan ketika timnya kehilangan bola. Wirtz berhasil memaksa lawan mundur 8,1 kali per 30 menit saat timnya tidak dalam penguasaan bola, hanya kalah dari Justin Kluivert dari Bournemouth musim ini.
Dampak Kluivert meski Terluka
Keluarnya Kluivert karena operasi lutut telah mengganggu performanya, tetapi data mencerminkan betapa kerasnya ia bekerja tanpa bola dalam pendekatan defensif tak kenal ampun dari pelatih Andoni Iraola.
Usai pertandingan, Iraola menegaskan pentingnya atribut defensif Kluivert meskipun ia berhasil mencetak hat-trick. “Memang benar Justin telah mencetak tiga gol… tetapi kerja keras defensifnya melawan (Sandro) Tonali sangat berharga bagi kami,” ujarnya.
Sifat mengganggu ini cukup menyulitkan bagi lawan. Dalam kemenangan Bournemouth atas Aston Villa, Kluivert terlihat aktif mendorong pemain lawan, memaksa pemain bertahan Ezri Konsa untuk mundur dan akhirnya kehilangan bola.
Pentingnya Aaronson di Leeds
Pemain seperti Brenden Aaronson dari Leeds United juga tidak kalah krusial dalam menjaga kohesi tim. Meskipun mampu menciptakan opini yang berbeda di kalangan penggemar mengenai keputusan di lapangan, kehadirannya selalu memberi semangat. Pelatih Daniel Farke menekankan betapa pentingnya tenaga dan semangat Aaronson di lapangan.
Pemain Arsenal yang Melindungi Tim
Mikel Arteta akan senang melihat tiga pemain Arsenal terdaftar di kategori ini, termasuk Viktor Gyokeres dan Leandro Trossard, yang membantu rekan-rekan mereka di belakang dengan kerja keras defensif.
Arsenal sendiri sudah mencatatkan kepemilikan di sepertiga akhir lebih banyak dibandingkan tim lain musim ini, dengan Gyokeres menjadi salah satu yang aktif dalam tekanan tinggi meskipun kurang diperhatikan dalam statistik.
Mengukur Pengurangan Risiko
Dari segi pengurangan risiko, kita juga dapat melihat pemain yang mampu mengurangi bahaya dari situasi menyerang lawan. Ini mungkin tidak melibatkan tekel atau intersepsi yang terukur, tetapi metrik ini membantu kita memahami siapa saja pemain yang bisa menciptakan lapisan pertahanan hanya dengan kehadirannya.
Boubacar Kamara dari Aston Villa menunjukkan kemampuannya dengan 4,6 keterlibatan per 30 menit saat timnya tidak menguasai bola. Meskipun statistik tekel Kamara tidak luar biasa dibanding bek tengah lainnya, penggemar Villa merasakan dampak kehilangan Kamara akibat cedera lutut pada Januari lalu.
Keberadaannya sangat penting bagi kesuksesan Villa di awal musim, dan ketidakhadirannya membuat tim terlihat lebih rentan di lini tengah.
Kesimpulan
Aksi-aksi kecil yang tak terlihat di lapangan bisa memiliki dampak besar pada hasil pertandingan. Dalam satu pertandingan Premier League, ada sekitar 650 aksi yang tercatat, tetapi banyak aspek kinerja pemain yang lebih halus dan rumit. Dengan alat yang mampu mendeteksi kerja keras defensif yang mungkin terlewatkan oleh mata, kita kini bisa memberikan pengakuan lebih kepada pemain yang sebelumnya tidak mendapat sorotan yang layak.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment