Airbnb Kirim Surat Peringatan ke Los Angeles Jelang Piala Dunia 2026
Airbnb telah mengirimkan surat peringatan kepada Pemerintah Los Angeles menjelang Piala Dunia FIFA 2026, saat harga sewa melonjak dan para penyewa mengeluhkan proses perizinan yang rumit.
Pihak Airbnb meminta kota mengakhiri aturan yang membatasi pemilik rumah kedua untuk menyewakan properti mereka sebagai rumah liburan selama turnamen berlangsung.
Menurut surat yang diperoleh, langkah ini akan meningkatkan ketersediaan properti bagi pengunjung dan menambah lebih dari $100 juta dalam pendapatan pajak untuk pemerintah setempat.
Harga sewa telah melonjak tajam di Los Angeles dan San Francisco, yang merupakan dua lokasi turnamen Piala Dunia di California.
Dalam studi yang dilakukan oleh Deloitte, seorang pemilik di Los Angeles dapat meraup pendapatan hingga $5.100 per minggu, dengan banyak listing saat ini ditawarkan dengan harga tinggi.
Surat yang dikirim ke Dewan Kota LA ini didukung oleh koalisi bisnis termasuk Airbnb dan menyerukan agar Rencana Pendapatan Sewa Jangka Pendek segera diimplementasikan.
Pendukung rencana ini menyatakan bahwa langkah tersebut dapat menambah ribuan kamar baru di seluruh kota selama Piala Dunia, serta memberikan $110 juta setiap tahun sebagai pendapatan tambahan.
Mereka mendesak para pembuat kebijakan untuk segera menindaklanjuti usulan ini, karena khawatir akan kehilangan kesempatan ekonomi yang signifikan jika tidak direalisasikan.
Mereka berargumen bahwa perubahan ini akan memodernisasi aturan sewa jangka pendek di Los Angeles, memungkinkan sejumlah terbatas rumah kedua beroperasi secara legal sebagai rental liburan di bawah sistem yang diatur.
“Setiap bulan LA tidak mengadopsi kebijakan ini, kota kehilangan jutaan dolar pendapatan yang dapat digunakan untuk menyelamatkan layanan kota dan pekerjaan kritis,” tulis koalisi tersebut.
Surat ini ditujukan kepada Presiden Dewan Marqueece Harris-Dawson, Ketua Komite Perencanaan dan Pengelolaan Penggunaan Lahan Bob Blumenfield, Ketua Anggaran Katy Yaroslavsky, serta dewan yang lengkap.
Meski demikian, kota masih lambat bergerak atas usulan ini, dengan alasan LA tengah menghadapi krisis perumahan, terutama untuk hunian yang terjangkau dan perumahan bagi gelandangan.
Namun, koalisi tersebut menegaskan bahwa kota tak dapat lagi menunda-nunda.
Pendukung rencana ini percaya bahwa kebijakan tersebut bisa menghasilkan lebih dari $100 juta setiap tahun dalam biaya, termasuk hingga $110 juta annuall dari pajak sewa sementara dan tambahan $38 juta dari pajak penjualan yang dihasilkan dari belanja wisatawan.
Saat ini, pencarian untuk tempat menginap di kota-kota tuan rumah meningkat sekitar 80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara pelaporan Reuters menyoroti estimasi Deloitte yang menyebutkan pemilik di Los Angeles bisa meraup sekitar $5.100 selama turnamen.
Permintaan semakin tinggi, harga terus meroket, sementara pemerintah kota masih terjebak dalam posisi tidak bergerak.
Justin Wesson, manajer kebijakan senior Airbnb, menyatakan, “Los Angeles akan menyambut jutaan pengunjung untuk acara global seperti Piala Dunia 2026 dan Olimpiade Musim Panas 2028, dan penyewaan jangka pendek akan memainkan peran penting dalam membantu kota mengakomodasi lonjakan permintaan ini.”
“Dengan memperluas opsi sewa jangka pendek yang bertanggung jawab, Los Angeles dapat memastikan pengunjung memiliki tempat menginap sambil mengumpulkan tambahan pendapatan pajak dari wisatawan, bukan warga lokal, serta memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga, bisnis kecil, dan komunitas.”
Pendukung rencana ini menegaskan bahwa hal ini bukan hanya soal wisatawan yang mencari tempat tidur, tetapi juga tentang kota yang menghadapi potensi pemotongan anggaran sambil mengabaikan peluang pendapatan yang ada di depan mata.
“Para pemimpin kota tidak bisa terus memperingatkan keluarga dan bisnis kecil tentang kemungkinan pemotongan layanan esensial sambil mengabaikan usulan praktis yang melindungi komunitas tanpa membebani warga Angeleno,” ungkap Robert Sausedo, presiden dan CEO Community Build Inc.
“Dewan harus bertindak sekarang untuk menunjukkan kepemimpinan dan menerapkan kebijakan yang masuk akal di tempat yang sangat dibutuhkan.”
Para penandatangan surat ini meliputi Airbnb, Asosiasi Industri dan Perdagangan Valley, Asosiasi Pusat Kota, Yayasan Kamar Dagang Hispanik California, Kemitraan Perhotelan Los Angeles, dan berbagai grup sipil serta komunitas.
Surat tersebut juga mengingatkan bahwa anggaran kota sangat rentan, terlihat dari pembicaraan sebelumnya tentang pemecatan lebih dari 600 pekerja dan pengurangan layanan seperti pengumpulan sampah dan respon darurat.
Usulan ini pertama kali muncul pada tahun 2018 dan dengan cepat menjadi perdebatan politik antara pendukung pariwisata dan aktivis perumahan. Usulan ini kemudian kadaluarsa di bawah aturan dewan sebelum dihidupkan kembali. Saat ini, usulan ini terparkir di Komite Perencanaan dan Pengelolaan Penggunaan Lahan, di mana para pendukung merasa telah menunggu terlalu lama.
Kantor Blumenfield menyebutkan bahwa masalah ini diharapkan akan dibahas lebih lanjut bulan ini.
“Ya, ini ada dalam jadwal untuk bulan ini,” kata seorang juru bicara. “Saya tahu dia dan tim kami telah bertemu dengan berbagai pihak yang memiliki sudut pandang berbeda tentang isu ini.”
(WC/GN)
sumber : nypost.com
Leave a comment