Kemarahan Steve Kerr Saat Hadapi Knicks
Ekspresi Tak Biasa dari Pelatih Warriors
Pelatih Golden State Warriors, Steve Kerr, jarang menunjukkan kemarahan di lapangan. Namun, pada kuarter kedua pertandingan melawan New York Knicks yang berakhir dengan skor 110-107 di Madison Square Garden, kemarahan Kerr muncul jelas dan dialamatkan kepada rookie Will Richard setelah terjadinya turnover.
Penyesalan Setelah Pertandingan
Usai pertandingan, Kerr menyatakan penyesalannya karena kehilangan kendali. Pada hari Selasa, dia menegaskan bahwa kemarahannya seharusnya tidak diarahkan pada Richard. Dalam sebuah wawancara di program “Willard and Dibs” di 95.7 The Game, Kerr mengungkapkan, “Itu tidak nyaman, saya menyalahkan orang yang salah.”
Kesalahan dalam Penilaian
Kerr menjelaskan bahwa dia merasa frustrasi akibat dua turnover berturut-turut yang dilakukan Richard. Namun, setelah menonton rekaman ulang, dia menyadari bahwa kesalahan tersebut lebih terkait dengan umpan dari Brandin Podziemski, bukan kesalahan Richard.
Richard sendiri memulai serangan cepat dengan memaksa Knicks melakukan turnover, dan Podziemski yang mengambil bola kemudian melemparkan umpan yang terlalu jauh, menggiring Richard untuk mencoba menyelamatkan bola dengan gerakan yang tidak biasa.
Pentingnya Mengatasi Turnover
Turnover menjadi masalah utama Warriors di kuarter tersebut, yang memungkinkan Knicks mendekat. Kerr mengungkapkan, “Turnover adalah ketidaksukaan utama saya. Kami memiliki sembilan turnover di kuarter kedua itu.” Dia mengakui bahwa kemarahannya seharusnya ditujukan pada tim secara keseluruhan, bukan hanya Richard.
Reaksi dan Tanggapan Tim
Sebelum pertandingan melawan Washington Wizards yang dimenangkan Warriors 125-118, Kerr menunjukkan klip insiden tersebut kepada tim, bercanda menanyakan, “Pelatih idiot mana yang menyalahkan orang ini untuk turnover?”
Membangun Hubungan dengan Pemain
Kerr percaya pentingnya menyeimbangkan dukungan positif dengan dorongan agar pemain tampil maksimal. Dia merenungkan pengalamannya bermain di bawah pelatih dengan karakter yang kuat, seperti Gregg Popovich dan Phil Jackson, yang selalu menunjukkan perhatian pada para pemainnya.
Kemarahan yang Terlalu Jauh
Walaupun menyadari bahwa dia terlalu beremosi pada hari Minggu, Kerr tidak akan segan untuk menunjukkan kemarahan ketika diperlukan. Dia menambahkan, “Pemain saya tahu bahwa ada saat-saat saya akan marah dan mungkin membuat kesalahan, tetapi mereka juga tahu bahwa saya peduli dan ingin yang terbaik untuk mereka.”
Kesimpulan
Insiden kemarahan Kerr ini memberikan pelajaran penting bagi tim dan menunjukkan betapa tinggi ekspektasi yang ada. Dengan terus mengelola emosinya, diharapkan Kerr dan Warriors dapat tampil lebih baik di pertandingan-pertandingan mendatang dan menghindari situasi serupa yang bisa mengganggu performa.
(BA/GN)
sumber : www.nbcbayarea.com
Leave a comment