PSG Kembali Perlihatkan Dominasi di Liga Champions
Jelang leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Chelsea, pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique sempat mengingatkan bahwa timnya akan menghadapi “momen kesulitan.” Namun, semua kekhawatiran itu terbukti tidak terpakai.
Pada malam yang menegangkan bagi tim Chelsea yang dilatih Liam Rosenior, PSG tampil sebagai penguasa dengan kemenangan telak 3-0 di Stamford Bridge, dan unggul agregat 8-2.
Jalannya Pertandingan
Kontes yang terkesan sepihak ini berlangsung layaknya latihan bagi tim tamu. Sorak-sorai “ole” dapat terdengar dari pendukung PSG saat pertandingan memasuki pertengahan babak pertama. PSG, yang pernah menunjukkan performa memukau di musim ini—seperti kemenangan 7-2 atas Bayer Leverkusen dan kemenangan 5-0 atas Marseille—tampaknya mulai menemukan kembali ritme permainan mereka.
Setelah memantapkan posisi dengan enam gelar yang diraih musim lalu, melawan Chelsea menunjukkan bahwa PSG bisa kembali ke performa terbaik mereka pada waktu yang tepat. Luis Enrique, yang selama ini diganggu masalah cedera, hanya tidak diperkuat Fabian Ruiz dalam perjalanan ke London kali ini.
Penampilan Mengesankan Kvaratskhelia
Ousmane Dembele yang merupakan peraih Ballon d’Or dan Desire Doue harus absen cukup lama akibat cedera, namun kini Enrique bisa memanfaatkan kekuatan lini serang secara optimal. Khvicha Kvaratskhelia yang tampil gemilang di leg pertama diangkat menjadi starter. Keputusan ini terbukti tepat, mengingat dia mampu mencetak dua gol dan satu assist dalam waktu 28 menit di leg pertama.
Kvaratskhelia membuka skor pertandingan pada menit keenam setelah berhasil melewati Mamadou Sarr, dan menyelesaikan peluang dengan sepakan kiri yang cermat. Sepanjang pertandingan, pemain sayap yang mengenakan kaus kaki di bawah ini terus memberikan ancaman kepada pertahanan Chelsea.
Di babak kedua, setelah Senny Mayulu menambah keunggulan menjadi 3-0, Kvaratskhelia ditarik keluar 20 menit jelang waktu normal, mendapat tepuk tangan meriah dari para pendukung di sektor penonton.
Formasi PSG yang Membangun Momentum
Pemain PSG lainnya yang menunjukkan performa baik adalah Bradley Barcola, yang kini telah mengantongi dua gol dalam seminggu. Sejak awal 2026, Barcola mencetak tujuh gol dalam 15 penampilan, menunjang momentum tim yang kini tengah menanjak.
Meskipun PSG mengalami beberapa kendala musim ini, termasuk kekalahan di Coupe de France dan masalah cedera, performa mereka melawan Chelsea menghadirkan sinyal positif. Luis Enrique menegaskan bahwa ia tetap percaya pada timnya. “Kami mengalami kesulitan, tetapi kami terus maju dan secara keseluruhan, kami menjalani musim yang sangat baik,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Keberuntungan PSB di Laga Domestik
Dengan Chelsea yang kalah pada akhir pekan dari Newcastle, PSG diuntungkan dengan jadwal yang memberi mereka waktu istirahat. Keputusan Ligue de Football Professionnel (LFP) untuk membatalkan pertandingan melawan Nantes yang berjuang di zona degradasi sempat memicu kemarahan para pendukung Nantes.
PSG kini tetap kokoh di puncak klasemen Ligue 1, satu poin di atas RC Lens. Dengan performa yang semakin solid, PSG menunjukkan bahwa mereka siap menatap tantangan lebih besar di sisa kompetisi, baik di domestik maupun Eropa.
Dengan penampilan yang semakin baik dan skuad yang kian kompak, PSG tampaknya telah menemukan kembali ritme mereka di waktu krusial ini.
(LC/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment