Home Olahraga Lainnya UFC Gedung Putih: Kalah Menang, Rekor Pro Gak Dihitung!
Olahraga Lainnya

UFC Gedung Putih: Kalah Menang, Rekor Pro Gak Dihitung!

Share
UFC Gedung Putih: Kalah Menang, Rekor Pro Gak Dihitung!
Share

Kontroversi Sanctioning: Kartu Pertarungan UFC di Washington D.C. Terancam Tak Resmi?

Ajang UFC yang dikabarkan akan digelar di Washington D.C. tengah menghadapi kendala perizinan yang signifikan. Komisi Olahraga Tarung District of Columbia (DCCSC) mengungkapkan bahwa UFC memilih untuk tidak melalui saluran resmi untuk mendapatkan persetujuan, dengan alasan bahwa acara tersebut diselenggarakan di tanah federal. Situasi ini berpotensi menyebabkan hasil pertandingan tidak akan diakui secara resmi dalam rekor karier para atlet.

Kekhawatiran dari Pihak Berwenang

Andrew Huff, perwakilan dari DCCSC, menyuarakan keprihatinannya terkait keputusan UFC ini. “Kami tidak tahu apa-apa,” ujar Huff kepada Washington Post, yang juga dikutip oleh Sherdog. Ia menambahkan, “Setiap promotor di District of Columbia harus, dan memang demikian, mematuhi standar yang sama, baik itu penyelenggara pertunjukan gulat kecil maupun event besar. Saya khawatir tentang preseden yang tercipta. Apa yang akan terjadi jika seseorang mengadakan pertandingan tinju di Malcolm X Park? Apakah mereka tidak perlu melibatkan kami?” Huff menekankan pentingnya kesetaraan standar bagi semua promotor.

Preseden dari Reservasi Indian

Kondisi serupa pernah terjadi di Tachi Palace, yang terletak di reservasi suku Indian milik Tachi-Yokut Tribe, bagian dari Santa Rosa Indian Community yang diakui secara federal. Resor tersebut memiliki komisi olahraga tarung sendiri dan, konsekuensinya, tidak harus sepenuhnya mematuhi aturan serta regulasi yang ditetapkan oleh Komisi Atletik Negara Bagian California (CSAC). Ada banyak petarung UFC yang telah berkompetisi di reservasi suku Indian seperti Tachi Palace, dan hasil kemenangan serta kekalahan mereka dari laga-laga tersebut tetap dianggap sah dan tercatat dalam rekor resmi mereka. Pengalaman ini kemungkinan menjadi referensi bagi UFC dalam menyikapi situasi di Washington D.C.

Baca juga:  Lewis Richardson, Medalis Olimpiade, Tak Sabar Balik Ring Awal 2026!

Dampak dan Implikasi ke Depan

Terlepas dari isu perizinan ini, tampaknya acara UFC yang disebut “White House card” ini akan tetap berjalan sesuai rencana, dengan kemenangan yang dicatat dan gelar yang diberikan. Namun, patut dicatat bahwa UFC memilih untuk melewati Komisi Olahraga Tarung District of Columbia, padahal jalur resmi untuk menyelenggarakan kartu pertarungan di Washington D.C. sebenarnya sudah tersedia. Keputusan ini bisa saja menciptakan preseden yang rumit dan menantang bagi penyelenggaraan acara olahraga tarung di masa depan, khususnya di wilayah dengan yurisdiksi yang ambigu seperti tanah federal. Hal ini berpotensi memicu perdebatan lebih lanjut mengenai batas-batas wewenang dan regulasi dalam dunia olahraga profesional.

(OL/GN)
sumber : www.mmamania.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Jangan Lewatkan! Proliga Putri 2026: Jadwal, Hasil, Klasemen Komplet.

Siap-siap Proliga Putri 2026! Saksikan tim favoritmu. Cek jadwal, hasil, dan klasemen...

Seru Abis! BWF Suguhkan Pertarungan Bulu Tangkis Terbaik!

Jangan lewatkan! BWF hadirkan pertarungan bulu tangkis paling seru dan terbaik. Saksikan...

Monaco Sevens Kembali 1 Mei, Zeghdar Juara Olimpiade Jadi Patron!

Monaco Sevens kembali 1 Mei! Juara Olimpiade Zeghdar ditunjuk sebagai patron. Kehadirannya...

UFC Vegas 115: Prelimnya Pecah, Libur Paskah Jadi Meriah!

UFC Vegas 115: Prelimnya pecah! Pertarungan seru ini berhasil membuat libur Paskah...