Kekalahan Newcastle di Camp Nou: Analisis Pasca Pertandingan
Setelah bermain imbang 1-1 di St James’ Park, Newcastle United melanjutkan petualangan mereka ke Camp Nou dengan harapan untuk mencapai perempat final. Pada awal babak kedua leg kedua, Newcastle sempat menunjukkan semangat dengan dua gol penyama dari Anthony Elanga, menjadikan skor 2-2 di malam itu. Namun, tibalah saatnya Barcelona mendominasi permainan. Sebelum babak pertama berakhir, Lamine Yamal berhasil mencetak gol penalti yang memberikan keuntungan bagi tim tuan rumah, yang tidak mereka sia-siakan hingga akhir pertandingan. Dengan dominasi di babak kedua, agregat akhir pertandingan berakhir 8-3 untuk Barcelona.
Reaksi dari Marca
Marca menganalisis kinerja Newcastle setelah kekalahan ini, mempertanyakan klaim tentang keunggulan tim Premier League. “Apakah mereka tidak bilang bahwa Premier League adalah sesuatu yang luar biasa?” tulis mereka. Mereka menyoroti bahwa meski ada banyak bakat di Premier League, ketika Barcelona meningkatkan tempo, Newcastle tampak kehilangan arah.
Selain itu, Marca juga mencatat, “Barcelona menunjukkan kualitas dan fisik yang lebih baik. Satu lagi mitos tentang tim Inggris adalah bahwa mereka lebih kuat secara fisik daripada tim Spanyol. Namun, Newcastle tidak memberikan kesan tersebut di Camp Nou.”
Pandangan dari Mundo Deportivo
Mundo Deportivo melakukan penilaian individual terhadap pemain Newcastle dan memberikan kritik tajam kepada beberapa pemain kunci. Mereka mengekspresikan bahwa Dan Burn “kehilangan keberanian” di lapangan, sementara Sandro Tonali yang sejatinya menguasai lini tengah akhirnya kewalahan dan mengalami cedera.
Anthony Gordon juga tidak luput dari kritik, “Gordon tampak menghilang. Ada beberapa sentuhan bagus di babak pertama, namun harapan lebih tinggi darinya.” Mereka juga menyebut bahwa Malick Thiaw “terhanyut” dan untuk para pemain pengganti, Jacob Murphy hanya menyentuh bola tiga kali dalam waktu setengah jam.
Ulasan dari AS
Sementara beberapa kritik terhadap Newcastle berfokus pada performa mereka di babak kedua, AS lebih menyoroti upaya berani yang ditunjukkan tim Eddie Howe di 45 menit pertama. Meski demikian, mereka tetap menegaskan bahwa kekalahan ini menghancurkan.
AS melaporkan, “Babak pertama berlangsung ketat, tetapi babak kedua menjadi pesta gol. Newcastle tampil seolah Camp Nou adalah St James’ dengan tekanan yang mereka berikan. Namun, kali ini Barcelona mampu menanggapi taktik tinggi Newcastle dengan baik.”
Di babak kedua, Barcelona tampil mengenakan mode menyerang. “Dominasi mereka tak terbantahkan. Dalam waktu 20 menit, dari menit 52 hingga 72, mereka menghancurkan pihak Inggris. Serangan di awal babak kedua membuat Newcastle terkejut, seolah mereka tidak pernah melihat serangan semacam itu dalam waktu yang lama dan hanya berusaha untuk meminimalkan kerugian.”
Dampak Kekalahan
Kekalahan ini menjadi sorotan tajam bagi Newcastle, yang harus mengevaluasi performa timnya. Walaupun tim asal Inggris ini sukses melaju ke fase knockout, hasil dari leg kedua ini menunjukkan bahwa mereka masih perlu meningkatkan permainan, terutama saat bertemu tim-tim besar Eropa.
(PL/GN)
sumber : www.express.co.uk
Leave a comment