Pernyataan Presiden La Liga Soal Pengeluaran Klub Premier League
Pemborosan dalam Belanja Transfer
Presiden La Liga, Javier Tebas, mengkritik klub-klub Premier League terkait pengeluaran mereka di pasar transfer, dengan menyoroti kesalahan Manchester United dalam merekrut Antony sebagai contoh yang jelas.
Kekacauan Rekrutmen Pemain
Tebas telah lama menyoroti besarnya dana yang dikeluarkan oleh klub-klub Inggris, yang sering kali jauh lebih besar dibandingkan rekan-rekan mereka di Eropa. Dia kembali menekankan keputusan rekrutmen yang kurang tepat yang diambil oleh tim-tim Inggris.
Antony di Real Betis
Saat ini, Antony bermain untuk Real Betis di mana dia menunjukkan performa yang cukup baik. Namun, kebangkitan performanya terjadi setelah periode yang mengecewakan di Manchester United. Pemain Brasil tersebut gagal tampil optimal setelah dikeluarkan dana hampir £90 juta, hanya bertahan dua setengah tahun sebelum akhirnya dilepas oleh klub.
Realitas di Liga Champions
Meskipun telah mengeluarkan banyak uang, tim-tim papan atas Premier League menghadapi kenyataan pahit di Liga Champions. Semua enam tim berhasil lolos ke babak knockout, namun empat di antaranya tersingkir pekan ini, dengan tiga kalah dari klub Spanyol.
- Real Madrid mengalahkan Manchester City.
- Barcelona menundukkan Newcastle.
- Atletico Madrid mengeliminasi Tottenham.
Efisiensi Belanja Klub Spanyol
Tebas ditanya apakah tim La Liga lebih cerdas dalam belanja pemain. Dia menyatakan, “Bukan hanya saya yang mengatakan, namun ada laporan yang menyatakannya. Klub yang paling efisien dalam pengeluaran untuk pemain adalah klub Spanyol.” Ia menyebutkan biaya yang dikeluarkan Manchester United untuk Antony dan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan Real Betis. “Berapa banyak pemain yang bergabung dengan klub Premier League dan kemudian bermain di sini? Dalam pandangan saya, ya, mereka lebih efisien,” tambahnya.
Model Bisnis yang Berisiko
Tebas melanjutkan bahwa kontrol pengeluaran di Premier League belum diterapkan secara ketat. “Saya khawatir bahwa pengendalian pengeluaran tidak diikuti, dan tidak ada rasionalitas finansial dalam manajemen. Ini adalah model yang mengkhawatirkan karena dapat menciptakan kerugian,” ujarnya.
Dampak untuk Kompetisi Eropa
Pernyataan Tebas menyoroti tantangan yang dihadapi klub-klub Premier League dalam mempertahankan posisi mereka di pentas Eropa, terutama jika pengelolaan keuangannya tidak ditingkatkan. Performa buruk di Liga Champions bisa berdampak pada nilai tim dan daya saing di level domestik maupun Eropa.
(SA/GN)
sumber : www.mirror.co.uk
Leave a comment