Tim-tim Inggris Menderita di Liga Champions, Arsenal dan Liverpool Masih Bertahan
Pekan ini menjadi minggu yang mengecewakan bagi klub-klub Inggris di Liga Champions. Manchester City, Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Newcastle United semuanya tersisih dari kompetisi ini.
Jalannya Pertandingan
Manchester City menghadapi tugas berat di Etihad Stadium, berusaha membalikkan ketertinggalan 3-0 dari leg pertama melawan Real Madrid. Namun, dua gol dari Vinícius Júnior, ditambah kartu merah untuk kapten Bernardo Silva, memastikan langkah mereka terhenti. Sementara itu, Tottenham juga memiliki defisit tiga gol untuk diatasi pada leg kedua, namun meski berhasil mengalahkan Atlético Madrid 3-2, mereka tersingkir dengan agregat 7-4.
Newcastle harus menghadapi serangan ganas dari Barcelona dan kalah telak 8-3 secara agregat, sedangkan Chelsea dipukul 8-2 oleh Paris Saint-Germain.
Arsenal dan Liverpool menjadi satu-satunya tim Premier League yang tersisa di Liga Champions, keduanya berhasil mengatasi lawan masing-masing, Bayer Leverkusen dan Galatasaray.
Pengaruh Kinerja Tim Inggris di Eropa
Selain dampak reputasi, apakah hasil buruk ini berpengaruh terhadap jumlah tim yang bisa lolos ke kompetisi tahun depan?
Penentuan Kuota Tim di Liga Champions
Kuota ekstra Liga Champions diberikan kepada dua negara yang memiliki performa terbaik di Liga Champions, Europa League, dan Conference League. UEFA menciptakan rata-rata dengan memperhitungkan skor koefisien dan membaginya dengan jumlah tim masing-masing negara di kompetisi Eropa.
Setiap kemenangan di kompetisi Eropa bernilai dua poin koefisien, sedangkan hasil imbang bernilai satu poin. Terdapat juga poin bonus yang lebih banyak tersedia bagi tim di Liga Champions dibandingkan dengan kompetisi yang lebih rendah. Tim yang finis di puncak fase grup Liga Champions mengumpulkan 12 poin bonus, sedangkan juara fase grup Europa League mendapat enam poin, dan tim teratas di fase grup Conference League memperoleh empat poin.
Kondisi Koefisien Tim Inggris Saat Ini
Meski hasil buruk di babak 16 besar, Inggris masih menduduki posisi teratas dalam tabel koefisien dengan skor 23.847. Spanyol dan Jerman menempati posisi kedua dan ketiga dengan 19.468 dan 18.642.
Jika kompetisi berakhir hari ini, Inggris akan memiliki lima wakil di Liga Champions musim depan: Arsenal, Manchester City, Manchester United, Aston Villa, dan Liverpool. Italia tidak bisa menyalip Inggris karena tidak ada tim Serie A yang tersisa di Liga Champions. Pertarungan antara Barcelona dan Atlético Madrid juga menguntungkan Inggris, karena satu klub LaLiga pasti akan tersingkir.
Peluang Tim Inggris di Liga Champions Musim Depan
Jika Liverpool memenangkan Liga Champions dan Aston Villa memenangkan Europa League, serta keduanya finish di luar lima besar, maka bisa ada tujuh tim Premier League di Liga Champions musim depan.
(LC/GN)
sumber : www.espn.com
Leave a comment