Rick Pitino dan Warisan di Boston Celtics
Hasil Akhir yang Berat bagi Pelatih dengan Buku “Kesuksesan adalah Pilihan”

Pada 1 Maret 2000, Rick Pitino memberikan pernyataan kontroversial dalam konferensi pers pasca-pertandingan mengenai kondisi tim Celtics yang tengah berjuang. Dalam pernyataannya yang berlangsung hampir satu setengah menit, ia menyebut bahwa legenda Celtics seperti Larry Bird, Kevin McHale, dan Robert Parish tidak akan kembali untuk menyelamatkan timnya.
Analisis Pernyataan Pitino
Dalam soliloqui yang panjang ini, Pitino tidak hanya menghindari penyalahgunaan terhadap kondisi timnya, tetapi juga menunjukkan pengetahuannya tentang karakteristik penggemar olahraga di Boston. Dia bahkan bisa dibilang meramalkan munculnya suara-suarasa dari media lokal seperti Michael Felger.
Beberapa kutipan menarik dari pernyataannya antara lain:
“Larry Bird tidak akan kembali, para penggemar. Kevin McHale tidak akan datang kembali, dan Robert Parish tidak akan kembali. Jika Anda berharap mereka akan datang, mereka akan sudah tua dan beruban.”
Meski pernyataan tersebut menarik, tak terucapkan bahwa jika mereka benar-benar kembali, Pitino mungkin akan menukarnya dengan lima pemain NBA marginal yang pernah dilatihnya di Kentucky.
“Saya berharap kami memiliki 90 juta di bawah batas gaji. Kami berharap bisa membeli dunia. Tapi kami tidak bisa”
Pernyataan ini menjadi lebih menarik jika kita ingat bahwa pada tahun 1997, Pitino yang mengambil alih jabatan presiden tim dari Red Auerbach, membuat keputusan kontroversial dengan melepaskan hak sembilan pemain, termasuk Rick Fox, untuk kemudian mengontrak Travis Knight, seorang pemain cadangan Lakers, dengan kontrak tujuh tahun senilai 22 juta dolar. Keputusan ini terbukti menjadi bumerang bagi Pitino.
“Negativitas di kota ini itu sangat menjengkelkan. Saya pernah melihat Jim Rice dicemooh. Saya juga melihat [Carl] Yastrzemski dicemooh. Dan itu sangat menyakitkan.”
Pernyataan ini tentu mengundang perdebatan, meskipun ada kebenaran di dalamnya. Pitino, yang kini menjadi pelatih di St. John’s, tidak tinggal di Boston lagi.
“Kami akan tetap positif sampai akhir, dan jika Anda berpikir saya akan menyerah karena negativitas, Anda salah. Anda salah mengira siapa yang memimpin tim ini.”
Pada akhirnya, Pitino mengundurkan diri sebagai pelatih Celtics pada 8 Januari 2001 setelah mencatatkan rekor 102-146 selama tiga setengah musim, hasil yang berat bagi seseorang yang pernah menulis buku berjudul “Kesuksesan adalah Pilihan.”
Pernyataan ini, bersama dengan pemilihan Paul Pierce, menjadi bagian besar dari warisannya di Celtics.
Dampak untuk Celtics
Keputusan dan pernyataan Rick Pitino selama masa jabatannya lebih dari sekadar kontroversi. Ini adalah bagian dari sejarah Celtics yang menunjukkan tantangan dan perubahan dalam tim, hingga mereka akhirnya mencapai kesuksesan di tahun-tahun berikutnya.
(BA/GN)
sumber : www.boston.com
Leave a comment