Duke Selamat dari Ancaman Siena di Turnamen NCAA
Ikuti liputan langsung dari Turnamen NCAA pertama di Garis Finish.
Jalannya Pertandingan
GREENVILLE, S.C. — Di saat Duke hampir terjun bebas, pelatih Blue Devils, Jon Scheyer, bertanya kepada asisten pelatih Chris Carrawell tentang kemenangan mereka di pertandingan pembuka Turnamen NCAA. Di dalam ruang ganti, dia ingin para pemainnya mendengar jawabannya.
“Apakah kamu ingat berapa poin selisih kemenangan kita di game pertama Turnamen NCAA dulu?” tanya Scheyer.
“Enggak,” jawab Carrawell.
“Tidak masalah berapa selisihnya, yang penting adalah menang,” tegas Scheyer.
Akhirnya, Duke berhasil bangkit dari ketertinggalan 13 poin — defisit terbesar musim ini — untuk mengalahkan Siena dengan skor 71-65. Keberhasilan ini menandai pembukaan yang dramatis, di mana Duke, sebagai unggulan teratas, tertinggal 11 poin di babak pertama. Hal ini menjadikan Duke sebagai tim No. 1 pertama yang tertinggal dari No. 16 dengan selisih dua digit pada jeda.
Statistik Pertandingan
Duke mengakhiri laga dengan melakukan lari akhir 15-4. Guard Cayden Boozer menyumbangkan 19 poin, penampilan terbaiknya hingga saat ini, yang membantu tim saat memasuki babak kedua. “Musim kami tidak terjamin. Tidak ada pertandingan yang bisa dianggap remeh,” ujar Boozer.
Lebih dari itu, pada babak pertama, Siena menunjukkan penampilan yang mengejutkan, menyerang secara agresif dengan strategi ofensif yang membuat Duke kewalahan. Point guard sophomore, Gavin Doty, berhasil mencetak 16 poin di paruh pertama tanpa banyak kesulitan.
Reaksi Pemain
Forward Maliq Brown mengungkapkan, “Kami pikir ini akan menjadi pertandingan yang mudah.” Namun, dia dan rekan-rekannya menyadari bahwa setiap pertandingan di bulan Maret berpotensi menyulitkan. “Itu sebabnya kita harus bisa cepat bangkit,” tambahnya.
Setelah tertinggal 43-32 di babak pertama, Duke mampu mengubah permainan dengan memperketat pertahanan dan berfokus pada serangan yang lebih terarah, membawa Cameron Boozer ke posisi dominan di bawah ring. Dengan 22 poin dan 13 rebound, Boozer menjadi pembeda di akhir laga.
Kesimpulan
Meski berhasil selamat dari ancaman Siena, tantangan selanjutnya bagi Duke semakin berat. Mereka harus menghadapi No. 9 TCU di babak selanjutnya. “Kami harus belajar dari pengalaman ini,” kata freshman wing Dame Sarr. “Tidak ada yang bisa dianggap enteng di turnamen ini.”
Kemenangan ini juga mencatatkan fakta bahwa tidak ada tim No. 1 yang berhasil meraih gelar setelah memenangkan pertandingan pembuka dengan selisih kurang dari 10 poin. Duke akan berusaha melawan statistik tersebut untuk meraih kejuaraan nasional keenam mereka.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment