Ratchasiesan Laochokcharoen: Dari “Left Meteorite” ke Panggung Politik Lokal dan Kembali ke Ring
Ratchasiesan Laochokcharoen, yang dulu dikenal dengan nama Kulabdam dan pukulan mautnya "Left Meteorite," tetap menjadi petarung berbahaya di dunia Muay Thai. Namun, saat ia bersiap untuk kembali ke arena di ONE Friday Fights 147, petarung yang pernah menjadi Juara Dunia Muay Thai Lumpinee Stadium di dua divisi ini membawa tanggung jawab baru yang jauh melampaui empat sudut ring.
Bukan Sekadar Petarung Biasa
Di tengah persiapannya menghadapi Uzair Ismoiljonov dalam laga Muay Thai kelas bantam, Ratchasiesan, yang akan berlaga di Lumpinee Stadium, bertekad bangkit setelah kekalahan tipis dari PTT Apichart Farm di ONE Friday Fights 137.
Ia mengungkapkan perubahan besar dalam hidupnya. "Setelah pertarungan melawan PTT, saya sebenarnya mencalonkan diri sebagai anggota Organisasi Administrasi Sub-distrik (SAO) di kampung halaman saya dan terpilih! Rasanya luar biasa memiliki rencana hidup di luar bertarung," ujarnya.
"Saya terinspirasi oleh para senior yang saya kenal di dunia politik dan ingin mengembangkan desa saya. Menjadi atlet terkenal membantu karena lebih mudah bagi saya untuk berkoordinasi dengan atasan untuk menyelesaikan berbagai hal," tambahnya.
Di daerah asalnya, Isaan, tempat ia pertama kali menemukan jalannya di Muay Thai, kini ia menjabat peran yang menjangkau jauh di luar dunia olahraga.
Perjalanan Karier di Atas Ring
Jauh sebelum terjun ke pelayanan publik, Ratchasiesan telah membuktikan dirinya sebagai salah satu petarung paling berpengalaman dan teruji di Thailand. Dengan lebih dari 100 pertarungan profesional, petarung berusia 27 tahun ini membangun reputasinya melalui gaya agresif dan tak kenal lelah, mengumpulkan 75 kemenangan melawan lawan lokal maupun internasional.
Konsistensi itu telah diterjemahkan menjadi kesuksesan di level tertinggi. Sebelum penampilan terakhirnya, ia telah memenangkan empat dari lima pertarungan sebelumnya di ONE Championship. Kini mewakili PK Saenchai Muaythaigym dan Somboon Farm, Ratchasiesan membawa pengalaman itu ke setiap pertarungan, bersama dengan platform yang berkembang di luar ring.
Baginya, platform tersebut bukan hanya tentang pengakuan, tetapi juga tanggung jawab yang dibentuk oleh perjalanannya sendiri melalui olahraga.
Misi di Luar Ring: Demi Generasi Muda
"Fokus utama saya adalah kaum muda. Saya ingin menarik anggaran untuk olahraga seperti sepak bola, takraw, dan Muay Thai agar anak-anak tetap berada di jalur yang benar dan memberi mereka kesempatan berkarier," jelas Ratchasiesan mengenai misinya di luar ring.
Meskipun fokus Ratchasiesan Laochokcharoen di dalam ring tetap tidak berubah, kehidupan di luarnya telah mengambil makna yang sama sekali berbeda.
Ia menghadapi Uzair Ismoiljonov di ONE Friday Fights 147 dengan harapan kembali ke jalur kemenangan. Namun, hari ini, ia mewakili lebih dari dirinya sendiri, membawa harapan seluruh komunitas yang memandangnya sebagai seorang pemimpin.
Transisi ini membawa jenis tekanan baru, yang terasa sangat berbeda dari melangkah ke dalam ring di bawah sorotan lampu terang.
Tekanan Baru: Antara Ring dan Masyarakat
"Jujur, menjadi perwakilan publik lebih menegangkan daripada bertarung. Saya bertanggung jawab atas lebih dari 600 nyawa sekarang. Jika ada yang dalam masalah, mereka datang kepada saya untuk membawa masalah mereka ke dewan," katanya.
"Saya bangga dengan peran ini. Saya mungkin orang termuda di ruangan itu, tetapi saya siap mendorong kampung halaman saya menjadi yang terbaik di provinsi ini," tegasnya.
Tidak seperti lingkungan yang terkontrol dari kamp pelatihan, tanggung jawabnya kini meluas ke kehidupan sehari-hari. Alih-alih hanya berfokus pada lawan dan strategi pertarungan, ia menghabiskan waktu mendengarkan warga desa, menghadiri pertemuan, dan membantu mengatasi masalah di komunitasnya.
Ini adalah rutinitas yang berbeda, tetapi mencerminkan disiplin yang ia kembangkan melalui bertahun-tahun di Muay Thai. Konsistensi dan akuntabilitas yang sama yang diperlukan dalam latihan kini membentuk cara ia mendekati perannya di luar kompetisi.
Jadwal Pertandingan
Saksikan aksi Ratchasiesan Laochokcharoen melawan Uzair Ismoiljonov di ONE Friday Fights 147 yang akan diselenggarakan pada Jumat, 22 Maret 2024. Pertandingan diperkirakan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB.
Anda bisa menonton siaran langsung ONE Friday Fights 147 secara legal melalui platform streaming Vidio.com dan kanal YouTube resmi ONE Championship.
Komitmen Ganda: “Anggota SAO Paling Mematikan”
Reputasinya di "seni delapan tungkai" bahkan memberinya julukan baru.
"Orang-orang bertanya apakah saya punya waktu untuk keduanya, dan jawabannya pasti ya. Sebagian besar pekerjaan saya melibatkan mendengarkan warga desa dan menghadiri rapat dewan. Jadwal latihan saya tetap sama dan tidak mengganggu tugas resmi saya — saya sudah melakukan pekerjaan rumah saya tentang peraturan," jelasnya.
"Saya sebenarnya menganggap julukan ‘Anggota SAO Paling Mematikan’ cukup lucu. Senang rasanya melihat para penggemar mendukung pilihan hidup saya," tutupnya.
Ratchasiesan Laochokcharoen kini bukan hanya seorang petarung elite, tetapi juga seorang pemimpin komunitas. Dualitas ini menjadikannya figur yang inspiratif, membuktikan bahwa seorang atlet bisa memberikan dampak signifikan tidak hanya di arena, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat luas. Pertarungannya di ring kini membawa bobot yang lebih besar, mewakili harapan dan kebanggaan seluruh komunitasnya.
(OL/GN)
sumber : www.onefc.com
Leave a comment