Premier League Mendekati Tempat Tambahan Liga Champions
Liga Premier Inggris berada di ambang mendapatkan satu tempat tambahan di Liga Champions, setelah hanya membutuhkan satu hasil imbang dari masing-masing klub yang masih bertahan di kompetisi Eropa. Meskipun dalam skenario terburuk mereka kalah di semua pertandingan tersisa, kemungkinan untuk kehilangan tempat tersebut sangat kecil.
Ketika Liga Champions diperluas dari 32 menjadi 36 tim, dua dari empat tempat tambahan diberikan berdasarkan koefisien UEFA. Sistem ini mengukur kinerja kolektif setiap negara di Liga Champions, Europa League, dan Conference League. Musim lalu, Inggris berada di posisi teratas di atas Spanyol, memberikan tempat Liga Champions kepada tim yang finis di peringkat kelima dari kedua liga: Newcastle United dan Villarreal.
Penampilan Campur di Eropa
Meskipun empat tim tersingkir dari Liga Champions pekan ini, performa Liga Premier di kompetisi Eropa secara keseluruhan terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hanya Aston Villa yang sukses meraih kemenangan, mengalahkan Lille 1-0 di Europa League.
Newcastle menderita kekalahan telak 7-2 di Barcelona, Manchester City kalah dari Real Madrid, dan Chelsea dipermalukan Paris Saint-Germain 3-0 di Stamford Bridge. Namun, Liverpool berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan 4-0 atas Galatasaray setelah kalah 1-0 di leg pertama. Tottenham Hotspur juga mendapatkan sedikit kredibilitas dengan kemenangan 3-2 atas Atletico Madrid walaupun tetap tersingkir. Arsenal tampil mengesankan, mengalahkan Bayer Leverkusen 2-0.
Dominasi di Kompetisi Eropa Kedua dan Ketiga
Di kompetisi kasta kedua dan ketiga Eropa, tim-tim Liga Premier menunjukkan dominasi. Aston Villa dan Nottingham Forest maju ke perempat final Europa League, sementara Crystal Palace berhasil mencapai tahap yang sama di Conference League setelah menang 2-1 atas AEK Larnaca melalui perpanjangan waktu.
Hasil-hasil ini membuat koefisien UEFA Inggris berada di angka 24.79, angka yang hanya dapat dilampaui oleh Spanyol dan Portugal. Sementara itu, Jerman, Italia, dan Prancis tidak berhasil meningkatkan posisi mereka dengan total tujuh tim yang tereliminasi di ketiga kompetisi tersebut.
Perhitungan Koefisien UEFA
Poin koefisien UEFA dihitung dengan memberikan dua poin untuk setiap kemenangan, satu poin untuk hasil imbang, sementara angka ini dibagi setengah di babak kualifikasi dan play-off. Poin tambahan diberikan berdasarkan posisi di fase liga dan kemajuan di babak knockout. Misalnya, Arsenal mendapat 12 poin karena finis teratas di fase liga, dengan skema di mana tim terbawah menerima enam.
Jumlah total setiap negara dihitung dengan menjumlahkan poin yang diperoleh klub-klubnya lalu dibagi dengan jumlah tim yang berkompetisi di Eropa pada musim tersebut. Inggris memiliki sembilan tim di semua kompetisi, menjadikannya negara dengan jumlah tim terbanyak, sehingga setiap kemenangan sedikit lebih rendah nilainya karena dibagi dengan angka yang lebih besar.
Potensi Ancaman dari Spanyol dan Portugal
Di permukaan, Spanyol dan Portugal tampak dapat menyalip Inggris, terutama dengan koefisien maksimum mereka yang lebih dari satu poin di atas total Inggris saat ini. Namun, tidak mungkin kedua negara tersebut mencapai skor maksimum secara bersamaan karena mereka tidak dapat saling menang di kompetisi yang sama. Sporting akan menghadapi Atletico Madrid atau Barcelona di semifinal jika mereka berhasil mengalahkan Arsenal, sedangkan Braga berhadapan dengan Real Betis di perempat final Europa League.
Jika Inggris tidak mendapatkan hasil imbang atau kemenangan lagi, ada lima kombinasi di mana mereka bisa kehilangan tempat tambahan tersebut. Namun, skenario ini sangat tidak mungkin terjadi tanpa hasil sempurna dari tim-tim Spanyol dan Portugis di seluruh kompetisi, termasuk final Liga Champions dan Europa League yang harus diisi oleh klub dari kedua negara tersebut.
Dengan situasi ini, tempat tambahan Liga Champions untuk Liga Premier hampir dipastikan. Kini perhatian beralih kepada klub mana, termasuk kemungkinan tim seperti Brentford dan Everton, yang akan memanfaatkannya secara maksimal.
(LC/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment