Perjuangan Lautaro Valenti Setelah Pengalaman Menegangkan
Pemain Parma, Lautaro Valenti, mengungkapkan momen mencekam ketika ia mengalami penculikan yang membuatnya meragukan masa depannya di dunia sepak bola. Kejadian itu terjadi tujuh tahun lalu, saat Valenti baru berusia 20 tahun.
Setelah bermain dalam pertandingan melawan Aldovisi di ajang liga Argentina, ia diculik oleh sekelompok orang yang mengincar uang tebusan. “Untungnya, mereka dibebaskan beberapa jam kemudian,” ungkap klub Lanus. “Semua dalam keadaan sehat. Kami berterima kasih kepada polisi dan pihak berwenang atas tindakan cepat mereka.”
Valenti mengaku saat itu ia tidak takut untuk kehilangan nyawa, namun lebih khawatir tidak bisa kembali bermain. “Satu-satunya ketakutan saya adalah senjata yang diarahkan ke lutut saya dan tidak bisa bermain sepak bola lagi,” katanya dalam podcast Talk Player.
Ia menjelaskan bahwa para penculik hanya menginginkan uang, dan ia merasa tenang dalam situasi yang menegangkan tersebut. “Saya tidak takut mati, tetapi kehilangan kesempatan bermain sepak bola itu yang sangat saya takutkan,” ujarnya. Dalam proses negosiasi, agen Valenti berhasil mengeluarkannya dengan membayar tebusan berkisar antara $2,000 hingga $3,000.
Pengalaman Setelah Insiden
Selama insiden penculikan, Valenti mengalami luka-luka akibat upayanya melawan penculik. Setelah kejadian itu, Lanus memberikan perlindungan tambahan untuk pemainnya.
Pemulihan dari Cedera
Karier awalnya di Parma tersendat oleh berbagai masalah cedera, namun kini ia telah dianggap sebagai pemain kunci dan telah tampil 21 kali di Serie A pada musim 2025/26. “Yang spesial di Parma adalah cinta dari para pendukung,” tambah Valenti. Ia menceritakan bagaimana dirinya ingin berkarier di Eropa, dan Parma menjadi tim pertama yang tertarik padanya.
Valenti mengatakan, “Awalnya cukup sulit karena cedera, sesuatu yang tidak pernah saya alami di Argentina. Namun, jika memiliki mental yang kuat, Anda bisa bangkit kembali.”
Dampak Terhadap Karier
Pengalaman sulit yang dilalui Valenti tidak hanya menguji kekuatannya, tetapi juga membentuknya menjadi pemain yang lebih tangguh. Dalam perjalanan kariernya di Eropa, Valenti menunjukkan bahwa ketekunan dan ketahanan adalah kunci dalam menghadapi tantangan di lapangan maupun di luar lapangan.
(SA/GN)
sumber : www.footballtransfers.com
Leave a comment