Perjalanan Mohamed Salah dari Nagrig ke Puncak Premier League
Hanya orang Mesir yang benar-benar memahami arti perjuangan Mohamed Salah untuk keluar dari Nagrig dan menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah Premier League. Apa yang dicapai Salah adalah sesuatu yang sulit digambarkan dan hampir tak terbayangkan.
Reaksi Mesir Terhadap Kepergian Salah dari Liverpool
Reaksi Mesir atas kabar kepergian Salah dari Liverpool adalah campuran antara penghormatan dan apresiasi terhadap prestasi yang telah diraihnya sebagai pemain sepak bola. Video perpisahan Salah mengejutkan banyak pihak dan membangkitkan kenangan tentang perjalanan awal kariernya.
Gambar Salah muda yang mengenakan pakaian musim panas di Eropa yang hujan kembali disebarluaskan, mengingatkan kita pada emosional yang diciptakan oleh gol-golnya dan cerita perjalanannya dari Basel ke Liverpool.
Saat tanggal 25 Desember 2010, hanya segelintir orang Mesir yang mengetahui siapa itu Salah, setelah penampilannya yang mengesankan dan golnya dalam hasil imbang 1-1 Al Mokawloon melawan juara Liga Mesir, Al Ahly. Dalam pikiran masyarakat Mesir yang berjumlah lebih dari 80 juta ini, tidak ada yang membayangkan akhir yang luar biasa seperti sekarang.
Pendidikan dan Perjuangan di Masa Muda
Karir Salah sangat dihormati karena masyarakat menyadari betapa sulitnya mencapai kesuksesan dari latar belakang yang sangat sederhana. Salah tidak berasal dari keluarga kaya. Di usia 14 tahun, ia harus menaiki empat atau lima mikrobus untuk melakukan perjalanan 90 mil dari rumahnya ke tempat latihan Al Mokawloon setidaknya tiga kali seminggu. Ini bukan perjalanan biasa dengan bus yang memiliki jadwal tetap, sudah bisa dibayangkan bagaimana tidak teratur dan penuh tantangan perjalanan tersebut di tahun 2006.
Jejak Menuju Kesuksesan
Jalan yang ditempuh Salah dari Al Mokawloon ke Basel bukanlah jalur yang umum, karena belum ada petunjuk jelas bagi pemain Mesir lainnya yang ingin berkarir di luar negeri. Tanpa jaringan pencarian yang memadai, langkahnya menjadi jejak baru bagi pemain muda lainnya. Salah menciptakan jalannya sendiri, menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin mencapai sukses serupa.
Peninggalan di Premier League
Pencapaian Salah di Premier League menjadi sebuah era baru bagi sepak bola Mesir. Sebelumnya, gol-gol dari pemain seperti Mido dan Amr Zaki menjadi berita karena langkanya pemain Mesir di liga Inggris. Salah mengganti paradigma hingga membuat pencapaian itu menjadi hal yang biasa.
Popularitas Premier League di Mesir melesat berkat kontribusi Salah selama sepuluh tahun terakhir. Pertandingan Liverpool sering disiarkan di kafe-kafe, bahkan ketika ada pertandingan besar di liga-liga Eropa lainnya. Nama-nama klub Premier League sekarang sudah menjadi pengetahuan umum, dan kaos Salah menjadi pilihan utama di kalangan generasi muda.
Sebuah café kecil di Nasr City, Kairo, bahkan mengganti namanya menjadi ‘Liverfool’, menggabungkan nama klub dengan makanan tradisional Mesir. Pada gambar storefront mereka, terdapat foto Salah yang menjadi simbol kebanggaan.
Refleksi dan Inspirasi
Dalam video perpisahan, Salah terlihat di depan etalase yang penuh dengan trofi yang telah diraihnya bersama Liverpool. Etalase itu begitu penuh hingga beberapa penghargaan man-of-the-match tergeletak di lantai. Perjalanan Salah sangat bergema bagi masyarakat Mesir yang berusaha mengikuti jejaknya dalam berbagai profesi, menghadapi tantangan, dan berharap meraih kesuksesan.
Salah bukanlah pemain yang dibesarkan di kota besar dan berkarir di dua raksasa sepak bola Mesir, Al Ahly dan El Zamalek, melainkan seorang pemuda dari desa kecil di Gharbia yang berhasil menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Sebelumnya, banyak yang bahkan tidak tahu di mana Nagrig berada.
Kesimpulan
Meskipun mungkin ada perbedaan pendapat mengenai beberapa sikap Salah di luar lapangan, ia tetap menjadi kisah sukses sepak bola yang tiada tara bagi masyarakat Mesir. Karirnya adalah inspirasi bagi setiap anak di negara ini, tanpa memandang latar belakang atau lokasi. Ia membuktikan bahwa seorang Mesir dapat menjadi pemain terbaik di Premier League.
Salah menyatakan, “Saat saya masih kecil, impian saya hanya menjadi pemain terkenal. Namun, ketika saya menyadari bahwa saya sudah dikenal, ambisi saya semakin besar.”
Warisan Salah di Premier League juga telah memecahkan batasan imajinasi bagi pesepak bola muda di Mesir, yang sekarang tidak hanya ingin bermain di Premier League tetapi juga membangun karir yang sukses di sana. Apa yang dicapai Salah akan selalu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Mesir.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment