Benfica Dikenakan Sanksi Akibat Insiden Rasial terhadap Vinicius
Bulan lalu, perhatian publik tertuju pada Vinicius setelah pemain Real Madrid ini melaporkan adanya penghinaan rasial selama pertandingan Liga Champions melawan Benfica. Gianluca Prestianni sudah diputuskan untuk dihentikan secara sementara sebelum pertandingan ulang, namun kini klub Portugal tersebut juga telah terkena sanksi.
Keputusan ini tidak berfokus pada insiden yang melibatkan pemain, melainkan pada tindakan suporter Benfica yang melakukan gestur menghina terhadap Vinicius. UEFA menjatuhkan sanksi kepada Benfica dengan penutupan satu sektor yang berkapasitas hampir 500 kursi di Estadio da Luz untuk pertandingan Eropa mereka selanjutnya, dengan masa percobaan selama satu tahun.
Benfica juga dikenakan denda sebesar 40.000 euro oleh komite etik terkait nyanyian rasial dan penghinaan yang ditujukan kepada pemain Real Madrid tersebut pada laga itu. Selain itu, mereka juga mendapat denda sebesar 25.000 euro karena melemparkan benda-benda ke lapangan. Asisten pelatih Pedro Luis Ferreira Machada juga akan dilarang untuk mengikuti pertandingan mereka berikutnya.
Konteks Konflik Benfica-Real Madrid
Babak playoff Liga Champions yang memperebutkan delapan tim untuk melaju ke babak 16 besar menjadi salah satu pertandingan yang paling dinanti. Kedua tim sebelumnya telah bertemu di laga terakhir fase liga, di mana Benfica mencetak gol di menit-menit akhir melalui kiper mereka untuk memastikan tempat di antara 24 klub teratas.

Walaupun gol dari Anatoliy Trubin dirayakan semua yang hadir di stadion, pertandingan ulang di babak selanjutnya berlangsung dengan atmosfer yang berbeda. Leg pertama dimainkan dalam suasana tegang yang membuat Real Madrid meraih kemenangan penting.
Vinicius mencetak gol di menit ke-51 dan merayakannya di sudut lapangan. Hal ini memicu serangkaian interaksi antara pemain, di mana Vinicius mengeluh kepada wasit tentang ejekan yang dilayangkan oleh Prestianni. Pertandingan dihentikan selama delapan menit karena VAR tidak menemukan sudut kamera yang menunjukkan adanya ejekan tersebut.
Faktor yang Mengurangi Keparahan Sanksi
Segera setelah insiden, klub memberikan dukungan penuh kepada pemainnya. Namun, langkah cepat mereka dalam menanggapi tindakan suporter dapat membantu mengurangi keparahan sanksi. Beberapa hari setelah pertandingan, Benfica telah menangguhkan suporter yang teridentifikasi melakukan gestur rasial terhadap pemain.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua klub tentang pentingnya menjaga atmosfer positif dan menghormati semua pemain di atas lapangan. Sanksi yang diterima Benfica akan menjadi perhatian serius bagi mereka dalam melanjutkan kompetisi di Eropa.
(LC/GN)
sumber : worldsoccertalk.com
Leave a comment