Transformasi Real Madrid di Bawah Pelatih Baru Álvaro Arbeloa
Setelah konferensi persnya setelah kemenangan dramatis Real Madrid 3-2 atas Atlético Madrid dalam derby LaLiga, Álvaro Arbeloa diberikan satu pertanyaan terakhir. Pertanyaan itu sederhana: Apa yang Anda katakan kepada mereka yang meragukan Anda? Arbeloa menjawab, “Mereka tidak mengenal pemain-pemain yang saya miliki.”
Sejak mengambil alih kendali dari Xabi Alonso pada Januari lalu, Arbeloa terus mengalihkan perhatian kepada para pemainnya, memuji mereka, dan menolak untuk mengambil kredit atas perubahan yang terjadi di Madrid.
Keberhasilan di Lapangan
Di bawah kepemimpinan Arbeloa yang dimulai pada 12 Januari, Madrid menunjukkan perbaikan signifikan dengan meraih 17 kemenangan dari 21 pertandingan di semua kompetisi, hanya kalah empat kali. Di LaLiga, mereka kini tertinggal empat poin dari pemimpin klasemen, Barcelona, dengan laga penting melawan Barcelona pada 10 Mei mendatang. Sementara itu, di UEFA Champions League, Madrid akan bertemu Bayern Munich di perempat final setelah mengalahkan Manchester City dengan agregat 5-1.
Angka-angka tersebut mencerminkan bahwa baik pelatih maupun para pemain telah beradaptasi dengan baik. Mereka juga berhasil mengalahkan tiga tim yang dilatih oleh pelatih-pelatih terkemuka: Benfica yang dilatih José Mourinho, Manchester City di bawah Pep Guardiola, dan Atlético Madrid yang dilatih Diego Simeone.
Kembalinya Vinícius Júnior
Vinícius Júnior, salah satu bintang Madrid yang sebelumnya kesulitan di bawah pengaruh Alonso, kini kembali bersinar. Setelah menghadapi masa sulit, di mana ia kehilangan kepercayaan diri dan minim mencetak gol, Arbeloa menjadikannya prioritas untuk mendapatkan kembali performa terbaiknya. “Saya akan berusaha untuk mengeluarkan yang terbaik dari Vinícius,” ungkap Arbeloa. Hasilnya, Vinícius mencetak gol dalam lima pertandingan berturut-turut dan berhasil menyumbangkan dua gol dalam laga melawan City dan Atlético.
Pembaruan untuk Federico Valverde
Selain Vinícius, transformasi Federico Valverde juga menarik perhatian. Di bawah arbeloa, Valverde kembali ke posisi terbaiknya di sayap kanan dan mencetak enam gol dalam sebulan, termasuk hat-trick melawan City dan gol penentu melawan Atlético. Arbeloa memuji Valverde, menyebutnya sebagai contoh pemain Real Madrid yang ideal.
Pemberdayaan Talenta Muda
Arbeloa juga dikenal berfokus pada pemain muda. Dalam kemenangan 4-1 atas Elche pada 14 Maret, ia menurunkan tujuh pemain muda, termasuk Thiago Pitarch, yang mulai menunjukkan performa impresif. Peluang yang diberikan Arbeloa kepada pemain muda menuai pujian dari manajemen klub.
Strategi dan Formasi
Arbeloa menerapkan formasi 4-4-2 yang fleksibel, dengan Vinícius sebagai bagian dari lini depan, sementara Brahim Díaz berperan sebagai ‘false No. 9’. Dalam beberapa pertandingan terakhir, keduanya menunjukkan peningkatan, membantu tim dalam mendapatkan hasil positif.
Atmosfer Positif di Dalam Klub
Sejak kedatangan Arbeloa, terlihat perbaikan dalam atmosfer di lingkungan latihan dan ruang ganti. Meskipun awalnya ada skeptisisme, terutama setelah kekalahan dari Osasuna dan Getafe, kini suasana di sekitar tim menjadi lebih baik. Banyak yang menyatakan bahwa pelatih mampu mendukung pemain secara emosional dan membantu menciptakan kohesi tim.
Tantangan di Depan
Dengan kembalinya Kylian Mbappé dan Jude Bellingham yang telah pulih dari cedera, Arbeloa dihadapkan pada tantangan baru. Meskipun kehadiran superstar ini memberikan peluang besar, mereka juga harus beradaptasi dengan tim yang telah berkembang di mereka tidak ada.
Setelah jeda internasional, Madrid akan menghadapi Mallorca di LaLiga, dan kemudian menjamu Bayern Munich di perempat final Liga Champions. Meskipun keberhasilan Arbeloa terasa positif, manajemen klub masih enggan memastikan masa depan pelatih jika tim tidak berhasil meraih trofi.
Arbeloa terus menekankan pentingnya komitmen dan usaha dalam tim. Pendekatan ini berhasil terasa di lapangan, dan kemenangan atas Bayern akan menjadi ujian terbesar bagi pelatih baru ini.
(SA/GN)
sumber : www.espn.com
Leave a comment