Home Basket NBA Nikola Jokic Akui Menangis Setelah Nuggets Tukar Shooting Guard 12 PPG.
NBA

Nikola Jokic Akui Menangis Setelah Nuggets Tukar Shooting Guard 12 PPG.

Share
Nikola Jokic Akui Menangis Setelah Nuggets Tukar Shooting Guard 12 PPG.
Share

Perjalanan Nikola Jokic Bersama Denver Nuggets

Musim 2025-26 menjadi musim ke-12 Nikola Jokic bersama Denver Nuggets, dan perjalanan panjang ini telah dipenuhi dengan berbagai pengalaman. Jokic telah melihat banyak perubahan, mulai dari fase sulit pasca-Carmelo Anthony hingga mencapai kesuksesan meraih gelar juara NBA pertama dalam sejarah franchise pada tahun 2023 dengan dirinya sebagai sosok kunci.

Hubungan dengan Rekan Setim

Rekan setim tertua Jokic adalah Jamal Murray, yang telah bersamanya selama 10 musim terakhir. Jokic dikenal menjalin ikatan kuat dengan rekan-rekannya, seperti yang terlihat dalam hubungan dengan Aaron Gordon dan mantan rekan setim, DeAndre Jordan. Namun, rasa kehilangan menjadi bagian dari perjalanan Jokic ketika manajemen tim memutuskan untuk melakukan transaksi.

Hal ini terjadi pada tahun 2021, saat Nuggets merekrut Gordon dalam sebuah kesepakatan yang mengirimkan Gary Harris ke Orlando Magic. Harris, yang menghabiskan tujuh musim di Denver, memiliki hubungan kuat dengan Jokic. Jokic mengungkapkan bahwa ia menangis ketika mendengar berita tersebut, menegaskan betapa close-nya mereka.

“Saya ingat saat告g告bye kepada Gary Harris, dan saya menangis karena sangat sedih. Kami memiliki koneksi yang hebat dan bermain dengan baik bersama. Kami saat itu mungkin berada di pesawat ketika berita itu datang.”

Detail Pertukaran

Transaksi ini dilakukan pada 25 Maret 2021, di mana Nuggets mengirimkan Harris, R.J. Hampton, dan pick putaran pertama draft 2025 (Jase Richardson) ke Orlando Magic untuk mendapatkan Gordon dan Gary Clark.

Harris mencatat rata-rata 12.0 poin dalam 387 pertandingan selama tujuh musim bersama Nuggets, berduet di posisi guard dengan Murray dan tampak sebagai pasangan yang sempurna. Namun, untuk mencapai tujuan juara, tim butuh sosok yang lebih berdampak, dan itulah alasan di balik kedatangan Gordon.

Baca juga:  Babak Final Wilayah Barat: Senjata Rahasia Thunder Kembali Terungkap!

Gordon datang ke Denver setelah mencatat rata-rata 12.9 poin, 6.4 rebound, dan 2.5 assist selama tujuh musim berseragam Magic. Meski tidak mampu membawa Orlando ke puncak, keberadaannya sebagai opsi ketiga di Nuggets terbukti sangat efektif, berkat permainan Jokic.

Sejak bergabung dengan Nuggets, Gordon mencetak rata-rata 14.8 poin, 5.9 rebound, dan 2.9 assist, serta menjadi starter kunci dalam tim yang meraih juara NBA pada 2023. Dengan keberhasilan juara tersebut, dapat dikatakan bahwa kehilangan Harris terbayar tuntas.

Statistik Bersama

Jokic dan Harris memainkan 317 pertandingan NBA bersama selama tujuh musim di Nuggets. Harris mencetak rata-rata 13.2 poin, sementara Jokic mencatat 17.2 poin, 9.8 rebound, dan 5.6 assist per pertandingan. Kehilangan Harris terjadi di tengah musim pertama Jokic sebagai MVP saat ia berhasil membawa tim ke playoff meski kehilangan Murray yang cedera sepanjang musim.

Saat ini, Harris berjuang untuk menemukan kembali performa terbaiknya setelah berkunjung ke Milwaukee Bucks, dengan rata-rata hanya 2.6 poin musim ini setelah lima musim di bangku cadangan Magic.

Masa Depan yang Tidak Pasti

Kemungkinan Jokic akan kehilangan lebih banyak rekan setim yang dekat dengannya masih terbuka seiring dinamika pasar perdagangan di NBA. Jika Nuggets dapat melanjutkan tren positif dan bersaing untuk gelar juara lagi, mereka kemungkinan akan mempertahankan inti tim. Namun, jika mereka mengalami kekalahan awal di playoff, Jokic mungkin harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan lebih banyak teman satu tim.

Perjalanan Jokic di Denver bukan hanya tentang statistik, tetapi juga hubungan yang dibangun selama bertahun-tahun, yang tampaknya akan terus menarik perhatian pecinta bola basket di seluruh dunia.

(BA/GN)
sumber : fadeawayworld.net

Baca juga:  Lubang Terbesar yang Harus Diperbaiki Mavericks Musim Ini!
Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

NY Knicks Melaju ke Final NBA, Tapi Jangan Terlalu Berharap!

NY Knicks berhasil mencapai Final NBA setelah perjalanan yang menakjubkan, namun tantangan...

Kesempatan Mavericks reuni impian dengan Luka Doncic terancam setelah pelantikan pelatih Magic.

Kesempatan Mavericks untuk reuni impian dengan Luka Doncic terancam setelah pelantikan pelatih...

Lakers Peringatkan Situasi LeBron Bisa Makin Rumit Setelah Berita Mengejutkan.

Lakers memberi peringatan bahwa situasi LeBron James dapat menjadi lebih rumit setelah...

Lakers bisa ubah kehilangan Peyton Watson jadi keuntungan Christian Braun!

Keputusan Lakers untuk melepaskan Peyton Watson dapat menjadi berkat tersembunyi bagi Christian...