Kembalinya Perdebatan: LeBron James vs. Stephen Curry di NBA Finals 2016
Perbandingan antara LeBron James dan Stephen Curry saat final NBA 2016 kembali mencuri perhatian setelah pernyataan terbaru di sebuah podcast. Dalam episode Game Over yang dibawakan oleh Rich Paul, analis NBA Max Kellerman membahas siapa yang layak disebut pemain terbaik di dunia pada masa itu, dengan fokus pada penampilan luar biasa James di postseason, terutama di final.
Pernyataan Max Kellerman
“LeBron adalah pemain terbaik di dunia pada masa itu. Tidak ada yang sebanding. Jika kita lihat kembali, LeBron pada tahun itu sebanding dengan dua Curry. Ia jauh lebih baik dari semua pemain lainnya di seluruh dunia pada tahun 2016 saat kompetisi paling ketat,” ujar Kellerman.
Komentar ini sejalan dengan performa James ketika memimpin Cleveland Cavaliers melakukan comeback bersejarah melawan Golden State Warriors. Setelah tertinggal 3-1 dalam seri, Cleveland menjadi tim pertama dalam sejarah final NBA yang berhasil bangkit dan meraih gelar juara.
Statistik Menawan LeBron James
Dalam final tersebut, LeBron menunjukkan penampilan yang sangat mengesankan. Ia rata-rata mencetak 29,7 poin, 11,3 rebound, dan 8,9 assist per pertandingan, dengan tambahan 2,6 steal dan 2,3 block setiap laga. LeBron juga mencetak 49,4% dari tembakan lapangan, 37,1% dari tiga poin, serta 72,1% dari lini free throw. Yang menarik, LeBron memimpin kedua tim dalam lima kategori statistik utama: poin, rebound, assist, steal, dan block, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penampilan luar biasanya dengan dua kali mencetak 41 poin di Game 5 dan 6 juga menjadi salah satu kunci untuk memastikan terjadinya Game 7, di mana blok ikoniknya menjadi momen tak terlupakan dalam sejarah NBA.
“LeBron adalah pemain terbaik di dunia. LeBron sebanding dengan dua Steph tahun itu. Ia jauh lebih baik dari semua orang di seluruh planet ini pada 2016 saat situasi paling penting.”
Max Kellerman tentang LeBron James dan Steph Curry
(via Game Over)
Performa Stephen Curry yang Berbeda
Di sisi lain, Stephen Curry menghadapi tekanannya sendiri selama seri ini dan mengalami penurunan efisiensi dibandingkan dengan standar regulernya. Ia hanya mencetak rata-rata 22,6 poin, 4,9 rebound, dan 3,7 assist per pertandingan, dengan akurasi tembakan 40,3% dari lapangan, 40,0% dari tiga poin, dan 92,9% dari free throw selama tujuh pertandingan.
Meskipun performa luar biasa James di 2016 menjadi tolok ukur dominasi postseason, Kellerman juga menegaskan bahwa Curry mencapai status “pemain terbaik di dunia” di fase lain dalam kariernya. “Pada tahun 2022, ia adalah pemain terbaik di setiap tim sepanjang postseason. Mereka meraih juara, dan itulah pemain terbaik di dunia,” imbuhnya.
Kesimpulan
Kinerja Curry di final 2022 sebagai MVP semakin mengukuhkan warisannya, tetapi perbandingan ini menunjukkan bahwa momen final 2016 LeBron James, yang ditandai dengan comeback 3-1, pengaruh dua arah yang elit, dan produktivitas efisien, tetap terpisah jauh dalam sejarah NBA.
(BA/GN)
sumber : clutchpoints.com
Leave a comment