Igor Tudor Akhiri Karier Singkat di Tottenham dengan Tanpa Kemenangan
Dengan tidak ada satu pun pertandingan liga yang dimenangkan selama 43 hari masa jabatannya, Tottenham Hotspur yang terancam degradasi akhirnya mengakhiri salah satu periode kepelatihan paling buruk dan singkat dalam sejarah Premier League, meski dilakukan secara saling sepakat, seperti yang diuraikan dalam pernyataan klub pada hari Minggu.
Tudor datang ke klub dengan reputasi sebagai pelatih berpengalaman yang dapat menyelamatkan tim dari degradasi. Namun, kekalahan dari Arsenal, Fulham, Crystal Palace, dan Nottingham Forest justru memperburuk situasi Spurs yang kini terpaksa menghadapi kemungkinan nyata akan terdegradasi.
Masa jabatan Tudor di London utara jelas penuh dengan drama. Berikut adalah beberapa momen kunci kapan dan di mana semuanya mulai salah.
13 Februari 2026: Tudor Ditunjuk sebagai Pelatih Spurs
Tiga hari setelah Tottenham memecat Thomas Frank, Tudor diumumkan sebagai penggantinya dengan kesepakatan untuk melatih klub hingga akhir musim. Manajemen Spurs percaya bahwa rekam jejak pelatih asal Kroasia ini dalam membalikkan situasi tim, seperti yang dilakukannya di Juventus dan Marseille, menjadikannya pilihan tepat untuk mengangkat performa Spurs.
Direktur Olahraga Johan Lange mengungkapkan, “Igor membawa kejelasan, intensitas, dan pengalaman dalam menghadapi momen sulit serta memberikan dampak. Tujuan kami sederhana — untuk menstabilkan performa, memaksimalkan potensi skuad, dan bersaing dengan kuat di Premier League dan Champions League.
Tudor datang dengan Spurs berada di peringkat 16 liga setelah hanya meraih dua kemenangan dalam 17 pertandingan terakhir. Dengan kedatangannya, ia memiliki satu minggu untuk beradaptasi dengan skuad baru sebelum menghadapi derby London utara.
Tudor menyatakan, “Merupakan kehormatan untuk bergabung dengan klub ini di saat yang penting. Saya memahami tanggung jawab yang saya emban dan fokus saya jelas: untuk menghadirkan konsistensi dalam performa dan bersaing dengan tekad di setiap pertandingan.”
Jalannya Pertandingan Pertama
Debut Tudor tidaklah mudah. Melawan Arsenal yang sedang dalam performa terbaik, Spurs berusaha keras, namun hanya mampu bermain imbang di babak pertama berkat gol dari Randal Kolo Muani. Namun, di babak kedua, kondisi merugikan terlihat jelas saat Eberechi Eze dan Viktor Gyökeres berhasil menjebol gawang Tottenham.
Tudor mengakui, “Arsenal saat ini mungkin adalah tim terbaik di dunia. Dalam derby ini, kami perlu lebih dari sekadar mental dan motivasi. Beberapa hal tidak dapat diubah dalam 3-4 sesi latihan.”
Keputusan Memecat Tudor
Puluhan ribu penggemar Spurs mulai khawatir setelah kekalahan mengecewakan lainnya, termasuk dari Fulham dan Crystal Palace, yang membuat situasi semakin genting. Dukungan kepada Tudor mulai berkurang saat timnya terus terpuruk dalam performa buruk.
Setelah kalah dari Nottingham Forest, yang membuat posisi Spurs semakin dekat ke zona degradasi, klub mengumumkan pemecatan Tudor, menyebut keputusan itu dicapai secara mutual. Dalam waktu singkat, Tudor hanya mampu meraih satu kemenangan, yaitu di kompetisi Champions League melawan Atlético Madrid, sementara performa domestik semakin memburuk dengan hasil-hasil buruk lainnya.
Pernyataan dari Spurs merangkum, “Kami telah sepakat untuk Igor Tudor meninggalkan klub dengan segera. Kami mengucapkan terima kasih atas usahanya selama enam minggu dan mengucapkan belasungkawa atas kehilangan yang dialaminya baru-baru ini.”
Dampak Pemecatan Tudor
Keputusan untuk memecat Tudor menambah tekanan besar pada Tottenham yang hanya satu poin di atas zona degradasi. Dengan tujuh pertandingan tersisa, klub kini harus mencari pelatih kepala baru untuk menyelamatkan musim yang semakin kritis.
(PL/GN)
sumber : www.espn.co.uk
Leave a comment