Timnas Irak Hadapi Peluang Kembali ke Piala Dunia 2026
Skuad Piala Dunia 2026 Irak akan tiba di Amerika Utara musim panas mendatang dengan harapan besar di pundaknya. Namun, mereka harus memastikan kualifikasi untuk turnamen terlebih dahulu.
Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan pertama Irak di final sejak tahun 1986, di mana mereka tidak berhasil meraih poin dalam tiga pertandingan. Sekarang, setelah empat dekade berlalu, tim asuhan Graham Arnold ini hanya berjarak 90 menit dari kesempatan untuk kembali ke panggung besar, dengan harapan memenangkan pertandingan final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Di babak playoff inter-konfederasi Path 2, Irak akan menghadapi Bolivia. Pemenang dari laga ini akan bergabung dengan Senegal, Norwegia, dan Prancis—salah satu favorit Piala Dunia—di Grup I musim panas mendatang.
Pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, tim Irak kalah di semua pertandingan, mencetak hanya satu gol saat menghadapi Belgia. Perjalanan negara Teluk ini untuk kembali ke final telah terjalin dengan berbagai tantangan, yang sering kali berkaitan dengan kondisi geopolitik, di mana kembalinya Irak untuk bermain di Amerika Serikat akan memiliki makna yang lebih mendalam daripada sekadar hasil di lapangan.
Skuad Arnold untuk laga playoff ini dipenuhi dengan pengalaman internasional. Penyerang Aymen Hussein telah mengoleksi lebih dari 90 penampilan untuk timnas, dan hanya delapan anggota skuad yang belum mencapai dua digit penampilan. Pemain Irak tersebar di liga-liga dari Thailand, Indonesia, Arab Saudi, UEA, Uzbekistan, Republik Ceko, Polandia, Belanda, Siprus, Italia, Denmark, Norwegia, dan Inggris.
Skuad Piala Dunia 2026 Irak
- GK: Fahad Talib (Al-Talaba)
- GK: Ahmed Basil (Al-Shorta)
- GK: Kamel Al-Rekabe (Erbil)
- DF: Rebin Sulaka (Port)
- DF: Manaf Younis (Al-Shorta)
- DF: Merchas Doski (Viktoria Plzen)
- DF: Frans Putros (Persib)
- DF: Hussein Ali (Pogon Szczecin)
- DF: Zaid Tahseen (Pakhtakor)
- DF: Akam Hashim (Al-Zawraa)
- DF: Ahmed Maknzi (Al-Karma)
- MF: Ibraham Bayesh (Al-Dhafra)
- MF: Amir Al-Ammari (Cracovia)
- MF: Ali Jasim (Al-Najma)
- MF: Youssef Amyn (AEK Larnaca)
- MF: Zidane Iqbal (Utrecht)
- MF: Hasan Abdulkareem (Al-Zawraa)
- MF: Marko Farji (Venezia)
- MF: Kevin Yakob (AGF)
- MF: Aimar Sher (Sarpsborg)
- MF: Peter Gwargis (Duhok)
- MF: Zaid Ismail (Al-Talaba)
- FW: Aymen Hussein (Al-Karma)
- FW: Mohanad Ali (Dibba)
- FW: Ali Al-Hamadi (Luton Town)
- FW: Ali Yousif (Al-Talaba)
Jadwal Pertandingan
- 31 Maret 2026: Irak vs Bolivia, Estadio BBVA, Guadalupe, Meksiko pada jam 06.00 WIB.
Hasil Kualifikasi Terbaru
- 18 November 2025: Irak 2-1 Uni Emirat Arab, Stadion Internasional Basra, Irak
- 13 November 2025: Uni Emirat Arab 1-1 Irak, Stadion Mohammed bin Zayed, Abu Dhabi, UEA
- 14 Oktober: Arab Saudi 0-0 Irak, Stadion Bandar Udara King Abdullah, Jeddah, Arab Saudi
- 11 Oktober: Irak 1-0 Indonesia, Stadion Internasional Basra, Irak
- 10 Juni: Yordania 0-1 Irak, Stadion Internasional Amman, Yordania
- 5 Juni: Irak 0-2 Korea Selatan, Stadion Internasional Basra, Irak
- 25 Maret: Palestina 2-1 Irak, Stadion Internasional Amman, Yordania
- 20 Maret: Irak 2-2 Kuwait, Stadion Internasional Basra, Irak
- 19 November 2024: Oman 0-1 Irak, Kompleks Olahraga Sultan Qaboos, Muscat
- 14 November: Irak 0-0 Yordania, Stadion Internasional Basra, Irak
- 15 Oktober: Korea Selatan 3-2 Irak, Stadion Yongin Mireu, Korea Selatan
- 10 Oktober: Irak 1-0 Palestina, Stadion Internasional Basra, Irak
- 10 September: Kuwait 0-0 Irak, Stadion Internasional Jaber Al-Ahmad, Kota Kuwait
- 5 September: Irak 1-0 Oman, Stadion Internasional Basra, Irak
Pelatih Tim Nasional Irak
Graham Arnold adalah sosok penting di balik tim Irak saat ini. Mantan penyerang Australia ini memulai karier kepelatihan pada tahun 1989 dan telah memiliki pengalaman di level internasional selama dua dekade terakhir. Arnold pernah memimpin Australia ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 sebelum mengambil alih kursi pelatih di Irak.
Pemain Bintang Irak
Pemain andalan di laga ini adalah Mohanad Ali, yang telah mencetak 27 gol dalam 69 penampilan untuk timnas. Penyerang 25 tahun ini memulai kariernya di klub Al-Shorta di Baghdad sebelum pindah ke klub Dibba di UEA pada tahun 2025. Dengan performa yang menjanjikan, ia menjadi sorotan utama dalam skuad Irak.
Kembalinya Irak ke Piala Dunia tidak hanya akan menjadi prestasi olahraga, tetapi juga akan membawa pesan dan makna yang lebih luas dalam konteks sosial dan budaya saat ini.
(WC/GN)
sumber : www.fourfourtwo.com
Leave a comment