Charlotte Hornets Menjalani Awal yang Baik, Tapi Kembali Terpuruk
Charlotte Hornets memulai homestand tujuh pertandingan mereka dengan baik, meraih kemenangan dalam lima laga awal. Namun, situasi berubah cepat dengan kekalahan beruntun yang dialami, termasuk kekalahan 114-99 dari Boston Celtics pada hari Minggu.
Jalannya Pertandingan
Sejak awal, pertandingan ini tidak terasa imbang, hanya ada tiga pergantian posisi terdepan dan satu kali kedudukan imbang sepanjang laga.
Dari segi kualitas, Hornets semestinya bisa memenangkan pertandingan ini. Celtics turun tanpa beberapa pilar utama seperti Jaylen Brown dan Derrick White, serta Nikola Vucevic yang biasa absen. Namun, Celtics yang kekurangan pemain berhasil menunjukkan permainan yang solid.
Statistik Pemain
Jayson Tatum tampil cemerlang, mengkoleksi 32 poin, 5 rebound, dan 8 assist, menjadi penampilan terbaiknya sejak kembali ke lineup. Dia mendapat dukungan kuat dari Payton Pritchard dengan 28 poin, 6 rebound, dan 6 assist, serta Neemias Queta yang menyumbang 17 poin dengan akurasi tembakan 61,5% dan 8 rebound.
Beralih ke pihak Hornets, para pemain unggulan mereka mengalami kesulitan. Brandon Miller dan Kon Knueppel, yang biasanya menyumbang hampir 40 poin per laga, hanya mampu mengumpulkan masing-masing 13 poin. LaMelo Ball menutup laga dengan 19 poin, mendekati rata-rata musimnya, tetapi dengan akurasi tembakan yang kurang memuaskan, yakni 36,8% dari lapangan dan 25% dari tiga poin.
Performa Cadangan
Meskipun begitu, ada beberapa pemain cadangan yang menunjukkan performa positif. Coby White, Liam McNeeley, dan Sion James masing-masing mencetak dua digit, mengumpulkan total 32 poin dan memberikan semangat. Namun, itu masih belum cukup untuk mengatasi penampilan buruk Hornets secara keseluruhan.
Kondisi Playoff Hornets
Kekalahan di Spectrum Center membuat Charlotte Hornets tertahan di angka 39-36, tetapi tidak mengubah posisi mereka di klasemen. Mereka masih bertahan di posisi 10 besar di Konferensi Timur.
Hornets sudah memastikan tempat di turnamen play-in, tetapi masih ada tujuan yang bisa dicapai. Mereka berpeluang memperbaiki posisi dalam play-in atau bahkan mendorong diri untuk mengamankan tiket playoff langsung.
Saat ini, mereka tertinggal tiga pertandingan dari Atlanta Hawks yang menduduki posisi enam. Meskipun gap ini tidak mustahil untuk dikejar, hal ini tentu menjadi tantangan besar menjelang tujuh pertandingan tersisa di musim regular.
Target yang lebih realistis adalah mencapai posisi delapan. Hornets hanya tertinggal setengah pertandingan dari Orlando Magic, yang membuat peluang ini masih sangat terbuka. Menyelesaikan musim di posisi delapan akan memberikan keuntungan besar karena Hornets akan mendapatkan dua kesempatan untuk lolos playoff dibandingkan hanya satu jika tetap berada di posisi sembilan atau sepuluh.
Jadwal Pertandingan Tersisa
Jalan ke depan bagi Charlotte Hornets tidak akan mudah. Mereka menghadapi jadwal tersisa yang cukup berat, dengan lawan-lawan mereka memiliki rata-rata persentase kemenangan sebesar 52,4%. Dalam dua minggu mendatang, Hornets hanya akan menghadapi dua tim dengan rekor lebih buruk, yaitu Brooklyn Nets dan Indiana Pacers. Sementara itu, lima pertandingan lainnya melawan tim-tim yang memiliki rekor lebih baik.
Untuk menambah tantangan, Hornets akan mengakhiri musim reguler dengan pertandingan yang paling sulit. Dalam tiga pertandingan terakhir, mereka akan menghadapi tim-tim terbaik di Timur: Boston Celtics, Detroit Pistons, dan New York Knicks.
Simak terus berita terkini mengenai NBA dan perkembangan lainnya hanya di garisfinish.com!
(BA/GN)
sumber : collegefootballnetwork.com
Leave a comment